
Di sebuah wilayah berkabut dua sosok wanita mengenakan gaun pendeta layaknya suster berjalan beriringan, yang satu mengenakan warna putih dan satu lagi warna hitam, yang membuat mereka terlihat sama bahwa tubuh mereka hanyalah sebatas tengkorak tanpa kulit dan daging.
Keduanya membawa lentera di tangan mereka yang menerangi jalan dalam kegelapan.
Yang putih berkata.
"Ada manusia yang memasuki kawasan kita, harusnya mereka tahu bahwa tak ada siapapun yang boleh masuk kemari."
Dan yang hitam membalas.
"Mau bagaimana lagi tanah ini memang berharga, kita disini bertugas untuk mengusir para penyihir datang namun sejauh ini yang muncul hanya manusia."
"Benar, penyihir mungkin tidak menaruh minta pada tempat pemakaman ini."
"Kurasa begitu."
Sementara mereka mengobrol, seratus orang telah berada di luar untuk mempersiapkan penyerbuan, salah satu pria sebagai pemimpin dalam organisasi mengangkat pedangnya.
"Di dalam sana sudah dipastikan banyak harta yang menggiurkan, kita akan menjarah semuanya dan pulang dengan kekayaan berlimpah haha."
Semua orang berteriak semangat kecuali satu orang yang berada di paling depan.
"Aku tidak yakin Karl, tempat ini disebut The Lost Sanctuary dimana ribuan penyihir dikubur di sini bahkan penyihir yang dieksekusi dalam perburuan penyihir juga berada di sini."
"Kenapa kau takut seperti itu? Mereka hanya mayat tidak lebih dari itu."
"Bagaimana dengan dua penjaganya."
"Mereka hanya undead tengkorak, kita ada seratus orang kita bisa mengalahkan mereka."
"Aku tetap punya firasat buruk."
Bahkan ketika dia memiliki firasat buruk orang tersebut tidak pergi dan terus mengikuti rombongan, mereka sampai di sebuah gerbang dengan aura mencekam dimana kabut asap mengelilinginya. Tanpa kenal takut mereka membuka gerbang lalu masuk secara bergiliran.
__ADS_1
Sejauh mata memandang hanya ada nisan-nisan yang cukup tinggi, setiap nisan dibuat patung di atasnya ada yang berbentuk seperti salib, patung wanita dan benda-benda lainnya.
Setiap mereka melangkah aura di sekitar mereka semakin kuat. Ada tiga wilayah dalam tempat ini.
Pertama adalah wilayah bahaya, kedua wilayah terkutuk dan ketiga wilayah terlarang, tepat saat mereka melangkah teriakan mulai terdengar dari beberapa orang kemudian berjatuhan seolah tertidur dalam keabadian.
Si pemimpin berkata.
"Apa ini ujiannya?"
Bersamaan kabut yang melintas dua sosok tengkorak suster telah berdiri di depan mereka.
"Sebaiknya kalian pergi saja, bagi manusia biasa kalian tidak akan mungkin bisa mencapai wilayah terlarang."
"Aku juga setuju, kalian hanya membuang waktu dan nyawa kalian di sini."
"Cih... kudengar ada harta berharga di sana, bisakah kalian berdua mengatakannya padaku."
"Kalian semua terlalu serakah, apa harta lebih penting dari hidup kalian."
"Aku merasa kasihan pada kalian, orang-orang yang tertidur di dekat kalian telah masuk ke jurang keputusasaan bahkan itu lebih mengerikan dari kematian."
"Apapun yang kau katakan kami tidak akan mundur, jika kami bisa membunuh kalian berdua maka aku yakin penghalang di sini akan lenyap."
"Darimana kau tahu hal yang keliru itu?"
"Ada seorang pendeta wanita yang memberikan informasi tersebut."
"Jadi begitu, Fram sudah ada di dunia ini lagi."
"Dia pasti melakukannya untuk bersenang-senang, pantas saja kita kedatangan banyak orang."
"Orang-orang yang bisa menggunakan sihir suci cepat berbaris dan serang keduanya."
__ADS_1
"Baik."
Mereka secara bersamaan melakukan hal yang diperintahkan, orang yang sebelumnya ragu melakukan hal sama, hingga kedua suster itu terselubung cahaya menyilaukan namun sejauh itu tidak ada efek apapun lagi.
"Bagaimana bisa?"
"Kau mungkin salah paham, kami bukan Undead."
"Omong kosong, jika begitu aku akan langsung menyerangmu."
Pria itu melangkah maju dengan pedang terayun di tangannya, dengan jari-jari yang seutuhnya tulang berulang suster hitam menahannya hingga pedang itu hancur berserakan.
Ketika pria itu hendak mundur sebuah tangan sudah meraihnya lalu menembus tubuhnya, jantungnya ditarik ke luar kemudian tanpa ragu dihancurkan begitu saja.
Tubuhnya ambruk dan semua orang ketakutan.
"Jangan bercanda, Karl itu petualang level atas. Tidak mungkin dia mati begitu saja."
"Kalian sudah datang ke tempat salah, di tempat seperti ini hanya kematian yang dapat kalian peroleh."
Mereka semua mati dalam sekejap. Tubuh mereka terpotong-potong dengan mengerikan menghasilkan serpihan daging dan darah yang berserakan memenuhi tanah yang kering.
"Dari mereka semua tidak ada yang menanyakan nama kita."
"Mungkin karena kita tidak terlihat cantik jadi mereka tak peduli."
"Benar juga, kalau bisa aku ingin mendapatkan kehangatan seperti dulu."
"Itu mustahil, yah tak masalah untuk berharap mungkin ribuan tahun kemudian ada orang yang mampu melewati wilayah ini."
"Itu lama."
"Mungkin jutaan tahun."
__ADS_1
"Kau baru menghancurkan harapanku."
Keduanya menghilang dalam kabut.