Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 268 : Kehidupan Baru


__ADS_3

Souma membungkukan badannya pada seorang wanita tua yang merupakan pemilik panti asuhan.


"Terima kasih banyak telah menjaga istriku, ia pasti menyusahkan."


"Haha tidak, tidak, selama tinggal di sini Nona Noreen sangat membantu. Ia bilang sedang menunggu suaminya datang tak kusangka kamu benar-benar datang... kalau begitu jaga diri kalian."


"Anda juga."


Sekali lagi Souma dan Noreen mengucapkan terima kasih sebelum akhirnya keluar untuk menemui Heart yang sudah lama menunggu.


"Aku akan mengirim kalian kembali, kurasa ini perpisahan."


"Kau tidak ingin ikut bersama kami?" tanya Noreen demikian.


"Tidak, paling tidak untuk sementara ini adalah tempatku dan kemungkinan besar aku akan pergi ke dunia berbeda juga."


"Begitu."


"Pandora bilang terima kasih atas bantuannya."


"Aku juga berterima kasih untuknya dan untukmu juga."


"Itu bukan masalah, kalau ada kesempatan mari bertemu lagi."


Ketika Souma dan Noreen menyadarinya, mereka telah berada di depan toko Souma di kota Huruhara dan waktu jelas telah kembali berputar sedia kala.


Lugunica yang paling bersemangat.


"Akhirnya kita kembali lagi, aku tidak sabar untuk mendapatkan tubuhku lagi."


"Tenanglah, biarkan aku sebulan beristirahat. Aku benar-benar lelah."


"Heeh."


"Seperti Souma yang kukenal, jadi pasti banyak hal yang terjadi padamu juga kan. Aku tidak sabar untuk mendengar semuanya."

__ADS_1


"Itu akan jadi cerita panjang."


"Aku akan mendengarkan semuanya."


Di dalam toko itu, semua pegawai Souma telah berkumpul. Mereka adalah Anna, Risela, Asetasius, Celestrial, Scarlett, Undine, Lilith, Beatrix dan juga Tako seekor gurita.


Mereka juga memasang wajah terkejut saat tahu bahwa Souma telah menikah dan membawa istrinya.


"Jangan khawatir, aku tidak akan memonopoli Souma kalian juga bisa menikahinya juga," atas pernyataan Noreen beberapa orang menggelengkan kepalanya.


Scarlett berkata sebagai jawaban.


"Kami tidak berniat menikah dengan Souma, kami hanya ingin jadi selingkuhannya dan membiarkan Souma menyentuh kami sedikit."


"Eh?"


"Jika Souma memiliki banyak istri, itu akan membebaninya kami hanya akan berjuang menjalani kehidupan seperti biasanya," tambah Undine.


"Sejujurnya kami sudah sangat menyukai situasi seperti ini."


Entah kenapa itu terasa lebih membebaniku, pikir Souma dalam hati.


Yang dikatakan Noreen adalah tepat namun Souma hanya tersenyum masam sebagai tanggapan hingga Risela yang berkata sekarang.


"Jika pun kamu harus menikah kurasa Celestrial dan Anna adalah orang yang tepat."


Semua orang mengalihkan pandangan pada keduanya.


"Jangan menantapku seperti itu, aku malu," dan Noreen memegangi tangan keduanya.


"Mulai sekarang mari kita bersama, namun biar aku peringatkan aku istri pertama dan kamu istri kedua dan ketiga."


"Menakutkan sekali."


Scarlett memotong.

__ADS_1


"Sepertinya itu tidak mungkin, Celestrial adalah putri bagaimana pun ia tetap akan dianggap istri pertama dan sisanya adalah Selir."


"Ugh... yah, paling tidak istri pertama itu berlaku di antara kita semua."


"Souma jadi berapa orang lagi yang kamu akan nikahi?" desak Noreen.


"Symponia ratu peri, Madam dan juga Stella Evergarden."


"Souma kau benar-benar populer di sini."


Souma tidak bisa membalasnya singkatnya kecuali Noreen, dia hanya terlibat dengan semacam sebuah pernikahan politik.


Semua orang bertepuk tangan dan mengatakan selamat untuk mereka.


Ketika semua itu terselesaikan Souma memilih menyendiri di pemandian air panas di samping tokonya, tentu dia tak sendiri lagi, tak lama kemudian yang muncul adalah Madam yang telah duduk di sebelahnya.


Souma sudah meminta Madam atau yang bernama lengkap Luna van Arslam untuk tidak datang ke tempat ini namun sayangnya itu percuma saja.


Dia seorang wanita berusia 30 tahunan meski begitu ia tetap terlihat muda.


"Apa ada yang kau pikirkan?"


"Tidak, hanya saja apa kau yakin akan menikahi janda sepertiku.. aku pikir kamu bisa menolaknya."


"Kurasa tak apa, Madam sudah banyak membantuku sejauh ini.. aku tidak keberatan."


"Souma, tapi hmm di umurku pasti aku yang memiliki waktu yang paling cepat.. aku sudah berumur."


Souma mengeluarkan sebuah ramuan di tangannya.


"Itu?"


"Ini ramuan keabadian aku ingin memberikan pada semuanya tapi itu akan buruk, lagipula menjadi abadi tidak selalu menyenangkan."


"Tidak, aku akan meminumnya."

__ADS_1


Tanpa ragu Madam meminumnya kemudian dia mencium Souma setelahnya.


Souma pikir bagaimana kehidupannya selanjutnya, bahkan baginya dia tidak bisa mengetahuinya.


__ADS_2