Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 159 : Sang Putri Dan Sang Dewi


__ADS_3

Souma mendengar sebuah ketukan dari pintu kamarnya dimana yang berdiri di sana adalah Celestrial yang mengenakan piyama putih berenda selagi memeluk bantal guling.


"Hari ini aku tidak bisa tidur, bolehkah aku tidur bersama Souma."


"Tentu saja, silahkan masuk."


Souma hampir tidak menunjukan ekpresi yang diinginkan oleh Celestrial, itu sedikit mengecewakan tapi Celestrial tidak menyerah lalu ia melompati ke ranjang empuk selagi memamerkan paha putihnya.


"Souma cepat tidur di sebelahku."


"Kau bertingkah seperti ini kamarmu."


"Tak apa kan."


Keduanya tidur bersebelahan dengan jarak yang begitu dekat. Secara perlahan Celestrial menurunkan ikatan piyamanya ke dada meski demikian Souma memilih mengabaikannya.


"Dulu ketika aku kecil aku sering tidur dengan mama saat aku tidak bisa tidur, semenjak mama tidak ada aku kesulitan dan selalu terjaga sampai pagi."


"Begitu, jika Celestrial tidak bisa tidur tidak masalah untuk kita tidur bersama seperti ini."


"Tolong jangan mengatakannya aku menjadi malu."


"..."


"Ngomong-ngomong Souma aku sejak dulu sangat penasaran kenapa kamu tidak bereaksi dengan tubuh wanita?"


"Apa pertanyaan itu harus aku jawab."


"Benar, aku penasaran."


Souma mendesah pelan lalu melanjutkan.


"Aku meminta dewi agar menyegel hatiku hingga aku tidak bisa menyukai siapapun."

__ADS_1


Celestrial jelas terkejut dengan hal itu, ia telah mendengar bahwa Souma telah berpegian ke berbagai dunia, namun jika menyangkut hatinya yang disegel ini jelas pertama kalinya.


"Ketika hatimu disegel maka nafsu seksual juga akan hilang."


Dan Celestrial menangis.


"Kenapa kau menangis?"


"Bukan apa-apa kau tidak bisa melakukan itu dengan semangat."


"Maksudnya?"


"Lupakan saja, jika aku bertemu dengan dewi itu aku akan memintanya mengembalikanmu sedia kala kalau perlu sambil marah-marah."


"Ini permintaanku jadi tak masalah."


"Tapi ini permintaanku."


"Bukannya kau terlalu memaksa Celestrial."


"Sebenarnya aku tidak ingin jatuh cinta lagi banyak hal berharga yang telah direnggut dariku namun jika aku bisa jatuh cinta lagi aku akan memilihmu untuk jadi orang pertama yang kucintai."


Celestrial terdiam dengan wajah memerah.


"Kudengar Souma juga bertunangan dengan nona Symponia dan Stella, bagaimana dengan yang lainnya apa Souma mau menikahinya."


"Jika Celestrial tidak masalah aku tidak keberatan."


"Aku tidak ingin memonopoli Souma sendiri jadi jelas aku tidak keberatan. Kalau begitu aku akan menemukan dewi itu."


"Bukannya kau terlalu bersemangat."


Pada tengah malam Celestrial terbangun dari tidurnya, ia pergi ke toilet dan saat dia kembali dia menemukan sebuah penampakan di meja.

__ADS_1


"Hantu."


"Aku bukan hantu," perkataannya segera dibantah dengan cepat.


Penampakan itu merupakan seorang gadis kecil dengan gaun gothic, rambutnya hitam bergelombang dengan bibir ungu serta kuku yang dicat berwarna serupa.


"Mau minum teh bersama?"


"Apa aku mengenalmu, mungkin kau anak hilang dan juga menerobos rumah orang itu tidak sopan."


"Aku bukan anak hilang, untuk saat ini aku memang berwujud seperti ini."


"Wujud?"


Dengan ragu Celestrial duduk di depannya selagi meminum teh hangat.


"Aku adalah sang dewi, aku yang membawa Souma ke berbagai dunia."


"Jadi kau dewi yang kejam itu, aku mau protes."


"Dewi kejam kah sepertinya itu memang benar. Tapi aku melakukannya agar Souma tidak sedih dia kehilangan seorang yang berharga dan itu membuatnya depresi padahal dari awal aku sudah memperingatinya."


"Lalu kenapa kamu menuruti permintaannya untuk menyegel hatinya."


"Aku tidak punya pilihan lain, ini mungkin terdengar egois tapi berkat itu Souma bisa mencapai titik ini dan menyelamatkan banyak orang. Aku juga banyak dibantu olehnya dalam pekerjaanku sebagai dewi."


"Jika Souma menyelamatkan orang lain lalu siapa yang akan menyelamatkannya."


Atas pernyataan Celestrial sang dewi tersenyum tipis.


"Ekpresi wajah yang bagus, bagaimana jika kau mencoba mengembalikan hati Souma kembali bukannya kau cukup bergairah untuk melakukan itu."


"Ugh... aku ketahuan."

__ADS_1


"Karena aku dewi."


__ADS_2