Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 333 : Kemunculan Musuh


__ADS_3

Di dalam rumah kaca ada sebuah tempat khusus yang diperuntukkan untuk Souma sebagai tempat pembuatan obat, dia tidak sendirian melainkan mengajak 10 pelayan untuk ikut bersamanya.


Masing-masing menatapnya dengan pandangan bersinar.


"Hari ini aku ingin mengajarkan kalian membuat obat, bukan hal lain."


Walau sedikit kecewa mereka masih dengan semangat mengikuti apa saja yang diajarkan Souma.


"Apa begini tuan?"


"Iya, kalian cepat sekali belajar."


Mereka tersenyum saat mendapatkan pujian walaupun mereka sedikit menggoda Souma dengan sengaja menaikan rok mereka atau melorotkan bagian atas pakaian mereka.


Souma sempat berfikir sebenarnya dia hidup di lingkungan seperti apa, sampai Law menerobos masuk dengan tergesa-gesa.


"Souma kau ada di sini?"


"Law, apa ada sesuatu?"


"Aku dapat kabar buruk, sebelumnya kau dekat dengan ras dark elf dan malaikat bukan."


"Keduanya telah membantu kita saat melawan kekaisaran."


"Mereka telah diserang, kau mungkin harus melihatnya sendiri."


Souma menerima surat dari Law yang berisi permohonan bantuan. Itu menjelaskan soal kemunculan sosok aneh yang menghancurkan setiap kota di wilayah tersebut.


"Aku yakin selain kekaisaran tidak ada yang menaruh dendam pada keduanya."


"Aku juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi disurat itu hanya kau saja yang diminta datang."

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan mengeceknya."


Souma menghilang dalam sekejap mata meninggalkan Law yang menghela nafas panjang.


"Dia menggunakan sihir terlaportasi kah."


Salah satu pelayan mendekati Law.


"Bukannya seharusnya tugas kesatria mengatasi hal-hal seperti ini, tuan kami hanya seorang pembuat obat, tolong lakukan sesuatu yang lebih berguna."


"Eh?"


"Benar, melibatkan orang biasa dalam urusan kerajaan sangatlah salah."


"Tapi dalam statusnya Souma adalah rajanya."


"Itu hanya status, lagipula tuan menyerahkan semuanya pada ratu Celestrial."


"Apa kalian marah?"


"Aku tidak tahu apa yang sedang coba kalian lakukan di sini tapi aku minta maaf, aku akan segera pergi."


Bahkan bagi Law dia akan kesulitan melawan 10 pelayan yang tampak akan menarik pisau dari balik pakaiannya.


Apa-apaan dengan ruman ini? Apa pelayan di sini semuanya pembunuh. Itulah yang dipikirkan Law saat dia menemui Naysia yang berada di luar kediaman.


"Lain kali lebih baik aku menitipkan apapun padamu."


"Akhirnya Anda bisa mengerti."


Souma muncul di dalam hutan, ketika dia berjalan sebuah guncangan membuat tanah yang di pijaknya bergoyang hebat, pohon-pohon tumbang bersamaan burung-burung yang berterbangan ke udara dan dari dua celah tersebut sosok iblis dengan tiga mata keluar menatap Souma.

__ADS_1


Dia memiliki tubuh seperti manusia yang di sekujurnya dipenuhi mulut-mulut yang terus tertawa mengerikan.


"Manusia, manusia, manusia kikiki."


Bagaimana pun kau melihatnya jelas itu bukan sesuatu yang ada di dunia ini. Souma mengulurkan tangannya untuk memberikan serangan sihir.


"Hellfire."


Itu membakar tubuhnya hanya saja tidak meninggalkan luka sedikit pun padanya.


"Ketemu, ketemu, manusia, manusia kikiki."


Dengan kedua tangannya dia mencoba menggapai keberadaan Souma dan di saat yang sama tangannya terpotong-potong.


"Gwaaah."


Dengan satu tebasan makhluk tersebut dibelah dua hingga roboh ke samping. Tak lama kemudian sosok pria mengenakan mantel muncul selagi bertepuk tangan.


"Tidak kusangka sebagai manusia, kau bisa mengalahkan penduduk dunia bawah dengan mudahnya, pantas saja raja dunia bawah sebelumnya bisa dipukul mundur."


"Siapa kau?"


"Maaf atas ketidaksopanannya, namaku Diablos pilar neraka."


"Asferow?"


"Jadi benar kau yang mengalahkannya, itu akan membuat keinginanku tercapai lebih cepat."


"Apa yang kau inginkan? Balas dendam."


"Jangan salah paham kami semua tidak memiliki hubungan seperti itu satu sama lain, kami hanya kebetulan berada di kelompok yang sama, lebih dari itu yang kuinginkan hanyalah membunuhmu."

__ADS_1


Souma menyadari bahwa setiap jejak yang ditinggalkan Diablos meninggalkan api biru. Ketika dia menjentikkan jarinya api tersebut bertambah besar dan besar melahap apapun yang ada di sekelilingnya.


Souma menciptakan sihir untuk mengirim naga air demi mematikannya namun seperti yang diduga api tersebut tidak padam.


__ADS_2