
Or adalah seorang ilmuwan gila dan satu lagi adalah wanita bertopeng besi bernama Dara, keduanya memiliki kekuatan besar yang membuat penyihir senja merekrut keduanya dalam bagian organisasinya.
Walau penyihir senja menciptakan sayap kebebasan hanya demi sebuah kesenangan saat melihat bagaimana satu sama lain saling membunuh, mereka berdua dengan tulus mengikutinya, alasannya sederhana karena mereka haus akan darah.
Ketika masih kecil wajah Dara rusak karena kebakaran, anak-anak seumurannya mengejeknya dan ia mulai memasang topeng di wajahnya. Saat itu keberadaannya tidak pernah diakui dan ketika remaja dia mengetahui bahwa orang yang membakar rumahnya adalah saingan bisnis ayahnya, mereka tidak berniat membunuhnya namun itu berakhir dengan kematian kedua orang tuanya.
Sebagai balas dendam, Dara melatih dirinya menjadi pembunuh lalu membunuh semua orang yang terlibat dalam pembakaran tersebut saat itulah dia sudah tak bisa dihentikan lagi, di sisi lain Or tadinya merupakan seorang ilmuwan yang bertugas untuk mengembangkan alat-alat agar mempermudah manusia dalam kesehariannya namun seiring waktu dia menjadi bosan hingga akhirnya mulai membuat ekprerimen dengan manusia, banyak orang mati di tangannya tak terkecuali anak-anak, wanita atau lansia mereka diperlakukan sebagai objek yang bisa dia buang begitu saja.
Dia merobek tubuh mereka, mengeluarkan isi jeroan mereka lalu meledakannya seolah itu sesuatu yang normal, sama seperti penyihir mereka berdua dipenuhi kegilaan.
Or mengambil tabung botol dibalik pakaiannya lalu meminum isinya seperti sebuah sirup.
"Sepertinya rasanya tidak terlalu enak," Shiji memberikan tanggapan hingga perutnya disikut oleh Stella.
"Tetap fokus."
"Hihihi, kalian memiliki tubuh kuat setelah jadi mayat aku akan bersenang-senang dengan kalian."
"Mungkinkan dia tidak normal, dia pasti orang yang suka memperkosa mayat, Stella bukannya itu mengerikan."
"Berhentilah memberikan dia tanggapan aneh, ini bukan waktunya untuk membuat lawakan."
__ADS_1
"Kalian semua terlalu serius."
Stella menarik rapier di tangannya dengan sikap siaga saat melihat perubahan terhadap Or, tubuhnya mulai merobek pakaiannya lalu bertambah besar kemudian merubah dirinya seperti seekor Orc dengan warna gelap.
Dia berjalan dengan kaki dan tangannya.
Di sisi lain Dara melompat ke atas lehernya untuk mengendarainya seperti sebuah hewan peliharaan.
Itu kombinasi yang jarang terlihat oleh siapapun. Rantai muncul dari mulut Or yang seutuhnya dipegang oleh Dara sebagai pengendali.
"Kalian akan mati di sini?"
Raungan Or terdengar saat tubuhnya menerobos tembok tersebut.
"Lebih kuat dari yang kubayangkan."
"Tunggu, apa yang kau lakukan?"
Shiji memegangi kerah Stella lalu membawanya melompat ke udara tepat saat kedua musuhnya menerjang.
Or membuka mulutnya untuk menembakan sebuah sinar laser, Shiji mengikat tangan dan kakinya dengan sebuah sulur tanaman yang muncul di bawah kakinya sehingga serangan tersebut meleset ke samping.
__ADS_1
"Bagaimana dengan ini? Hell of the Abyss," katanya demikian.
Api membakar seluruh keberadaan keduanya, Shiji mendarat di tanah kemudian dipukul oleh Stella.
"Jangan sembarangan menyentuhku, aku sudah bersuami."
Shiji berfikir siapa pria yang mau menikahi wanita kasar seperti ini, padahal dia baru saja menyelamatkannya.
Tak lama kemudian api yang dibuat olehnya telah menghilang, kecuali Or sosok Dara tidak berada di sana.
"Kemana satunya lagi?" tanya Stella dan secara tiba-tiba saja, wajahnya termasuk wajah Shiji dicengkeram oleh tangan wanita besi.
Stella meronta-ronta namun perlawanannya sia-sia hingga dia dilemparkan menabrak bangunan, untuk Shiji sendiri Dara menghantamkannya jatuh ke tanah menciptakan kawah raksasa setelahnya.
Bekas kehancuran yang mengerikan adalah hal yang ditampilkan di tempat ini.
"Benar-benar kejam, orang-orang di tempat ini sangat brutal."
Akibat perkataannya, wajah Shiji kembali didorong jatuh hingga meledakan serpihan material tanah ke udara.
Kakinya di atas sementara kepalanya di bawah.
__ADS_1