
Membuka sebuah pintu, pria itu disambut oleh seorang wanita berpakaian pelayan bernama Noreen.
"Owh.... Souma tidak ada di sini kah?" tanyanya demikian.
Pria itu mengenakan mantel hitam dengan kerah berbulu, t-shirt hitam yang dipadukan celana panjang dengan sepatu bot cukup tinggi. Wajahnya tampan seolah seseorang bisa mengartikan bahwa dia berasal dari keluarga bangsawan tertentu.
"Souma ada urusan di luar, kami tidak tahu ia akan kembali kapan tapi kurasa itu sangat lama."
"Begitu, aku datang bukan di waktu yang tepat," katanya sedikit kecewa.
"Anu... siapa Anda?"
"Namaku Shiji, kami teman lama."
"Aku baru tahu Souma punya teman sekerenmu, apa kau menyukai Souma juga?"
Shiji menunjukkan wajah bermasalah, dia merasa bahwa wanita di depannya hampir mirip dengan beberapa orang dari dunianya.
"Tidak, aku masih normal dan juga aku sudah menikah."
"Begitu, itu melegakan."
Shiji hanya tertawa ragu lalu melanjutkan.
"Kurasa aku akan kembali lagi setelah dia pulang."
"Baik."
Shiji memutar tubuhnya dan keluar dari toko secepat dia masuk, ia sudah berpamitan ke keluarganya jadi jika dia kembali itu akan merepotkan karena itulah selama dia belum bertemu dengan Souma ia memutuskan untuk tinggal di dunia ini.
Ia tersenyum saat melihat bagaimana kota ini terasa hidup dengan orang-orang yang berlalu lalang melewatinya, beberapa pedagang menawarinya dengan beberapa makanan enak juga.
"Kalau begitu aku pesan satu porsi."
__ADS_1
"Satu porsi sate siap, silahkan."
"Owh paman, ini sangat enak kau pasti seorang koki hebat."
Paman yang dimaksud menggosok hidungnya bangga.
"Begitulah, tapi kau masih harus bayar meskipun kau memujiku."
"Sepertinya rencanaku gagal haha."
Shiji tertawa selagi menggaruk punggung kepalanya.
"Kau ini, tidak banyak pemuda yang bisa bercanda seperti itu di kota ini, apa kau pelawak?"
"Bisa dibilang begitu, ini bayaranmu."
"Thanks you."
"Sampai jumpa."
Shiji berjalan kembali lalu mendekat ke arah seorang pria yang sedang menempel selembaran di tiang lampu jalan.
"Owh, apakah kau sedang menempelkan jasa sedot WC?" katanya.
"Apa kau mengejekku, aku ini seorang komandan kesatria."
"Kesatria kah, kau pasti diturunkan dari jabatanmu karena ketahuan berselingkuh."
"Yah, aku tidak seperti itu, lagipula... Siapa Kau?" teriaknya demikian.
"Aku baru tiba di sini, mungkin kau bisa mengatakan aku seorang pengangguran," balas Shiji bangga.
"Dengan wajah dan pakaian seperti itu."
__ADS_1
Shiji mengangguk sebagai balasan.
"Aku sedang sibuk, jadi tinggalkan aku."
"Oh, ayolah.. aku sudah bilang bahwa aku seorang pengangguran kau tidak berniat memberikanku pekerjaan...aku bisa menjadi seorang kesatria magang."
"Kau terlihat lemah apa kau ini kuat?"
"Aku ini sangat kuat, aku juga seorang petualang."
"Meragukan sekali, jika kau benar-benar kuat pergilah ke guild sana."
"Aku cukup terlalu bosan menjadi petualang, sesekali aku ingin melakukan pekerjaan berbeda, seperti menempelkan selembaran poster sedot WC."
"Sudah kubilang aku tidak menempelkan hal semacam itu, aku sedang merekrut kesatria."
Entah Souma atau Shiji, Law pikir keduanya sangat mengganggu. Bahkan karena keduanya dia selalu kehilangan sisi kerennya.
"Hoh begitu, jadi ada pekerjaan kosong.. sayangnya aku hanya perlu jadi kesatria sementara saja."
"Aku mengerti, setelah pekerjaanku selesai aku akan mengetesmu dalam bertarung jika lulus aku akan memberikanmu pekerjaan."
"Kau pria baik, namamu?"
"Law."
"Aku Shiji, biar aku bantu menempelkannya... akan lebih cepat jika kita menempelkannya di punggung seseorang dan ketika mereka berjalan, orang lain akan segera mengetahuinya."
Law mengangkat tangannya seolah baru menyadarinya.
"Itu ide bagus, kenapa aku tidak memikirkannya?"
"Aku mengetahuinya karena diberitahu istriku."
__ADS_1
"Istrimu pasti jenius."
Pertemuan ini akan membawa takdir untuk keduanya.