Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 326 : Kota Penyihir


__ADS_3

Dari awal Souma memang tidak perlu meragukan bagaimana kekuatan mereka bertiga, melawan golem hanya seperti membalikan telapak tangan untuk mereka.


Lugunica mengambil inti golem lalu mengangkatnya ke atas.


"Kita mendapatkannya."


"Kerja bagus," kata Souma santai lalu meminta dua penyihir membawa mereka kembali ke Sanctuary.


Di sini semua akan diserahkan Souma seutuhnya, dia mulai menyatukan inti golem dan juga Relife melalui teknik alkemis, ketika itu menyatu dia mengeluarkan sebuah patung wanita raksasa dengan mata tertutup.


Mulutnya terbuka yang Souma masukan batu Relife ke dalamnya, bersamaan itu The Lost Sanctuary telah tertutup dengan lingkaran sihir raksasa.


"Riel kau merasakannya juga?"


"Benar Karina, sihir ini dipenuhi dengan banyak energi kehidupan yang melimpah."


Pecahan bola cahaya berjatuhan menimpa tanah, membuatnya kembali menghijau pohon-pohon mulai tumbuh bersamaan dedaunan yang mulai bermunculan.


Dalam waktu sekejap Sanctuary kembali ke bentuk sedia kala, peti-peti yang sebelumnya dikubur di dalam tanah mulai satu persatu menyeruak ke luar di saat yang sama mereka juga keluar dari sana.


Lugunica menelan ludahnya karena heran.


Mereka semua telah mati namun sekarang mereka hidup kembali. Ini adalah sihir yang menentang kehendak dewa sama seperti yang dilakukan Shiji namun dalam kasus Souma mungkin ini hanyalah satu-satunya yang bisa dia lakukan.

__ADS_1


Semua orang berkerumun mengucapkan terima kasih khususnya pada dua penjaga makam yang telah merawat mereka.


Riel menangis.


"Aku senang kalian hidup kembali, hueeeeh."


Karina memeluknya.


"Cup cup, dasar cengeng."


Kepribadian wanita benar-benar sulit ditebak, apa yang dipikirkan Souma sekarang.


Dari sini Souma hanya harus mengirim mereka kembali ke kota penyihir sebelumnya dan berkat dirinya sebelumnya kota tersebut bisa langsung digunakan sebagai mana mestinya.


Pesta diisi dengan berbagai musik sementara orang-orang berdansa mengelilingi api unggun. Tugas Souma telah selesai dan ini merupakan sebuah perpisahan yang lain untuk Lugunica dan dua penyihir.


"Heh, apa yang kau katakan? Aku akan berada di kota Huruhara sampai kapanpun, dan tolong jadikan aku istrimu juga Souma."


Souma mendorong wajah Lugunica yang tampak sudah mabuk.


"Aku iri."


"Aku menikahi naga bukannya itu terlalu.."

__ADS_1


"Kupikir hal seperti itu tidak masalah, lagipula Lugunica terlihat akan menangis jika kau menolaknya, paling buruk dia akan bunuh diri."


"Sampai segitunya."


"Tak masalah dia cukup cantik sebagai manusia bukan."


Lugunica seekor naga namun saat dia dalam wujud manusia tidak ada tanduk ataupun ekor.


Di depan penjaga toko Lugunica telah naik ke atas meja selagi meletakkan tangan di pinggangnya.


"Sekali lagi aku perkenalkan namaku Lugunica, sekarang aku adalah istri ke tujuh Souma... salam kenal."


Semua orang menyambutnya dengan tepuk tangan. Ini bukan pertama kali mereka bersama Lugunica jadi itu bukan sesuatu yang asing bagi semua orang.


Noreen yang duduk bersebelahan di dekat Souma menahan tawa.


"Aku tidak menyangka, Souma juga menyukai gadis di bawah umur, lolicon."


"Dia lebih tua dari kita semua."


"Tetap saja penampilannya seperti itu."


Apa hidup seperti ini yang benar-benar yang Souma inginkan? Dia tidak ingin memikirkannya lagi yang terpenting semua orang terlihat bahagia walaupun naga Crimson tampaknya terkejut hingga terus menerus bertanya setelah membawa hadiah untuk urusan sebelumnya.

__ADS_1


Sekarang toko Souma terlalu kecil untuk ditinggali banyak orang.


__ADS_2