Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 129 : Tujuan Sesungguhnya


__ADS_3

Di dalam ruangan khusus yang diisi oleh raja, putrinya Celestrial, Pandora, Law dan juga Souma mereka mendiskusikan yang terjadi selama pertarungan berlangsung.


Ada seorang gadis berambut merah yang mana mengenakan topeng menyerang kota ini bersama bawahannya, mereka membunuh prajurit lalu membawa Stella pergi.


Dari awal Stella lah yang mereka incar.


"Lalu apa yang mereka inginkan dari Stella?" pertanyaan itu berasal dari Celestrial yang tidak bisa menahan untuk bertanya.


"Aku tidak tahu, tapi aku pikir itu bukan sesuatu yang baik," balas Law sedangkan Souma diam untuk memikirkannya, dia memiliki dugaan sendiri.


"Mungkinkah sama seperti dalam buku cerita itu?"


Semua orang jelas tidak mengerti maksudnya tapi Celestrial dalam sekejap mengetahuinya dan ia pergi sesaat untuk membawa bukunya yang mana dia tunjukkan pada semuanya.


Dia menjelaskan.


"Di dalamnya menceritakan di mana seorang penyihir menculik putri untuk ritual memindahkan tubuh."


"Maksudmu Scarlett ingin mengambil alih tubuh cucunya sendiri," kata raja ragu dan dijawab dengan anggukan.


"Ini hanya kemungkinan, aku pikir jika menggunakan tubuh dari keturunannya akan sangat cocok."


Pandora menambahkan.


"Itu juga bisa terjadi, dia mungkin ingin pindah ke tubuh yang lebih kuat.. pada dasarnya gadis yang masih perawan menyimpan jumlah mana yang lebih tinggi dan dia bisa menyuntikan obat tertentu pada dirinya untuk menjadi vampir kembali."


"Dia benar-benar terobsesi menjadi makhluk sempurna hingga mengobarkan cucunya," ucap Law yang terbawa suasana.

__ADS_1


Dia cukup mengenal Stella cukup lama dari kecil, Law dan Stella memang tumbuh di kalangan kesatria kerajaan seolah tumbuh bersama.


"Apa kau tahu berapa lama ritual itu dilakukan?" tanya Souma pada Pandora.


"Jika mengunakannya aku pikir nanti malam, sihir seperti itu hanya bisa diaktifkan dibawah bulan purnama."


Itu waktu yang sama saat Souma membuat ramuan demi mengembalikan tanah Anna.


"Kita hanya memiliki waktu singkat."


"Tapi bagaimana caranya kita pergi? Kita tidak tahu mereka pergi ke mana?"


"Souma memasukan sedikit mana ke pada pria itu, jadi kau bisa mengetahuinya bukan," atas pernyataan Pandora, Souma mengiyakan.


Dia melakukannya diam-diam tapi tidak cukup mengelabui seorang penyihir, Souma pernah ke kediaman Stella akan buruk jika dia membiarkannya dalam bahaya saat mengenalnya sejauh itu. Dengan banyaknya prajurit yang terbunuh Souma berfikir akan menyelamatkannya sendirian.


"Souma baik-baik saja?"


"Ah iya."


Itu adalah sebuah meja yang diletakkan di kamar Celestrial yang megah. Souma mengambil cangkir tersebut lalu menyeruputnya dalam diam.


"Apa rasanya enak?"


"Enak."


"Syukurlah."

__ADS_1


Celestrial terlihat lega saat melihat ekspresi Souma sedikit lebih baik dari sebelumnya, selanjutnya mereka hanya terlibat obrolan ringan setelahnya.


Sementara itu di dalam penjara yang gelap yang hanya diterangi lampu obor secukupnya sosok Stella yang kehilangan senjatanya hanya bisa diam dengan rantai mengikat tangannya, langkah kaki menggema di ruang sepi saat sosok wanita bertopeng muncul di depannya. Dia memiliki rambut merah panjang dengan gaun yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Nenek? Sebenarnya apa maksudnya ini? Kau juga masih hidup."


"Maaf untuk semuanya Stella, tapi aku membutuhkan tubuhmu untuk mencapai kesempurnaan."


"Apa maksudnya?"


"Aku perlu tubuh kuat untuk membuatku berdiri di puncak, jadi aku ingin menukar tubuh kita berdua.. kau masih perawan bukan."


"Jadi itu, apa wajahmu rusak atau sebagainya hingga melakukan ini semua."


Scarlett melepas topengnya dan menunjukan wajah cantik dengan mata ruby yang memikat, jika dia dibilang nenek-nenek wajahnya lebih terlihat seperti seorang gadis di usia 18 tahun, bibir tipis serta hidung yang mancung tidak pernah berubah bahkan setelah puluhan tahun lamanya.


Kecantikannya melebihi 2 kali lipat yang dimiliki Stella.


"Meski kita bertukar tubuh kau tidak memiliki kerugian apapun, atau lebih tepatnya kau tidak perlu sakit saat malam pertama."


"Bukannya itu kerugian."


Scarlett hanya memiringkan kepalanya kebingungan atas jawaban cepat cucunya.


"Stella sayang apa kau seorang masokis?"


"Enggak," jawabnya imut.

__ADS_1


__ADS_2