
Di luar kota, Souma dan Janet hanya bisa berdiri mematung dengan pemandangan kota yang mengerikan.
"Apa-apaan ini semua?" bahkan untuk Lugunica semuanya tidak masuk akal.
Bangunan hancur adalah hal yang paling utama, dan lebih dari itu, ratusan mayat berserakan.
Kebanyakan dari mereka mati dengan saling berpelukan membuat Janet mengutuk semuanya.
"Ini sangat keji."
Adapun Souma dia telah berlari ke arah toko sederhana miliknya dan menemukan bahwa Kozou juga telah mati bersama keluarganya.
Janet yang susah payah menyusulnya tak bisa berkata apapun lagi, apa ini yang dinamakan iblis? Makhluk keji yang tega melakukan ini semua? Tidak, jika mereka menyerang manusia. Itu mungkin terdengar wajar tapi mereka menyerang rasnya sendiri.
Souma jatuh berlutut, bagaimana membayangkan semua orang mati membuatnya frustasi khususnya tentang keberadaan keluarga Kozou.
Ia bersujud, memegangi kedua kepalanya sembari berteriak.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA."
Tangisan itu menyebar ke udara yang sepi, bahkan bagi Janet ini pertama kalinya ia melihat Souma seperti itu.
"So-souma?" panggilannya tidak pernah mencapainya
Sama seperti dunia sebelumnya, ini adalah sesuatu yang sering dilihat Souma. Sebuah jurang keputusasaan yang membuatnya menyegel hatinya.
Tak lama kemudian Rosaria muncul selagi menyeret tubuhnya dengan tongkat. Kemunculannya sangatlah terlihat mengerikan.
Ia kehilangan tangan kiri dan juga kaki kirinya, lebih dari itu dia tidak bisa melihat.
__ADS_1
"Souma apa itu kau?"
Janet menutupi mulutnya dengan air mata yang mengalir di wajahnya.
"Rosaria, kamu?"
Ketika dia hendak jatuh, Janet buru-buru menangkapnya.
"Syukurlah, kalian selamat syukurlah... di sini sangat gelap, aku benar-benar takut."
Janet hanya bisa menangis melihat penderitaan Rosaria, dia sebelumnya wanita yang ceria dan bersemangat namun saat ini dia memiliki keadaan yang bisa dibilang sangat buruk.
Rosaria menjelaskan.
"Anggota Six Seven Heaven Fall memanfaatkan pertemuanmu dengan Miyura untuk menyerang kota ini mereka sudah mengetahui rencana kita, pasukanku dan para ras viking sudah dibantai habis termasuk penduduk kota ini. Aku bisa selamat berkat Zaskiver, sayangnya dia juga..."
"Apa Miyura juga terlibat?" tanya Janet.
Souma berdiri dengan pandangan dingin, kedua matanya berubah menjadi semerah darah, bahkan tanpa ragu ia menarik tanduknya seutuhnya.
"Aku akan pergi."
Janet buru-buru menggenggam tangan Souma namun hanya sesaat sebelum dia melepaskannya.
Ia merasa bahwa Souma bukanlah Souma seperti biasanya, dia melihat sebuah kegelapan pekat dan dari kegelapan pekat itu empat mata tampak bersinar terang dengan mulut menyeringai.
Janet tersentak hingga jatuh, keringat membasahi dirinya dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Yang barusan?"
__ADS_1
Sebelum pertanyaannya terjawab, Souma sudah menghilang dengan sihir teleportasi. Dia melihat lokasi ras viking dan seperti yang dikatakan Rosaria semuanya telah mati.
Bersama bangkai kapal yang hancur mayat-mayat mengambang di sekitarnya. Warna air yang biru telah ternoda dengan darah.
"Kalian semua."
Dengan satu perkataan itu Souma kembali menghilang.
Sementara itu di dalam bar yang disewa oleh para prajurit mereka saling membenturkan gelas bir mereka.
"Bersulang atas kemenangan kita."
"Bersulang... fuwah. Kita berhasil menghabisi para pemberontak dan kita pasti akan mendapatkan bonus."
"Benar sekali, tambah minumannya."
"Bukannya kita tidak boleh membunuh rakyat sipil."
"Mereka turut terlibat maka mereka juga pantas mendapatkannya."
Ketika mereka jatuh dalam kesenangan, pintu bar meledak dahsyat seolah seseorang baru menendangnya. Tentu saja itu Souma yang berdiri di sana dengan pedang di tangannya.
Salah satu orang mendekat untuk memperingatinya.
"Apa-apaan kau ini, cepat keluar kami sudah menyewa."
Sebelum dia menyelesaikan perkataannya, ujung pedang yang tajam telah menembus mulutnya hingga keluar dari kepalanya.
Semua orang menjerit saat kepala itu dibelah jadi dua bagian.
__ADS_1
"Kalian semua para prajurit akan mati."