
Kerajaan Diamond adalah sebuah kerajaan terbesar setelah empat kerajaan lainnya, itu mencakup daerah pegunungan, laut, serta lahan yang mampu memberikan kesuburan yang mana di dalamnya memberikan hasil panen untuk penduduknya yang melimpah, membuat tidak ada siapapun desa yang kelaparan.
Distributor uang untuk pengembangan desa selalu terkirim dengan baik, dan hampir para bangsawannya merupakan pekerja yang baik. Hampir adalah kata yang pas mengingat sebuah kerajaan selalu memiliki sisi gelapnya, tak terkecuali di sini.
Di ruangan yang luas di mana seluruh jendela tertutup tirai yang mewah, sang raja hanya bisa berbaring selagi menanti kematiannya sementara putri di sebelahnya hanya meratapi ketidakmampuannya. Dia---sang putri telah mengerahkan segara cara untuk menyembuhkannya seperti mengumpulkan berbagai penyihir kuat bahkan ia meminta para pemimpin guild untuk membantunya namun semuanya selalu berakhir pada jalan buntu.
Jika begini hanya ada satu jalan.
Dia memalingkan wajahnya ke arah pelayannya yang merupakan pria dengan setelah jas serta kumis yang memutih bernama Sebastian.
"Sebastian aku akan pergi ke Dewa Alchemist."
Sebastian jelas tidak akan menerima hal itu, bagaimanpun kerajaan memiliki sejarah tidak baik dengannya.
"Mohon urungkan niat anda putri Celestrial, kerajaan pernah mengusirnya saya takut dia akan marah dan memanfaatkan situasi ini dengan permintaan anehnya."
"Tapi..."
"Walau rumor mengatakan dia baik, kita tahu seperti apa tindakannya di istana."
Mendengar itu Celestrial memiliki ekpresi rumit, seperti yang dikatakan Sebastian Dewa Alchemist sekarang atau orang bernama Souma sangatlah berbeda dari yang dia pikirkan.
Ketika itu putri Celestrial memanggil beberapa pahlawan dari dunia lain termasuk Risela di dalamnya, selain mereka Souma lah yang tidak menunjukkan antusiasnya.
__ADS_1
Saat putri bertanya, ada apa? Dia akan berkata, dadamu sangat besar apa aku boleh memainkannya atau sekedar memberikan pelecehan verbal lainnya, dia juga sangat malas dan terkesan lemah.
Celestrial dan ayahnya akhirnya berkata untuk mengeluarkannya ke istana dan anehnya saat itu Celestrial memiliki perasaan janggal, ia terus menatap punggung Souma yang berjalan keluar gerbang seolah dia baru kehilangan sesuatu yang berharga.
Ia marah.
Benar.
Ia benci dilecehkan.
Benar.
Tapi kenapa ada sesuatu yang berbeda.
Kenapa semua itu terkesan seperti sebuah permainan.
Ia orang malas tapi selalu bersikap santai bahkan dalam pertempuran besar seolah dia terlahir dalam peperangan yang jauh mengerikan.
Tidak, aku jelas tidak boleh terpengaruh.
Saat itu Souma berbalik untuk melihat putri yang menatapnya, untuk pertama kalinya Souma terlihat begitu berbeda, ia tidak memiliki pandangan mesum melainkan pandangan yang dipenuhi rasa kesepian seolah dia telah banyak kehilangan hal dari dunia ini.
Meski begitu dia tampak bergumam sesuatu padanya. Putri sebisa mungkin untuk mengetahuinya dari pergerakan mulutnya.
__ADS_1
Dan perkataan itu adalah.
"Maaf merepotkan, semoga anda sehat-sehat saja."
Itu bukanlah perkataan yang akan dia dengar dari orang dengan reputasi yang buruk, ketika Celestrial ingin menghentikannya semuanya telah terlambat dan sekarang dia ingin menebus hal itu.
"Sebastian jika dia ingin menghamiliku aku akan bersedia untuk melakukannya."
"Putri Celestrial?" perkataan Sebastian dipenuhi keputusasaan.
Dia sudah bekerja untuk kerajaan lebih lama dari siapapun, baginya tuan putri sudah dia anggap sebagai putrinya sendiri.
"Tak apa, dibanding empat kerajaan yang berusaha menjodohkan putranya denganku aku pikir dia jauh lebih baik, hal terpenting untuk dilakukan sekarang adalah menyelamatkan ayahku."
Sebastian akhirnya menyerah.
Raja adalah orang yang terlalu baik, dia tidak memiliki selir ditangannya, setelah kepergian istrinya ia tidak menikah lagi dan hanya fokus untuk pekerjaan serta membesarkan putri tunggalnya.
Itu adalah kisah ayah yang bisa menarik puluhan jutaan orang jika diadaptasi menjadi sebuah novel.
Seorang raja yang tidak bisa kau temukan di manapun.
Sebastian membungkukan badannya.
__ADS_1
"Saya mengerti, saya akan menyiapkan keretanya."
"Terima kasih."