
"Yah, aku mengantar barang ke sekitar desa tapi tahu-tahu malah tersesat ke kota terdekat."
"Kenapa bisa coba?" teriak Souma.
Risela baru kembali ke toko dan mengatakan pengalamannya saat dia melihat putri serta pelayannya yang memiliki wajah kesulitan.
"Apa terjadi sesuatu? Oh, Tako kau tampak imut."
Orang ini tak bisa diandalkan, pikir Souma dalam hati sebelum akhirnya meminta Anna yang bertugas dalam pengiriman sementara waktu dan menempatkan Risela di toko saja.
Ia berpikir untuk memiliki kurir ke depannya tapi itu bisa dipilih nanti.
Demi menyelamatkan raja, Souma akan pergi ke ibukota dia juga telah mengikat Seril dengan tali serta pakaian milik Risela agar bisa diintrogasi oleh kesatria kerajaan nantinya. Souma duduk di samping Celestrial serta di depan Seril di dalam kereta sementara Sebastian menarik tali pengekang dan mereka mulai meninggalkan desa.
Di sepanjang jalur yang lancar mereka akhirnya menemukan diri mereka di depan sebuah kota besar yang menjadi ibukota kerajaan Diamond.
Para penjaga membungkuk rendah memberikan jalan untuk kereta mereka agar sampai ke depan gerbang istana, Souma telah meninggalkan tempat ini sejak lama dan setelah sekian lama dia kembali ke sini tentu tidak ada nostalgia yang mengharukan di dalam sana.
Sebastian menyerahkan Seril untuk dibawa ke penjara sebelum akhirnya ketiganya pergi ke kamar raja, di sana pria itu terbaring tak sadarkan diri.
"Bagaimana dengan keadaan ayahku?"
Souma menggunakan skill penilainya dan menemukan masalahnya dengan cepat.
"Hmm... kurasa dia memang terkena racun, ini racun yang diambil dari ekor kalajengking, siapapun yang melakukannya mereka cukup ahli di bidangnya."
Kalajengking biasa hidup di daerah gurun pasir, selain sulit menemukan mereka hewan tersebut juga sangat tangguh untuk dikalahkan.
Sebastian yang tak terlihat berminat kini menaruh banyak minat pada Souma.
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa menyembuhkan yang mulia?"
"Mudah saja bagiku."
Souma mengeluarkan sebuah botol dari sihir penyimpanannya, itu bukan potion yang sering dia jual melainkan terkesan lebih kecil dari siapapun.
"Apa itu?" keduanya memiliki pertanyaan yang sama.
"Ini adalah Exilir, aku membuatnya dari daun teratai suci yang diekstrak dengan beberapa tanaman herbal lainnya."
"Teratai suci?" wajah Sebastian memucat, konon teratai itu bisa didapatkan setelah menembus wilayah peri, peri sangat membenci manusia bahkan jika seseorang melangkahkan kakinya ke sana mereka akan langsung mati.
Bagaimana bisa seorang yang dikenal pemalas bisa melakukannya.
Tidak, dia bertarung sangat hebat bahkan semua itu jadi masuk akal.
Souma membiarkan Sebastian sibuk dengan pikirannya sendiri sementara dia meminumkan Exilir miliknya pada raja, tubuhnya mulai bersinar dan selanjutnya dia--- sang raja membuka matanya.
"Ayah."
Keduanya saling berpelukan.
"Karena tugasku di sini sudah selesai aku harus pergi."
Raja menghentikan langkah Souma saat dia meraih gagang pintu.
"Tunggu sebentar? Apa kau yang menyembuhkanku."
"Begitulah, ah jangan khawatir... aku akan pergi, bukannya kau khawatir jika aku sampai menghamili putri kesayanganmu," nada Souma jelas penuh dengan sarkasme.
__ADS_1
Raja hanya menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan.
"Aku telah menyelidiki reputasimu di luar, aneh rasanya bahwa seorang pahlawan bertingkah sepertimu dan menemukan bahwa kau hanya berpura-pura bukan."
"Kau baru menyadarinya sekarang."
Raja tertawa lepas.
Souma mengerenyitkan alisnya, dia tidak butuh kemuliaan yang diterima oleh banyak pahlawan sejujurnya ia membencinya terlebih saat banyak orang menaruh kepercayaan padanya.
"Sekarang aku tidak peduli jika kau ingin menghamili Celestrial akan tetapi asal kau juga bertanggung jawab untuk itu."
"Ayah? Itu terlalu cepat."
Celestrial memegang pipinya yang merah merona.
Orang ini bahkan tidak menunjukan penolakannya.
"Kau mulai membuatku kesal," Souma secara sengaja menunjukan ketidak nyamanannya.
"Pokoknya tinggallah beberapa hari di istana, aku akan menjamu serta memberikan hadiah sebagai ucapan terima kasih telah menyelamatkanku."
"Ia juga menyelamatkanku ayah."
"Benarkah itu."
"Kuperingatkan bahwa aku tidak ingin ikut berperang atau sebagainya."
"Tentu saja, aku tidak ingin melibatkanmu dengan hal merepotkan yang kau tidak inginkan, tapi tolong terima hal ini... aku akan selalu merasa bersalah selama hidupku."
__ADS_1
Melihat ketulusan raja, Souma akhirnya mengangguk mengiyakan. Dari awal Souma sendiri yang membuat orang lain salah paham.
Jika raja merasa bertanggung jawab karena itu, Souma jelas akan jauh lebih bersalah.