
Itu adalah kota yang terisolasi dari luar.
Gerbang tertutup sangat rapat dan kebisingan yang biasa dirasakan sebelum memasukinya telah hilang seutuhnya yang mana berubah menjadi suasana yang sunyi senyap.
Astrea menghentikan kereta satu meter dari gerbang dan Souma turun untuk melihat suasana bagian atasnya yang merupakan tembok tinggi. Biasanya akan ada penjaga di sekitar sini akan tetapi jelas tidak ada siapapun yang melakukannya.
"Jadi mereka lebih memutuskan untuk mengisolasi kota dibanding meminta bantuan dari orang luar," perkataan Astrea diselimuti kesedihan serta keputusasaan dari seorang yang tidak bisa berbuat banyak.
Di sisi lain Souma hanya memberikan pertanyaan ringan untuk mengubah arah pembicaraan.
"Berapa orang yang mati?"
"Setengah dari penduduk."
Itu bukan jumlah yang sedikit mengingat sebesar apa kota ini, Souma mengirim sedikit mana ke bawah kakinya lalu berjalan ditembok seolah dia berjalan di jalanan rata. Astrea sudah tidak terlalu terkejut dengan hal dilakukannya dibandingkan semua orang dia lebih tahu siapa Souma.
Gerbang hanya bisa dibuka dari sisi lain karena itulah Souma melakukan ini semua.
Dari gerbang yang terbuka Astrea mulai memasukan kereta bersama dirinya dan Souma melompat duduk di sampingnya.
Kota ini sudah bisa disebut kota mati, bahkan karena terlalu banyak orang mati semua orang hanya mengabaikan mayat-mayat tersebut begitu saja hingga menghasilkan bau tidak sedap serta pemandangan yang jelas sangat buruk.
__ADS_1
Tidak aneh jika penyakit tumbuh di sini juga.
Kereta mereka berhenti di tengah alun-alun dan semua orang yang tadinya hanya menunggu kematiannya berjalan mengerumuni. Beberapa dari mereka jelas akan bingung tapi saat melihat Souma mereka melakukan hal semacam memberikan penghormatan.
"Sudah kukatakan aku bukan dewa," balas Souma, dia akan merasa tidak enak dengan dewi yang dikenalnya jika dia menggantikan posisinya. Mari kesampingkan hal itu.
Astrea menyambut mereka dengan pidato miliknya yang penuh semangat.
"Jangan khawatir penduduk kota ini, kami di sini datang untuk menyembuhkan kalian... di sini ada Souma, dia pasti akan bisa menyembuhkan kalian, jadi aku minta kalian buat barisan dan biarkan Souma memeriksa kalian satu persatu."
Mereka semua sedikit memiliki harapan hidup saat satu persatu orang diperiksa oleh Souma, Pria, wanita, tua, muda semuanya dilakukan dengan profesional.
"Tolong buka matamu, sekarang mulutmu."
Baginya dia hidup dengan apa yang dia inginkan dan entah apapun yang mereka katakan tidak akan merubah takdirnya sendiri.
Setelah sepuluh orang dia periksa, akhirnya ia mencapai kesimpulan, ekspresi itu terlihat menarik Astrea untuk bertanya.
"Bagaimana?"
"Mereka semua kebanyakan kekurangan makanan tapi sisanya tidak buruk."
__ADS_1
"Apa maksudmu? Bukannya mereka terkena wabah penyakit yang menular."
Semua orang setuju dengan apa yang dikatakan Astrea tapi Souma menunjukkan ekpresi masam sekarang.
"Siapa orang bodoh yang mengatakan ini wabah penyakit, jelas-jelas kalian diracuni."
Pernyataan itu cukup membuat pertanyaan besar dibenak mereka, Souma tak ingin berlarut-larut membuat mereka penasaran jadi dia melanjutkan ucapannya.
"Di hutan ada sebuah rumput ilalang bernama Helief, sekilas tidak beracun tapi jika kau mengeringkan dan kemudian membakarnya itu menghasilkan racun yang bisa membuat orang sesak nafas, pertama rasanya seperti seseorang terjangkit asma tapi lama-kelamaan akan membuatmu kehilangan fungsi paru-paru dan jantung."
"Mustahil? Jika seluruh kota diracuni bagaimana semua orang tidak menyadarinya?"
Itu pertanyaan bagus dari Astrea.
"Kabut Lembah," balas Souma diam sejenak lalu kembali menjelaskan.
"Kota ini pada dasarnya berdekatan dengan pegunungan, jadi saat pagi hari kabut mirip awan di atas pegunungan akan turun ke bawah hingga kota ini tertutup seutuhnya, karena mendekati musim dingin kabut yang diciptakan lebih tebal dari biasa dan saat itulah sekelompok orang membakar rumput Helief dan menyatukannya dengan kabut."
Astrea terkejut dengan pernyataan tersebut hingga dia buru-buru memeriksa data yang dia terima sebelumnya.
Dia akhirnya menyadari sesuatu yang penting.
__ADS_1
Semuanya memiliki kesamaan yaitu tepat terjadinya wabah benar-benar berada di dekat pegunungan.