Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 194 : Dunia Yang Dipenuhi Pedang


__ADS_3

Perlahan luka di tubuh Bertovo mulai menutup kemudian sembuh dalam waktu singkat, hal itu terjadi tidak semata-mata terjadi sendirinya melainkan pengaruh dari botol potion yang barusan diminumnya.


Itu bukan sebuah ramuan yang dibuat Souma akan tetapi sesuatu yang dibuat dari pihak gereja, suatu hari di masa lalu Souma pernah dikunjungi mereka (Kultus) saat memaksakan dirinya berjualan sebagai pedagang keliling. Mereka hendak menangkap Souma di awal namun Souma memilih untuk mengambil jalur aman yaitu dengan memberikan resep obatnya sebagai jaminan.


Walau potion itu hanya berada di pertengahan efeknya cukup baik.


Bertovo menyeringai, kemudian melesat maju, Souma melompat untuk menghindari serangan tersebut sebelum mata dari ujung pedang bisa mengenainya.


Dia membalas dengan tebasan atas dan Bertovo menepis ke samping sebelum membalikan serangannya dari atas ke bawah.


Itu bukan sesuatu yang tidak bisa ditahan Souma jadi dia menahannya dengan sarung pedang dan memutar pedangnya untuk memenggal kepala musuhnya.


Kepalanya terbang hanya saja sebatas sebuah bayangan yang diciptakan dari sihir, Bertovo yang lain mulai bermunculan mengayunkan pedangnya demi menciptakan bilah angin yang menerjang secara bersamaan.


Walau terlihat sama dengan Pandora lakukan, mereka hanya ilusi dan setiap ilusi hanya memiliki satu yang nyata.


Souma menyarungkan pedangnya dan itu menciptakan hembusan yang membelah udara, melenyapkan ilusi seperti sebuah permainan anak-anak.


"Apa?"


Souma mengabaikan keterkejutan musuhnya untuk memberikan gaya tusukan pedang, dengan baik Bertovo menahannya kemudian berusaha mengimbangi permainan pedang Souma yang terbilang cepat.

__ADS_1


Setiap dia menangkis tebasan tersebut, akan ada sesuatu yang terbelah sebagai bayaran, Souma berputar dan dengan tendangannya dia membuat Bertovo menerobos tiga bangunan sekaligus, memuntahkan darah dengan nafas yang memburu.


"Cih, aku tidak ingin menggunakan hal ini tapi tak ada pilihan lagi."


Bertovo mengambil sebuah pil dari balik pakaiannya.


"Aku pikir jika kau memakannya tubuhmu akan meledak," mendengar perkataan Souma, dia tertawa.


"Ini berbeda dari yang kami berikan pada orang-orang lemah, pil ini telah sempurna dan dapat dikonsumsi tanpa efek samping."


"Itu cukup mengejutkan."


"Ini adalah tingkat pertama dari pil ini."


"Kalau begitu kenapa tidak coba beralih ke tingkat lebih tinggi," Souma sudah berada di depan wajahnya selagi mengayunkan pedangnya.


Itu ditahan baik dari depan menciptakan getaran udara yang memecahkan area sekeliling termasuk jendela pertokoan yang mulai pecah bersamaan.


"Haha, bukannya ini hebat bukan, Scarlett Evergarden menghabiskan waktunya untuk menciptakan ras manusia terkuat tapi kami dengan mudah melakukannya."


Tangan Bertovo mencengkeram wajah Souma lalu melemparkannya menembus lima bangunan sekaligus, dia berjalan mendekat sebelum menyatukan tangannya seperti seorang yang berdoa.

__ADS_1


Souma lebih terkejut dengan itu.


"Bagaimana kau bisa menggunakan teknik dari 12 kesatria suci?"


"Aku pernah berada di sana dan termasuk kandidat orang yang akan masuk ke dalam kesatria suci, sayangnya aku memilih untuk keluar."


"Keluar?"


"Kesatria suci lebih kuat dariku, aku sadar jika aku berada di sana kemungkinan besar aku akan dibunuh."


"Pantas saja kau memiliki potion dari sana, kupikir kekaisaran bekerja sama dengan kalian."


"Itu jelas mustahil."


Bertovo melanjutkan.


"Magic Creator, Lintas Dunia, Ruang Seribu Pedang."


Bersamaan perkataannya kegelapan menelan semuanya dan saat Souma sadari dia berada di sebuah tanah tandus dengan langit merah yang mana di sekelilingnya diisi seribu pedang berbeda.


"Sejak dulu karena inilah aku tidak ingin melawan kesatria suci."

__ADS_1


__ADS_2