Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 163 : Seorang Saint Dari Kultus Dewi Eria


__ADS_3

Satu hari sesudah pemakaman. Kematian raja telah disebar ke pelosok kerajaan yang tersisa sekarang adalah melantik pemimpin baru untuk memperkuat kerajaan, di atas menara Law dan Souma bersandar di dinding selagi menatap jauh pemandangan ibukota.


"Souma, menikahlah dengan putri Celestrial dan jadilah raja baru, kita sekarang benar-benar telah mendapatkan krisis yang cukup sulit sekarang."


Souma menghela nafas panjang.


"Kau terlalu meremehkan Celestrial, dia itu gadis kuat ia akan naik menjadi ratu dan memimpin kerajaan ini."


"Kenapa kau begitu yakin?"


"Hanya perasaanku saja."


Keterlibatan pihak kekaisaran dengan pembuatan ras kuat seperti vampir telah terjadi sejak lama, saat Marquess dan Scarlett bekerja sama Marquess waktu itu memberikan data penelitian juga ke pihak kekaisaran. Meski waktu itu Scarlett telah menghancurkan penelitiannya sepertinya pihak kekaisaran telah menyelesaikannya sendiri.


"Halo, halo, kalian pasti sudah lama menungguku."


Tak lama kemudian dari atas langit seekor kuda putih bersayap muncul, yang menungganginya adalah seorang wanita yang dikenal sebagai seorang Saint, dia memiliki rambut pirang yang di potong sebahu dengan gaun putih berenda di bagian bawahnya sedikit mengembang, di bagian atasnya ditutup oleh armor besi perak, di atas kepalanya juga terdapat sebuah mahkota tiara, membawa perisai dengan pola sayap dan pedang di pinggangnya.


"Yaw, kalian sedang bermesraan, apa kalian pacaran?"


Tepat dia mengatakan itu setelah turun dari kuda Souma mencengkeram wajahnya.


"Sakit, sakit, kau melukaiku Souma, aku seorang gadis perlakuan aku secara lembut."


Souma melepaskan cengkeramannya sementara gadis itu menyeka keringat di wajahnya.


"Seperti biasa kau tidak bisa diajak bercanda, aku mendukung apapun cinta termasuk sesama jenis."


"Itu artinya kau mendukung dirimu sendiri."


"Jangan mengatakannya, kalau semua orang tahu aku menyukai gadis lagi mereka akan pindah ke kultus Harmonia yang jahat."

__ADS_1


"Jadi kau benar-benar mengundangnya?"


"Walau penampilannya seperti ini, dia tetaplah Arch Priest yang dikenal sebagai Saint."


"Salam kenal komandan kesatria Lawyer van Hoster, kita beberapa kali bertemu tapi aku akan memperkenalkan diriku kembali, namaku Historia Hasel. Aku senang jika terlibat dalam pertempuran siapa yang harus kubunuh?"


Souma memukul kepala Historia dengan gerakan karate. Souma sudah mengenal Historia saat dia memutuskan berkeliling untuk menjajalkan obatnya, mereka sangat akrab.


"Jangan tiba-tiba menunjukan hawa membunuh."


"Ahaha ini karena pengaruh kultus Hormonia yang jahat."


"Kau benar-benar membenci mereka."


"Benar, tapi sebelum itu aku turut berdukacita atas kematian raja. Jadi apa yang akan kita lakukan?"


Law menjawab.


"Begitu, aku perlu menaruh kudaku di suatu tempat."


"Ikuti aku."


"Baik, tolong makanannya juga... aku sedikit lapar."


"Kau tidak terlihat seperti orang yang berduka."


"Semua orang akan mati kita juga hanya menunggu kematian itu datang suatu hari nanti."


"Begitu."


"Ngomong-ngomong aku ingin menghamili 100 gadis."

__ADS_1


"Keparat, padahal aku pikir kau saint berbudi luhur dan bermoral."


"Tak masalah bukan, aku punya impian besar soalnya... tapi kenapa mereka tidak hamil-hamil meski aku meniduri mereka."


Souma hanya melihat kepergian mereka yang menaiki pegasus dan turun ke menara. Banyak hal yang Souma harus pikirkan sekarang dan sepertinya kedamaian untuknya tidak akan muncul dalam waktu dekat.


Hal yang seharusnya dia hindari terulang lagi dan terulang lagi bahkan saat dia memutuskan untuk tidak bertarung kembali.


Seorang wanita yang mengenakan kimono merah duduk di depan Souma. Dia memiliki rambut hitam sanggul. Namun itu hanya sebatas penampilan yang ia buat.


Wajah, tubuhnya semuanya belum diketahui.


Benar, dia adalah sang dewi.


"Maaf Souma, seperti biasa aku membawamu ke dunia yang merepotkan," katanya sedikit meringis.


"Tak masalah, lagipula dari awal ini memang keputusanku. Malah aku yang harus meminta maaf karena bilang tak ingin bertarung lagi di dunia ini."


"Kau sangat baik loh."


"Jadi apa yang dilakukan Celestrial, aku tidak merasakan mananya dari kamarnya?"


"Tidak aneh kau menyadarinya, Celestrial bilang ingin mengambil hatimu kembali. Walau bersedih dia memutuskan untuk berdiri dan bertarung."


"Ia memang gadis kuat."


"Kalau begitu aku akan pamit... ah benar, perjanjian kita akan kuanggap masih berlaku, jika kau bisa menyelamatkan dunia ini aku akan mengabulkan satu permintaanmu bahkan jika kau menginginkan jadi dewa."


"Berada di ruangan putih sepanjang lama cukup membosankan."


"Kau tahu juga, lagipula itu hanya persimpangan bukan surga. Yah sesekali para dewi juga turun ke dunia agar tidak bosan bekerja terus-menerus cukup membuat stres.. Ugh, seharusnya aku tidak mengatakan itu, tolong rahasiakan."

__ADS_1


Sang dewi menghilang seutuhnya.


__ADS_2