
Penyihir senja meletakan kedua tangannya di air, bersamaan itu besi-besi menyerupai duri landak raksasa menembus seluruh tubuh Leviathan dari segala arah.
Dia mengerang kesakitan selagi berteriak penuh ancaman.
Dia berbicara lewat telepati.
Jika dia mampu menggerakkan penduduk desa Omelas untuk memberikan persembahan padanya maka tidak perlu diragukan lagi bahwa makhluk ini memiliki kecerdasan.
Penyihir senja menyeringai dan dua penyihir di depan Souma hanya menutup wajahnya saat Leviathan ambruk ke permukaan air.
"Aku pikir serangan seperti itu masih belum sepenuhnya bekerja."
"Aku juga merasa demikian, coba lihat di bawah air itu."
Seperti yang dikatakan Marinna, semua orang bisa melihat tubuh tengkorak anak-anak yang bermunculan. Jumlahnya mungkin lebih dari 1000 orang, mereka semua adalah anak-anak yang ditumbalkan sejak berdirinya kota ini.
Masing-masing dari mereka berteriak dengan kengerian.
"I-ibu, aku tidak mau mati.. ibu."
"Kenapa ini terjadi padaku aaaaah."
"Kalian melakukan ini setelah membantu kami, menyakitkan, sakit-sakit."
"Aaaaaah."
Teriakan yang mirip seperti mimpi buruk itu menyebar ke udara, bagi penyihir senja dia tidak ragu membunuh mereka, dia mengoyak tulang kepala mereka layaknya sebuah krikil.
Dia menciptakan tombak besi dan menghantamkannya tanpa ampun, beberapa dari mereka menggigit kaki dan tangannya, salah satunya mengigit leher penyihir senja hingga darah menyembur ke udara.
Souma bisa memperhatikan bagaimana tubuh penyihir senja telah mati dan beberapa saat muncul di tempat lain.
__ADS_1
"Aku penasaran bagaimana kemampuannya bisa seperti itu?" tanya Souma.
"Kekuatan Mia adalah merubah takdir, ketika dia mati takdir kematiannya dirubah menjadi sebuah mimpi dan dia memulai takdirnya sebelum dia mati," ungkap Marinna.
"Itu kemampuan cheat, dia tidak bisa mati... namun kekuatan itu memilih pengorbanan, setiap dia mati hatinya akan menghilang dan dia akan hidup seperti sebuah boneka," tambah Pandora.
"Apa itu artinya dia terus mencoba mengadu dombakan semua orang karena itu?"
"Benar, dia harus terus mencari alasan dia hidup sebelum dirinya benar-benar kehilangan dirinya, aku pikir semua itu demi membalas dendam terhadap adiknya."
"Sepertinya mereka telah menyadari kita, apa kita mau membatu penyihir senja?" tanya Pandora.
"Sepertinya begitu, serahkan saja Leviathan padanya kita hancurkan para tengkorak itu."
"Haha itu yang kuinginkan."
Ketiganya bersama-sama menyerang setiap tengkorak tersebut, Souma menggunakan sihir suci untuk membuat mereka lenyap.
Pandora melompat selagi menendang kepala mereka hingga terlempar dari tubuh mereka di saat yang sama Marinna menggunakan pisau dari balik bajunya.
Usus miliknya berjuntai di udara bersama tulang daging, darah dan kemudian menghilang, penyihir senja kembali muncul di atas langit, dia meletakkan tangannya di moncong Leviathan.
Dia sengaja menjadikan dirinya sebagai umpan, tepat saat dia mengeluarkan sihirnya tubuh Leviathan telah tertusuk besi dari segala arah, itu menjadi akhir darinya selamanya.
Untuk memastikan dia sudah mati, penyihir senja terus membunuhnya beberapa kali tanpa ampun.
Para tengkorak yang belum dikalahkan perlahan menjadi cahaya kemudian berubah menjadi roh anak-anak sebelum menghilang.
Souma berjalan mendekat pada penyihir senja yang terus menghancurkan tubuh Leviathan.
Ketika Souma menyentuh bahunya dia merosot jatuh.
__ADS_1
"Kurasa dia sudah mati."
Setelah menurunkan adiknya di menara dan menguburnya, penyihir senja kehilangan kekuatannya.
Souma dan dua penyihir lainnya hanya melihatnya berjalan pergi dari kejauhan.
"Apa dia akan baik-baik saja?" tanya Marinna.
"Ia akan baik-baik saja, saat kematian adiknya waktunya sudah lama berhenti tapi kurasa sekarang waktunya telah berputar kembali," balas Souma.
"Begitu."
Mereka kembali melanjutkan perjalanan.
Beberapa tahun setelahnya, di tempat jauh dan asing yang merupakan sebuah kota cukup besar.
"Mia, pesanan untuk meja dua, tolong dibawa."
"Baik."
"Mia, meja itu perlu dibersihkan."
"Baik."
Ketika dia beristirahat seorang pelayan menghampirinya.
"Nah, Mia... kulihat kamu sangat bekerja keras, apa ada sesuatu yang sedang coba kamu lakukan?"
"Soal itu, aku ingin membuat sebuah panti asuhan yang membuat setiap anak-anak yang tidak beruntung bisa tinggal dan menjadi bahagia."
"Mia, kamu?"
__ADS_1
"Ini hanya bentuk penebusan dosaku, kurasa sudah waktunya aku bekerja kembali."
Pelayan tersebut hanya tersenyum sebagai balasan.