
Perlu seseorang untuk menjaga toko tetap beroperasi, Souma akhirnya mengajak Anna dan Celestrial untuk ikut bersamanya.
Kunjungan seperti ini akan berguna bagi keduanya. Di sisi lain Anna seorang pemimpin ras iblis dan di sisi lain Celestrial pemimpin kerajaan Diamond. Ini merupakan pembelajaran untuk keduanya.
Wanita yang mengatasnamakan Stelfania merubah dirinya menjadi seekor naga biru hingga muat untuk ditunggangi tiga orang sekaligus. Bagi Celestrial ini adalah sesuatu yang menakjubkan.
Ia bahkan tidak bisa menyembunyikan kesenangannya saat mereka melewati deretan awan putih dan melihat seberapa tinggi mereka terbang.
"Lihat Souma di bawah sana."
Pemandangan danau yang dihiasi oleh gunung-gunung tinggi memang sangat indah, Souma juga berfikiran hal sama terlebih mungkin pemandangan itulah yang di inginkan Anna bagi negaranya.
Ketika ramuan Souma siap dia akan mempersembahkan hal sama baginya, setelah beberapa jam mereka sampai di sebuah gunung terbuat dari batu terjal, dari sini Stelfania meminta mereka untuk memegangi dirinya lebih erat sementara dia terus terbang ke atas.
"Uwaaahh... ini menakutkan."
"Benar."
Hanya Souma yang menatap datar dengan wajah kantuknya.
__ADS_1
Gunung ini sangat tinggi melebihi awan dan juga begitu besar, namun di bagian ujungnya tidak runcing melainkan datar yang mana diisi oleh banyak rumah yang bisa dibilang disebut sebagai negara namun semua orang lebih menamainya sebagai kota naga.
Kota naga adalah kota yang dibuat oleh naga suci Lugunica, saat dia menikahi seorang pria dari ras manusia dia akhirnya membuat ini semua. Empat naga Crimson adalah keturunannya.
"Tak kusangka para naga lebih suka dalam wujud manusia," ucap Souma yang dibalas ringan Stelfania.
"Ini membuat kami memiliki banyak ruang ketika bersama yang lainnya."
Itu masuk akal, jika mereka dalam wujud naga rumah sebesar apa yang mereka butuhkan untuk tinggal, membayangkannya juga mustahil.
Ada sebuah mansion berada di tengahnya saat mereka turun tiga naga menyambutnya.
Kedua adalah gadis kecil dengan rambut hitam dan putih yang tampak memiliki kesamaan satu sama lain dengan rambut panjang berponi, mereka berdua Black Crimson dan juga White Crimson.
"Akhirnya kita bisa bertemu lagi, sebuah kehormatan bahwa tuan Souma mau datang kemari, apa kakakku tidak melakukan apapun padamu? Walau dia terlihat lembut di sebenarnya wanita.... guakh."
Sebuah pukulan menghantam Red Crimson, hingga dia bersuara aneh.
Kasar adalah kata yang tepat untuk mengisi titik-titik tersebut.
__ADS_1
"Jangan dengarkan dia, dia hanya berusaha mengatakan hal konyol."
Souma, Anna dan juga Celestrial tidak bisa mengatakan apapun lagi sementara kedua gadis kembar mulai memperkenalkan diri.
"Namaku Raina"
"Dan aku Rania, terima kasih sudah datang kemari.. jika berkenan silahkan ikuti kami, kalian pasti lelah setelah perjalanan panjang kami akan memanjakan kalian semua."
Nama mereka hanya sedikit beda penempatan saja.
"Ah iya."
Raina hitam dan Rania putih, ketiganya penasaran seperti apa mereka dalam wujud naga, mungkin itu akan terlihat seperti bayi naga atau sebagainya yang menggemaskan.
Untuk Red Crimson dia memperkenalkan dirinya sebagai Silguard.
Nama yang jarang ada di dunia manusia pikir semua orang saat memasuki ruangan luas yang berisi meja mewah bertabur segala makanan enak di atasnya.
"Jangan malu, anggap saja ini rumah sendiri," ucap Stelfania yang mendapatkan anggukan kecil sebagai jawaban.
__ADS_1
Tidak ada pelayan di sini dengan kata lain mereka menyiapkannya sendiri.