Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 152 : Undangan Pesta Teh Para Penyihir


__ADS_3

Jika membuat parfum itu akan sedikit mengganggu saat digunakan di menara terlebih itu juga akan menarik banyak monster untuk mendekat. Souma harus membuat sesuatu yang harum tanpa anda efek apapun hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk membuat sebuah salep aroma terapi.


Salep tidak akan menyebar ke udara karena bentuknya bukanlah gas.


"Uwaahh aroma buah-buahan."


"Kalian bisa ambil masing-masing satu, tak masalah jika kalian mau mengoleskannya di pakaian untuk menambah harumnya."


"Terima kasih banyak."


Souma hanya melambaikan tangan saat kepergian mereka semua.


"Mereka sangat feminim untuk jadi petualang."


"Aku juga berfikiran sama, Anna bukannya gaunmu cukup terbuka?"


"Ini daya tarik dewasa, yang lainnya juga mulai berpenampilan seperti ini."


Souma jelas baru menyadarinya.


"Kalian sengaja menunjukan belahan dada dan bahu kalian."


"Ini adalah rehabilitasi agar Souma memiliki sebuah dorongan untuk melecehkan kami nanti."


"Entah kenapa kalian memiliki sesuatu pemikiran yang salah di sana."


Tak lama seseorang mendekat ke arah keduanya, karena mengenakan jubah coklat mereka tidak bisa mengetahui wajahnya akan tetapi mereka tahu bahwa ia seorang gadis kecil.


Risela, Asetasius bahkan Scarlett mewaspadainya dan siap menyerangnya jika itu akan berubah menjadi berbahaya.


"Yo Souma lama tak bertemu... di sini sangat ramai sekarang."


"Bisakah kau menyembunyikan niat membunuh itu, Pandora."


"Aku hanya ingin mencoba bersenang-senang sedikit."

__ADS_1


Saat tudung miliknya dibuka rambut perak miliknya berayun ke samping. Semua orang menahan nafasnya.


"Jadi ini kekuatan penyihir sesungguhnya."


"Kamu terlalu berlebihan Asetasius, hal seperti ini bukan apa-apa bagi kami."


"Bagaimana dia mengetahui namaku?"


"Aku bisa membaca ingatan semua orang meskipun aku jarang menggunakannya."


Souma mendesah pelan ia sudah tahu tujuan Pandora kemari.


"Sepertinya kau sudah mengetahuinya, aku ingin menjemput Souma untuk pergi ke pesta teh para penyihir."


"Rasanya acara itu sangat berbahaya aku akan ikut dengan Souma."


"Aku juga."


Undine dan Celestrial turut memberikan pendapatnya namun Souma jelas melarang hal itu jika dari mereka bertemu dengan penyihir kematian mereka akan langsung mati hanya di dekatnya.


"Kalau begitu tutup matamu dengan ini."


"Kau tidak ingin membiarkanku tahu lokasinya."


"Itu salah satunya, bahkan meski kau menandainya dengan sihir teleportasi kau tidak akan bisa pergi ke sana lagi."


Bagi Souma itu bukanlah hal menyulitkan namun ia berfikir untuk tidak terlalu menunjukkan kekuatannya.


Souma menerima sebuah kain untuk menutup matanya sementara Pandora memegangi tangannya lalu membantunya berjalan di depan.


"Kalau begitu tolong jaga tokonya."


"Baik."


"Mereka terlalu baik bahkan mereka tahu tidak akan mengalahkanku tapi masih saja ingin ikut, seharusnya kau sudah menikahi mereka."

__ADS_1


"Masih banyak yang harus kulakukan sebelum itu."


"Begitu."


"Ngomong-ngomong kenapa aku merasakan hal lembut di tanganku."


"Karena kau sedang menyentuh dadaku."


"Kau mempermainkanku."


"Cuma bercanda, terlalu serius juga tidak menyenangkan kau tahu?"


"Lalu bagaimana dengan Law?"


"Aku memintanya untuk menunggu beberapa hari sebelum menyerang basis gereja."


"Dia benar-benar serius melakukannya."


"Aah, aku juga punya masalah dengan uskup agung karena itu aku juga akan ikut bertarung."


Jika ada Pandora di kubu Law, dia tidak perlu mengkhawatirkannya.


"Jangan bilang kau menganggapnya sebagai teman atau sebagainya."


"Tidak begitu juga, aku pikir akan jadi kerugian besar jika orang yang jujur mati begitu saja."


"Haha benar sekali, kalau begitu kita pergi sekarang."


Souma mengetahui bahwa dirinya telah berpindah tempat, pijakan tanahnya jelas bukan di sebuah lantai batu, ia merasakan aroma rumput dan hembusan angin yang melewatinya sebelum akhirnya dia duduk di sebuah kursi dan ada meja panjang juga yang membatasi semua orang.


"Sekarang kau bisa membukanya."


Souma melakukan seperti apa yang dikatakan Pandora dan dalam sekejap ia bisa melihat tujuh penyihir di depan matanya.


"Selamat datang di pesta teh para penyihir, Ayanokyojin Souma," ucap Pandora dengan senyuman misterius di wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2