
Hal yang dipikirkan Souma jelas sangat berbeda dengan apa yang terjadi sekarang.
Itu adalah kediaman Astrea di mana ia duduk di meja makan sementara Astrea melepaskan semua pakaiannya dan hanya menyisakan pakaian dalamnya. Ia mengambil apron yang tergantung di dinding lalu mengikatnya ke tubuhnya.
"Oi, kau membuatku takut."
"Maaf, maaf, aku hanya ingin mengajakmu kemari... hal yang kau lihat tadi hanya akting tapi aku pastikan selain yang itu sisanya asli."
Souma mendesah pelan, ia bersyukur bahwa dia tidak dihajar sekarang.
"Akan kubuatkan kau makanan dan malam ini kau menginap di sini, karena ada satu kamar mari kita tidur bersama."
"Jika kau mengatakan itu, aku tidak keberatan."
Souma lebih tahu siapa orang di depannya, dia bukan seorang yang terbawa emosi seperti nafsu atau sebagainya, dia adalah wanita yang sulit dimengerti namun saat kau mengenalnya kau akan mengerti siapa dirinya.
"Kau tidak menegurku bahkan aku melepas pakaianku."
"Ini rumahmu jadi kau bebas melakukan apapun yang kau suka, lebih dari itu... apa terjadi sesuatu?"
__ADS_1
"Aku akan membicarakannya setelah kita makan."
Souma menyetujui hal itu, dia menerima banyak olahan makanan dan dari sana dia tahu bahwa setiap hidangan yang ditaruh dimeja merupakan makanan kelas atas.
"Silahkan dimakan."
"Sikapmu membuatku benar-benar takut."
Semakin Astrea bertingkat feminim maka Souma akan merasa sesuatu mengerikan di belakangnya, karena itu mari selesaikan makanan ini dengan cepat dan masuk ke intinya, pikirnya dalam hati.
Astrea melanjutkan.
"Beberapa hari yang lalu telah terjadi wabah penyakit yang mengerikan di setiap kota, aku diminta untuk menyelidiki hal itu secara diam-diam dan kupikir aku ingin mengajakmu untuk bergabung."
"Diam-diam? Apa maksudnya kau akan menyamar atau sebagainya."
Astrea mengangguk mengiyakan.
"Ada kemungkinan beberapa bangsawan terlibat di dalamnya, keempat kerajaan yang mencoba menyerang kita dari luar tidak berhasil karena kita mendapatkan dukungan penyihir rembulan dan mereka mencoba menghancurkan kita dari dalam, aku yakin para bangsawan itu telah disuap dengan kekuasaan maupun kepemilikan tanah saat mereka menguasai kerajaan kita."
__ADS_1
"Jika aku terlibat sejauh itu maka ada kemungkinan aku harus bertarung, bisakah kau meminta orang lain saja."
Astrea menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada orang yang dipercayai selain Souma, anggap saja ini juga bisa membantu semua orang dan juga putri Celestrial, bukannya kau menyukainya."
"Aku tidak ingat pernah mengatakan itu."
"Tapi aku merasakan itu, dalam pertarungan tadi kau beberapa kali melihatnya untuk memastikan kondisinya bukan... aku tebak, kau berfikir jika kau kalah maka tuan putri akan kembali ke istana dan tempat di sana jauh lebih baik untuknya jadi dia tidak akan diincar oleh sayap kebebasan ataupun pilar dari dewa jahat, jangan remehkan koneksi guild."
"Tidak, aku tahu kau mendapatkan informasi ini dari Undine... beberapa kali dia kembali dengan perut buncit jadi aku tahu ada seseorang yang memberikannya makanan."
"Kau menganggapnya sebagai kucing liar kah."
"Apa boleh buat, aku akan membantumu sebisaku."
"Aku berterima kasih untuk itu."
Malam harinya Souma hanya menatap langit-langit kamar dengan wajah bermasalah sementara Astrea tidur di sampingnya dan menjadikannya bantal guling. Ia berusaha melepaskan diri namun itu semua sia-sia saja hingga pada akhirnya ia hanya bisa mendesah pelan selagi menutup matanya dan berkata tanpa mendapatkan balasan.
__ADS_1
"Selamat malam Astrea, seperti biasa kekuatanmu benar-benar bukan hal normal."
Souma yakin bahwa Astrea telah memiliki perlindungan ilahi dewi yang dekat dengannya, karena itulah Souma tidak bisa melawannya.