Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 45 : Masa Lalu


__ADS_3

Berdiri di depan Souma adalah seorang Dewi berambut merah sebahu dengan kimono berpola api di tubuhnya, ia duduk selagi menyilangkan kakinya yang jenjang sementara sekelilingnya api hitam membumbung tinggi.


Sang dewi tidak memiliki wujud tetap seperti semua orang bayangkan ia selalu berwujud berbeda saat Souma mengunjunginya, terkadang itu adalah wujud anak kecil dengan rambut perak, terkadang seorang wanita dengan penampilan kebaya dan terkadang seperti ini juga.


Rambutnya kadang pendek maupun panjang tidak ada yang bisa menebak seperti apa dirinya sesungguhnya.


Dia berkata tanpa menghilangkan rasa minat kepada Souma yang mengenakan Hakama serta Haori dari jaman Edo.


"Ini adalah 500 kali kau berpindah ke dunia berbeda dan menantang 500 masalah, apa kau sudah mau berhenti."


"Tidak, aku masih ingin bertambah kuat... di setiap tempat aku selalu kehilangan orang yang berharga, aku ingin suatu hari bisa membuat kedamaian tanpa kehilangan siapapun."


Sang dewi mendesah pelan.


"Dengar Ayanokyojin Souma, perdamaian tidak bisa tercipta tanpa ada pengorbanan, aku mengkhawatirkanmu, bagaimanapun kau tetaplah manusia meskipun abadi."


"Bagiku kuat adalah bertarung tanpa kehilangan apapun."

__ADS_1


"Dasar keras kepala, aku akan mengirimmu ke dunia yang lainnya, pastikan untuk tidak terlalu serius, bersantai dan bermalas-malasan adalah sesuatu yang wajar dilakukan."


"Aku akan mengingatnya."


Souma melompat mundur saat Alves menukik padanya dengan sebuah tendangan tajam, itu menghancurkan pijakan sebelumnya yang mana membuat debu melompat ke udara, Souma telah menyadari bahwa itu adalah sebuah bagian dari pengalihan.


Di saat yang sama sebuah panah meluncur dari titik yang terhalang, tanpa menarik pedangnya Souma menahan dengan sisi kiri pedang menangkis sedikit dan itu melesat melewati rambutnya.


Setelah panah, Alves meluncur berikutnya, dia menggunakan teknik seperti pukulan cepat dengan udara di sekelilingnya sebagai landasan. Ketika telapak tangannya ditangkis bangunan di belakang Souma hancur dengan sebuah terjangan angin.


"Teknik ini?"


"Aku pernah pergi ke sebuah kota di pegunungan tinggi di sana melatih banyak ahli bela diri dengan kemampuan yang sama."


"Benar sekali, aku salah satu murid di sana... mereka menyebutnya telapak angin."


Souma bersalto ke belakang untuk menghindari tendangan Alves dan panah kembali menyergapnya.

__ADS_1


Panah itu dari satu menjaga lima kemudian berlipat ganda yang serempak menghujaninya, sebelah mata Souma berubah menjadi bentuk mata gelap dengan pupil merah dan seketika panah itu terbakar dengan api hitam.


"Apa-apaan dengan mata itu, mata itu mirip seperti iblis?"


Di kehidupannya yang ke 500 sang dewi memberikan Souma kemampuan ini, saat itu dia harus melawan sebuah organisasi yang disebut malaikat jatuh yang berpikir bahwa manusia dipermukaan harus dimusnahkan, dengan teknik ini Souma membantai mereka semua layaknya iblis yang mengerikan tapi seperti apa yang dikatakan dewi, kedamaian tidak bisa diraih tanpa pengorbanan saat itu juga dia kehilangan banyak rekan.


Alves melirik mata Souma dan dalam sekejap tangannya terbakar.


"Alves?" teriak Seril dan Alves segera membuang baju pelayannya dan lalu menyerang Souma dari depan.


Dia mengirim pukulan dengan kecepatan suara, memaksa Souma menghindarinya dengan mudah atau sejujurnya dia hanya sedang dipermainkan. Tidak dipungkiri lagi bahwa kekuatan Souma melebihi apa yang semua bayangkan.


Alves mendecapkan lidah karena rasa kesal yang membuat darahnya mendidih, sebagai seorang yang berasal dari organisasi yang ditakuti semua orang, dia tak bisa pernah semalu ini, saat di tempat tinggalnya dia membunuh teman seperguruannya dan akhirnya ia melarikan diri ke tempat lebih jauh, di saat pelariannya ia bertemu dengan seorang yang menawarkan tempat padanya, dia dikenal dengan penyihir senja dan seorang yang dikenal sebagai pemimpin sayap kebebasan.


Dia adalah wanita dengan rambut hitam bergelombang, walau tampak seperti manusia dia sebenarnya adalah iblis yang memiliki fraksi berbeda dengan ratu iblis Anna.


"Kau sepertinya memiliki kekuatan yang menarik, apa kau mau bergabung dengan organisasiku... kau bisa menjadi pembunuh bayaran dan itu lebih menyenangkan dilakukan bukan."

__ADS_1


Sang iblis menawarkan tangan kepada iblis lainnya yang tidak mungkin dapat menolaknya.


__ADS_2