
Mereka bisa melihat bahwa para bandit ini mengenakan zirah yang cukup mahal dan kuat serta diimbangi dengan senjata yang terlihat sama bagusnya.
Salah satu pemimpinnya berkata dengan angkuh.
"Jadi benar kalian dari kerajaan... benar-benar hari yang bagus untuk kami. Kalian pasti memiliki banyak uang bukan."
Shiji mengangkat tangannya.
"Bukannya ini bukan hari keberuntungan kalian, kami kesatria loh. Bandit selalu dihajar oleh kami dan digiring ke penjara."
Mereka tertawa.
"Itu hanya berlaku pada bandit biasa, kami ini luar biasa... kami melindungi diri dengan peralatan kelas atas dan juga keahlian kami dalam pertarungan tak bisa diragukan lagi, kami bandit yang nantinya akan menguasai dunia."
Ketika Pandora hendak membuka mulutnya Shiji menutup mulutnya.
"Sebaiknya kau tidak berusaha mengutuk mereka."
Pandora menggigit tangannya.
"Kau ini binatang buas kah, uwaaah."
Shiji berlarian ke sana kemari sementara Pandora tetap menggantung di tangannya.
"Lepaskan tanganku."
"Tidak akan."
Pemimpin bandit mendengus ke arah Stella.
__ADS_1
"Dia pasti orang payah, aku baru melihat pria sekonyol itu."
"Dia hanya kesatria sementara."
"Kesatria sementara? Apapun itu, dia hanya orang lemah, kalian semua angkat senjata kalian kemudian serang."
Shiji mengarahkan tangannya lalu berkata sebelum mereka hendak melangkah maju.
"Hell of the Abyss."
Ledakan menggema ke udara bersama seluruh bandit yang terhempas ke segala arah dan hanya menghasilkan kawah raksasa setelahnya.
"Sepertinya zirah mereka benar-benar kuat."
Semua kesatria hanya bisa melongo melihat hal itu sementara para bandit tak sadarkan diri.
"Kau benar-benar tidak ada ampun Shiji."
"Kita tidak memiliki waktu untuk menangkap mereka atau membawa mereka ke ibukota, kita akan melucuti zirah dan senjata mereka lalu tinggalkan saja."
"Baik."
Mengikuti arahan Stella semua orang mulai mengumpulkan perlengkapan mereka lalu memasukannya ke dalam cincin penyimpanan milik Stella.
"Mari bergegas."
"Baik."
Kota yang mereka tuju berada di dalam hutan, karena itulah lokasinya cukup membantu dalam penyusupan. Di atas bukit semua orang bisa melihat tembok yang mengelilinginya.
__ADS_1
"Di sana kah."
Stella membentangkan peta untuk menelusuri area yang menjadi tempat penyanderaan para penduduk kota.
Mereka tidak menempatkan sandera di satu tempat melainkan menjadi empat titik.
"Apa kita bisa mempercayai informasi tersebut?" tanya Pandora.
"Ini yang dikatakan sandera yang berhasil meloloskan diri."
Shiji menggelengkan kepalanya.
"Belum tentu hanya empat, ada kemungkinan ada satu tempat terakhir."
"Aku bisa memperbanyak diri untuk mengeceknya namun aku tidak yakin bahwa diriku yang lain bisa menyelinap tanpa ketahuan."
Stella jelas tidak akan mengambil resiko seperti itu, sebentar lagi rombongan ratu akan tiba, dia paling tidak harus bisa mengeluarkan semua sandera dan menghabisi seluruh anggota sayap kebebasan hingga mereka tidak akan muncul lagi di zaman sekarang ataupun zaman berikutnya.
"Kalau begitu biar aku saja yang menyelidiki, aku mungkin bisa melakukan sesuatu nanti dan kalian mengurus empat sisanya," ucap Shiji.
Stella melirik ke arah Pandora yang mengangguk ringan sebagai tanggapan.
"Kalau begitu tolonglah, dan empat kelompok yang sudah dibagi masing-masing akan mendapatkan peta ini."
Stella memberikan kertas ke masing-masing pemimpin kelompok.
Itu adalah peta untuk menyusuri gorong-gorong bawah tanah kota.
"Tidak akan ada menyadarinya jika kita mengambil rute tersebut, kalau begitu aku serahkan pada kalian semua."
__ADS_1
"Baik," ucap semua orang serempak.