Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 283 : Memulai Bisnis


__ADS_3

Walau pabrik telah dihancurkan itu tidak membuat banyak orang bahagia, pada dasarnya sungai mereka masih tercemar dan orang-orang masih dalam keadaan terpuruk karena penyakit mereka, meski demikian.


"Silahkan ambil obat ini, untuk hari ini gratis."


"Ayo kemarilah... sekarang gratis dan besok hanya perlu 100 Jewel untuk mendapatkannya."


Di depan toko Souma yang baru buka hampir seluruh penduduk kota telah mengantri untuk mendapatkan obatnya, tokonya sendiri telah mempersiapkan ini sehari sebelumnya agar semua orang bisa mendapatkan obatnya, dibantu seluruh keluarga Kozou mereka menyalurkan obat serta makanan untuk mereka bawa pulang.


Janet memukul bahu Souma.


"Kerja bagus Souma, kau benar-benar seorang dewa."


"Ugh... sudah kubilang aku hanya manusia."


"Setelah melihat bagaimana kau bertindak aku ragu mengatakan kau manusia."


"Itulah Souma," potong Lugunica bangga.


Setelah mengubah keadaan kota ini, mereka akan melakukan sesuatu pada sungainya dan juga kota-kota lainnya di perbatasan.


"Ngomong-ngomong Janet, bagaimana kau bisa meledakan pabriknya dengan cepat."


"Kau baru menanyakannya, aku dapat bantuan dari seorang kurcaci, aku rasa saat ini dia dengan temannya sudah mengarungi laut dan bertemu dengan keluarga mereka."


"Begitu, aku akan membuat obatnya lagi, tolong bahannya."


"Dimengerti, jangan lupa soal bayaranku."

__ADS_1


Souma meringis dengan ekpresi berlebihan.


"Dasar iblis, padahal kota sedang dilanda krisis tapi kau malah minta bayaran."


"Oi, apa itu sikap dari pemilik toko, hal itu dan hal ini jelas berbeda."


"Aku hanya bercanda, kau akan dapat bayaran pantas nanti."


"Itu baru membuatku bersemangat."


Setelah kepergian Janet dan Lugunica, Souma kembali ke ruangan pembuatan obat tak hanya dirinya dia juga mengajak Kozou untuk membantu serta mengajarinya.


Dia sekarang sedang membual bagaimana kotanya bernama kota Ronna menjadi kota besar dalam pembuatan obat-obatan.


Tentu saja yang dia dapat dari bualan itu adalah sebuah pukulan ke ubun-ubun.


Entah sejak kapan kini Souma dipanggil demikian olehnya.


"Berhentilah membual dan cepat olah obatnya."


"Aku tahu, aku juga sesekali ingin bermimpi."


Souma memperhatikan bagaimana Kozou memasukan setiap bahan yang dia pelajarinya ke dalam sebuah batu penggiling kemudian memerasnya hingga air yang dihasilkannya dimasukan ke dalam botol-botol yang sudah disiapkan.


"Ini hanya ramuan tingkat menengah jadi kau masih perlu belajar."


"Baik master."

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan pergi dulu, jadi tetap lanjutkan semua ini."


"Iya."


Souma menghilang dan muncul di belakang seorang pria yang dari tadi memata-matai tokonya.


Dia menempatkan pedang di lehernya.


"Kau cukup berani untuk mengawasi kami."


"Bagaimana bisa kau?"


"Bawa aku ke pemimpinmu atau kepalamu kutebas."


Aura yang diberikan Souma begitu mengintimidasi hingga bahkan iblis sendiri takut padanya. Baru saja dia membuka tokonya beberapa orang sudah tertarik padanya.


Di dalam sebuah bar seorang wanita dengan rambut panjang hitam acak-acakan tertawa terbahak-bahak, dia duduk di meja dengan paha terbuka dan pakaian yang tidak pada tempatnya, tetesan bir jatuh pada belahan dadanya yang menggairahkan.


Di saat yang sama ekor berbentuk hati tampak bergoyang di belakangnya. Benar, dia adalah Succubus.


"Tambah lagi minumannya."


Ia memiliki dua tanduk namun satu tanduknya jelas telah patah oleh sebuah pertarungan. Ketika dia mengarahkan pandangannya dia menemukan anak buahnya telah diseret oleh seorang pria.


Anak buahnya yang berada di sekitarnya segera menempatkan tangan mereka di atas senjatanya namun dengan hanya intimindasi mereka semua jatuh berlutut, itu adalah sebuah ketakutan yang mengerikan yang berasal dari sebuah aura membunuh.


Yang masih tak terpengaruh hanyalah wanita yang duduk di atas meja tersebut.

__ADS_1


"Hoh, kau benar-benar menarik, sama seperti yang dikatakan Zaskiver," kata si wanita menyeringai sadis.


__ADS_2