
Raja Alma atau disebut Asteroth Alman mencengkeram gelas anggur lalu melemparkannya ke samping membuat suara yang tidak nyaman bagi ketiga orang lain yang duduk bersamanya.
Bagaimanapun kini kerajaannya telah diambil alih oleh pihak musuh dan sekarang posisinya telah hilang seutuhnya.
"Aku benar-benar tak akan membiarkan hal ini, Lugional aku akan memakai cara itu untuk merebut lagi negaraku."
Mendengar itu Lugional tersenyum senang sementara yang tersisa jelas menunjukkan wajah keraguan.
"Mau bagaimana lagi, jika kau ingin melakukannya, gunakanlah pasukanku dan rebutlah kerajaanmu kembali."
"Itulah yang ingin kulakukan."
Keempatnya pergi ke atas sebuah menara tinggi di mana di sana tampak seekor naga yang terbelenggu rantai di antara keempat kakinya serta lehernya.
Dia meraung dengan penuh permusuhan, tingginya hampir melebihi satu rumah dengan punggung dipenuhi bebatuan yang lebih mirip seperti sebuah lava dari gunung merapi.
"Berani sekali kalian manusia melakukan ini padaku, akan kujadikan kalian semua debu," teriaknya penuh intimidasi di mana ia mengarahkan mulut yang penuh berjeruji selagi meraung-raung.
"Oh tah, kau sungguh bersemangat, salah satu naga Crimson harus seperti ini," ucap Asteroth memprovokasi.
Salah satu rantai yang mengikat tangannya hancur berserakan, tangan naga terangkat ke atas dan dijatuhkan dengan keras.
Bagi Asteroth itu bukan sebuah pukulan kuat, dia menahannya tanpa ragu sementara pijakan di bawah kakinya telah berubah menjadi retakan yang merambat ke area altar dan pilar.
"Aroma kalian seperti penyihir, jadi kalian bekerja sama dengan siapa?"
__ADS_1
"Penyihir senja tapi sepertinya dia sudah mundur dari peperangan ini."
"Dari ketujuh makhluk menjijikan yang terkutuk kalian memilih penyihir senja, sungguh ironi.. aku pikir penyihir rembulan lebih baik dibandingkan semuanya."
"Sayang sekali tapi penyihir rembulan berada di kerajaan yang kami lawan."
Naga merah itu tertawa.
"Menarik sekali, manusia selalu senang membawa dirinya ke dalam kehancuran."
"Jangan khawatir, karena aku juga akan menyeretmu dan seluruh naga lainnya ke pihak kami, Red Crimson."
"Sihir pengendali naga."
"Tepat sekali, akan kubuat pertarungan yang sama seperti Festival Naga di masa lalu."
Keesokan harinya semua penjaga telah berkumpul di luar ibukota, tak hanya dalam waktu singkat sosok orang yang sebelumnya dikenal sebagai mantan jenderal telah mengevaluasi semua orang hanya dalam waktu satu malam.
Souma berdiri di belakangnya menunjukan kekagumannya.
Dia tipe pemain penyendiri yang suka menyelesaikan masalah dengan tangannya, sementara di depannya adalah tipe orang yang membuat basis dari koneksi untuk memperkuat dirinya untuk bertahan maupun sebaliknya.
Dibanding raja semua prajurit lebih mempercayai jenderal Kalion. Souma mengawasi setiap gerakan orang yang dia lihat tak terkecuali rekannya yang telah menyebar ke pos-pos yang telah diputuskan sebelumnya.
Kalion mendekat ke arah Souma selagi memberikan informasi kesiapan tentang pasukannya.
__ADS_1
"Kau yakin akan melakukan ini, kau bisa dianggap pengkhianat kerajaan."
"Mau bagaimana lagi, aku berfikir ini juga salah kerajaan ini paling tidak aku ingin mantan ratu dan putrinya masih memiliki kedudukan atas negaranya walaupun sedikit."
Souma menatapnya dengan pandangan datar.
"Ada kemungkinan aku akan membunuh raja Alman, jika kau mengganggu aku juga tak segan untuk membunuhmu."
"Aku akan mengingat itu," balasnya demikian tanpa memperdulikan penekanan kuat dari Souma. Kalion melanjutkan.
"Beberapa lalu keempat kerajaan menangkap seekor naga, apa yang mereka akan lakukan dengan itu, sampai sekarang aku masih bingung."
"Naga? Maksudmu naga biasa."
"Tidak, kalau tidak salah salah satu dari naga Crimson."
"Jangan bilang mereka mencoba untuk menciptakan Festival Naga."
"Festival naga maksudmu yang itu?"
"Naga Crimson memiliki kemampuan untuk mengendalikan naga lainnya jika misal kekuatannya di salah gunakan maka."
Tepat saat Souma menyelesaikan perkataannya dari kejauhan keduanya bisa melihat sekitar 500 naga merah telah terbang di langit di mana masing-masing di punggungnya terdapat penunggangnya manusia yang mengenakan baju besi serta senjata di tangannya.
Salah satu naga yang paling besar terbang di bagian depan sebagai pemimpin yang mana yang menungganginya adalah raja Alman.
__ADS_1
"Terkutuklah kau penyihir senja," umpat Souma kesal.