Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 309 : Sosok Mengerikan


__ADS_3

Para wanita pekerja bar mulai berhamburan keluar menyisakan para prajurit yang hanya menahan amarah mereka dengan senjata di tangannya.


Souma menarik pedang untuk menebas empat prajurit yang maju ke depannya, tanpa ragu dia memotong mereka menjadi serpihan daging tak berharga.


Satu orang menyelinap dari samping sebelum tahu apa yang terjadi, pedang Souma telah menembus perutnya kemudian dia tendang hingga terlempar menabrak dinding.


Melihat bahwa dia masih hidup, Souma melemparkan pedang musuhnya menembus kepalanya hingga mati. Siapapun yang melihat itu akan merasa ketakutan bahkan iblis sekalipun.


"Kenapa kalian diam saja, cepat serang... dia salah satu pemberontak."


Mereka menerjang bersama dan hasilnya tetaplah tidak berubah, tubuh mereka ditebas dengan mudah hingga darah memucrat ke segala arah, dinding, lantai dan gelas minuman mereka dipenuhi darah merah.


"Gyaaaah."


Souma menginjak satu prajurit lalu sebelum dia bisa melawan ujung pedangnya telah menembus jantungnya.


"Apa-apaan ini, tahu seperti ini kami harusnya tidak."


Satu prajurit terakhir dipenggal kepalanya hingga darah melompat keluar bak air mancur, Souma mengawasi sekitar dan melihat tidak ada yang tersisa lagi kecuali seorang bartender yang gemetaran. Dia yang membersihkan gelas hanya bisa pasrah saat Souma mendekatinya.


Namun Souma tidak membunuhnya melainkan mengambil handuk di tangannya untuk membersihkan wajahnya yang dipenuhi darah. Tepat saat pria itu berlari seorang anggota Six Seven Heaven Fall muncul, dia adalah seorang pengguna pedang es bernama Yubin.


Ini merupakan pertemuan keduanya dengan Souma.

__ADS_1


Ia memasang wajah memucat bagaimana anggotanya telah mati dibunuh secara brutal.


"Kau?"


Dia mengayunkan pedangnya yang berubah menjadi naga es untuk menghantamkannya langsung ke arah Souma hingga bar tersebut meledak dahsyat. Yubin melompat ke luar untuk menjaga jarak dan melihat reruntuhan di depannya.


Seharusnya dia sudah mati, pikirnya namun Souma keluar dari puing-puing tersebut dengan keadaan baik-baik saja.


"Mustahil, aku yakin naga esku seharusnya bisa membunuhmu."


"Bicara apa kau, serangan seperti itu hanya untuk anak kecil."


"Siapa kau sebenarnya?"


Kedua mata Souma kembali berubah, kini matanya membentuk empat kelopak hati yang disatukan menjadi satu. Tanpa semua orang tahu itu adalah mata dewa, untuk dewi berwarna merah namun untuk dewa sendiri berwarna hitam.


"Omong kosong!"


Yubin mengutuk sosok di depan matanya, dia kembali mengirimkan naga esnya sayangnya itu segera hancur hanya dengan satu tebasan. Yang paling buruk kedua tangan Yubin terbang ke udara.


"Bagaimana mungkin, kau?"


Dia hendak melarikan diri namun dia jatuh dan menyadari bahwa kedua kakinya tidak berada di tubuhnya juga.

__ADS_1


"Jangan mendekat, jangan mendekat."


"Kenapa kau begitu takut, kalian sebelumnya membuat api maka ini adalah api yang kalian dapatkan sebagai balasan, bukannya membunuh menyenangkan."


Yubin tampak menyesali perbuatannya, sayangnya semua itu telah terlambat, secara tanpa sadar mereka telah membangunkan sesuatu yang lebih mengerikan dari monster yang mereka kenal.


"Guakh."


Pedang membelah tubuhnya menjadi dua bagian.


Souma menyeringai saat melihat bahwa dirinya juga telah dikepung banyak prajurit, dari mereka menembakan sihir namun tidak ada yang bisa melukainya.


Souma mengulurkan tangannya dan lingkaran sihir muncul.


"Mari buat semua ini menjadi sebuah perburuan yang menyenangkan.... Summon Magic, Dark Soul."


Satu bola hitam raksasa muncul di tengah kerumunan tersebut, bola itu memiliki satu mata dengan mulut berjeruji serta di sekelilingnya menjalar semacam tentakel.


Tentakel itu menangkap kaki para prajurit lalu menggiring mereka ke dalam mulutnya sebelum dipotong-potong di dalam sana.


Terdengar suara aneh saat tulang-tulang itu dihancurkan.


"Aaaaaaaaaaaaaargh."

__ADS_1


Potongan kaki, tangan, tubuh dan kepala mereka berhamburan layaknya sebuah pertunjukan mengerikan.


__ADS_2