Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 25 : Penampilan Gadis Loli Yang Baru


__ADS_3

Undine keluar dari ruangan setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian Anna berupa gaun terusan yang menampilkan bahunya, dengan genit dia berpose nakal di depan Souma yang menatapnya dengan pandangan ikan mati.


"Sekarang tubuhku jadi dewasa, dengan ini tidak akan yang memangilku loli, loli apalagi loli aneh... lihat aku memiliki dada indah juga, aku bisa memamerkannya nanti."


"Maaf,apa kau ini sehat?"


"Hah, apa yang kau katakan, mau berantem? Sini aku jelas lebih tinggi sekarang "


Penampilannya memang berubah namun yang ada di dalamnya masihlah sama.


"Ngomong-ngomong berapa lama efek ramuan ini bekerja?"


"Selamanya, mulai sekarang terimalah penampilan barumu."


"Kalau begitu aku bersyukur, dengan ini tidak akan ada orang yang memberikanku permen lagi dan berusaha menangkapku ke dalam karung."


"Oi, bukannya itu kejahatan," teriak Souma.


"Jangan khawatir aku meledakan mereka semua."


Orang yang dikhawatirkan Souma lebih jahat dari penjahatnya.


"Kembalikan rasa khawatirku barusan."


Anna dan Risela yang memperhatikan hanya mendesah pelan lalu mereka kembali ke pekerjaan sedia kala.


Anna berkata.


"Bukannya Souma disuruh datang ke rumah pak tua Jean?"


"Ah benar, aku melupakannya kalian berdua jaga toko saja aku akan pergi menemuinya sekarang."

__ADS_1


"Baik."


"Tunggu Souma aku juga ingin ikut."


Keduanya berjalan di jalan utama desa, ini pertama kalinya mereka melihat sosok Undine yang baru karena itulah mereka banyak menaruh perhatian padanya termasuk beberapa petualang yang sok akrab dengan Souma.


Salah satunya merangkul Souma dan berkata.


"Yo Souma kau punya kenalan wanita yang cantik, bisakah kau memperkenalkannya pada kami?"


"Apa maksudmu, kalian juga kenal," jawab Souma datar.


"Haha kau pasti bercanda, ini pertama kalinya kami melihatnya, kami ini jomblo kami hanya datang ke rumah Succubus jika merasa kesepian."


"Kalian tidak malu mengatakannya."


"Itu karena kami pria jujur... berhentilah bersikap seperti orang tua, kau harus memperkenalkannya."


Pada akhirnya Souma mengatakannya.


"Dia adalah Undine, penyihir yang selalu kalian ejek."


Awalnya mereka tertawa terbahak-bahak.


"Dia itu cuma setinggi anak itik mana mungkin dia berubah seperti ini."


"Benar, leluconmu terlalu berlebihan... penyihir api gila mana mungkin bisa dibandingkan olehnya."


Souma diam-diam mundur ke belakang untuk menjaga jarak saat Undine tampak marah.


"Siapa yang kalian bilang setinggi anak itik?"

__ADS_1


"Hah."


Mereka mengalihkan pandangan ke arah Souma yang sedang berdoa untuk mereka.


"Semoga jiwa kalian tenang di alam sana, meskipun mungkin kalian akan masuk neraka."


"Kau? Jadi yang kau katakan benar."


Souma mengangguk mengiyakan hingga mereka berlarian menjauh namun terlambat seberapa jauh mereka berlari sihir Undine akan mengenainya.


"Flame Burning Explosion."


Ledakan besar terjadi di sana menelan seluruhnya dengan kehancuran, untuk memperingati insiden ini sebuah tugu didirikan di atas ledakan. Sejak saat itu tidak ada yang berani macam-macam dengan Undine.


"Cih... mereka membuatku kesal, ayo Souma."


"Aah."


Keduanya tiba dia gerbang sebuah mansion mewah, saat Souma memencet belnya dia harus menunggu beberapa menit sampai pelayan muncul seluas Itulah rumah ini, karena masih memiliki waktu Souma mengobrol dengan Undine.


"Ngomong-ngomong bagaimana tentang penyelidikan organisasi Orleans, apa sudah membuahkan hasil?"


"Tidak, jejak mereka tiba-tiba hilang... para petualang ibukota hendak menyergap mereka namun saat mereka tiba organisasi itu telah menghilang."


"Mungkinkah ada pengkhianat di guild?"


"Kemungkinan begitu, dewa jahat lebih buruk dibandingkan iblis aku tidak tahu bencana seperti apa yang akan timbul nantinya.. sosok pahlawan Risela mungkin akan dibutuhkan lagi."


Souma hanya diam sampai seorang pelayan muncul lalu membukakan gerbangnya.


"Silahkan, Tuanku sudah menunggu," Souma hanya mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


__ADS_2