Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 290 : Kesatria Sementara


__ADS_3

Shiji yang terlempar ke udara menahan dirinya dengan pedang agar tidak bergerak semakin menjauh. Baginya ini sudah cukup untuk membuktikan bahwa dirinya layak sebagai kesatria karena itulah tidak ada hal lain yang ingin dia tunjukkan pada Law.


Sebagai tanggapan Shiji mengajukan pertanyaan untuk menyelesaikan hal ini.


"Apa dengan ini aku sudah diterima sebagai kesatria sementara?"


Law mendesah pelan lalu meletakkan pedangnya di punggung.


"Kau lulus, kau bisa bekerja sekarang."


"Itu bagus, berapa uang yang akan kudapatkan?"


"Kau belum bekerja dan sudah memikirkan uang."


Shiji tidak seperti Souma dia memiliki kepribadian lebih cerah walaupun dalam hal kekuatan sulit untuk dibedakan siapa yang terkuat.


Tak lama Stella Evergarden muncul dengan mengenakan zirah kesatrianya.


"Law kita sudah mendapatkan lokasinya. Ugh... siapa pria tampan ini?"


"Dia Shiji, sementara waktu dia akan menjadi kesatria sementara."


"Kesatria sementara? Apa hal itu ada?"


"Dia cukup kuat jadi bisa digunakan sebagai pion."


"Jika kau mengatakan itu, kurasa kau benar."


Shiji mengangkat bahunya setelah menghilangkan pedang di kedua tangannya.


"Aku bisa menerima perlakuan itu tapi bukan berarti aku masokis atau apa yah."

__ADS_1


"Jadi Stella bisa kau libatkan dia."


"Baiklah, besok kita berangkat jadi kuharap kau sudah ada di luar gerbang kota pagi sekali."


"Dimengerti, kalau begitu aku permisi."


Meninggalkan keduanya Shiji memutuskan mampir ke sebuah toko yang menarik perhatiannya.


"Bahkan di tempat ini ada juga hal semacam ini," katanya demikian.


Yang menyambutnya adalah seorang pelayan bernama Inoe Sakuya dengan pakai Maid khas darinya.


"Selamat datang tuan, untuk satu orang."


"Biar aku pikirkan, bisakah aku duduk bersamanya."


"Itu... saya harus menanyakannya dulu."


Inoe pergi untuk melakukannya, dan akhirnya Shiji bisa dipersilahkan duduk di depannya.


"Saya mengerti, mohon tunggu sebentar."


Seorang yang duduk di depan Shiji tampak mengerenyitkan alisnya, dia adalah seorang gadis elf loli dengan rambut perak, mengenakan gaun one piece putih, jika diperhatikan dengan jelas ia tidak memakai alas kaki.


"Kota ini sangat damai."


"Urus hidupmu sendiri, apa kau tahu aku ini seorang penyihir."


"Aku sudah mendengarnya, penyihir sangat menakutkan tapi kau terlihat imut, namamu?"


"Pandora."

__ADS_1


"Hmm.. namamu sama dengan orang yang kukenal di tempat lain."


"Tidak aneh jika kesamaan seperti itu terjadi."


"Namaku Shiji salam kenal penyihir."


Makanan pesanan Shiji telah ditaruh di atas meja begitu juga dengan Pandora yang memesan es krim di dalam sebuah gelas besar.


"Selamat menikmati."


Untuk beberapa saat mereka hanya fokus menyantap pesanan mereka sampai sebuah aura dirasakan keduanya.


"Benar-benar mengerikan, raja dunia bawah muncul di tempat seperti ini."


"Sesuai yang diharapkan dari penyihir kau bisa menebaknya tepat."


"Bukannya aku sombong tapi aku pernah ke dunia sana."


"Jadi begitu, dunia ini akan segera diincar oleh mereka apa akan ada seseorang yang menyelamatkannya ya."


Pandora mendorong dirinya ke depan dengan menempatkan ujung garpu di leher Shiji.


"Berhentilah berpura-pura bodoh, aromamu tidak seperti seorang yang berasal dari dunia ini, siapa kau sebenarnya dan apa tujuanmu?"


"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti."


"Bunuh dirimu sendiri."


Shiji memiringkan kepalanya atas pernyataan itu.


"Apa barusan sebuah kutukan tertentu," katanya polos.

__ADS_1


Jelas sekali bahwa kemampuan Pandora tidak aktif padanya.


"Kau seorang pahlawan," katanya sebelum duduk kembali ke tempatnya seolah tak terjadi apapun.


__ADS_2