Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 153 : Sebelum Pertemuan


__ADS_3

Beberapa saat sebelum Souma dipindahkan Lilith tengah duduk di atap toko selagi mengawasinya semuanya dengan mata iblisnya yang bisa melihat apapun yang dia inginkan hanya dengan menandai seseorang.


Bahkan saat matahari berada di atas kepalanya, matanya yang bersinar terlihat begitu jelas. Keduanya berhubungan dengan sebuah telepati.


(Bagaimana Lilith?)


(Tuan sepertinya dibawa ke berbagai tempat agar tidak ada yang mengikuti)


(Seberapa jauh?)


(Satu Benua)


Lilith dengan jelas melihat semua kejadian tersebut dengan mudah, area pandangannya kini berubah menjadi padang rumput hijau sesuai dengan pandangan tuannya yang sekarang, di sekitarnya ada beberapa kursi dan juga meja yang semuanya terisi oleh penyihir.


Banyak ikan di sana yang berenang di atas langit seolah mereka berenang di lautan bebas.


(Jadi begitu)


(Apa kau tahu sesuatu?)


(Tuan berada di perbatasan dunia antara dunia ini dan dunia bawah, dari yang aku lihat ada satu penyihir yang mencoba menghancurkan perbatasan itu, jika hal itu terjadi maka iblis dari dunia bawah akan membanjiri dunia ini)


(Jelas sangat berbahaya, apa kau bisa melakukan sesuatu Lilith?)


(Mirip seperti bom waktu itu tidak bisa dibatalkan, akan tetapi aku bisa menundanya agar tidak meledak dalam waktu dekat)

__ADS_1


(Itu sudah cukup, salah satu penyihir jelas sudah memberikan jawaban sebelum pesta teh ini dimulai)


(Semoga beruntung tuan, sepertinya salah satu penyihir telah mengetahui pembicaraan kita)


Telepati mereka terputus dalam waktu singkat.


Di depan mata Souma semua penyihir menunjukan ketertarikannya.


"Tak kusangka penyihir rembulan membawa seseorang yang menarik di jamuan ini," suara pertama muncul dari penyihir senja yang disusul penyihir bencana.


"Kamu benar, sepertinya dia memiliki sesuatu untuk dikatakan."


"Harusnya kamu tidak terlibat dengan penyihir kami ini sangat jahat, tapi syukurlah kamu tidak mati bahkan di dekatku," tambah penyihir kematian.


"Dia juga cukup tampan."


"Aku juga tidak bisa merasakan dosa apapun darinya," atas pernyataan penyihir pendosa penyihir rembulan memotong.


"Aku benci mengatakannya tapi Souma milikku, aku tidak akan menyerahkannya."


Tak lama penyihir senja juga berkata


"Sebaiknya kita mulai segera mungkin, anggap saja pria di sana sebagai perwakilan Lugunica."


Souma menaikan bahunya dengan lemas.

__ADS_1


"Kalian mengeluarkan hawa membunuh tapi sayang sekali itu masihlah belum cukup untuk menekanku."


"Heh, begitukah kami hanya mengeluarkan sedikit hawa kami, bagaimana jika kita tingkatkan ke batas maksimal."


Semua orang menyetujui pernyataan penyihir bencana dan sebuah tekanan mengerikan menekan seluruh area sekeliling padang rumput, ikan-ikan yang terbang di langit mulai berjatuhan dan mati hanya dengan merasakannya, tapi bagi Souma dia hanya menguap seolah itu bukan apa-apa baginya.


"Aku merasakan hal buruk."


Orang yang pertama kali merasakan sesuatu yang aneh pada Souma adalah penyihir rembulan.


"Jika kalian sebut itu tekanan membunuh, kalian sudah gagal."


Souma merubah matanya menjadi merah dan seketika hawa membunuhnya menelan seluruh hawa membunuh mereka semua. Kecuali penyihir senja, penyihir kematian dan juga penyihir pendosa semua orang muntah.


Mulut penyihir pendosa merobek menampilkan senyum dari gigi yang berjeruji.


"Orang ini sangat menarik."


Penyihir Kematian membuka acara sebagai moderator.


"Karena sudah datang aku akan membuka jamuannya, gelas-gelas melayang ke udara mengisinya dengan teh sebelum dihidangkan ke setiap orang.


Bagi Souma ini terasa aneh bahwa mereka hanya mengadakan pesta seperti ini seolah itu biasa.


"Karena ada orang baru akan lebih baik jika kita memperkenalkan nama kita."

__ADS_1


"Aku tidak keberatan."


Secara bergiliran mereka menyebutkan nama asli mereka, dimulai dari Pandora, Mia, Endaemonia, Altina, Marinna, Mikela dan terakhir Sina.


__ADS_2