
Namaku Ayanokyojin Souma umur 20 tahun dan hidup sebagai samurai pada umumnya, ada satu hal yang membuatku terobsesi dan itu adalah bertambah kuat. Aku telah menjalani hidupku dengan sebuah pelatih yang bahkan tidak manusiawi.
Semenjak kehilangan keluargaku aku terus menempa semua hal yang ada pada diriku, aku berlatih beladiri teknik menebas bahkan teknik yang kuciptakan sendiri dengan kehendakku.
Suatu hari ketika aku akan terjun ke dalam medan perang aku menemukan diriku berada di sebuah ruangan di mana seorang yang mengakui dirinya sebagai dewi berkata ke arahku selagi menawarkan sebuah kehidupan berbeda di dunia lain.
Ia memiliki paras cantik namun setiap aku melihatnya wujudnya akan berubah-ubah, bahkan saat aku memikirkan penampilan dari Geisha dia akan menirunya.
"Jadi seperti ini yang kau sukai, tidak buruk."
"Tolong jangan bermain-main dewi."
"Aku tidak bermain-main, aku hanya ingin mencoba menghibur siapapun yang kutemui, jika mereka ingin melihat sesuatu yang lebih seperti telanjang aku akan menunjukannya."
Aku tidak bisa menebak apa yang sebenarnya dewi ini lakukan, aku juga tidak bisa menempatkan seperti apa dirinya.
__ADS_1
Aku memutuskan untuk bertambah kuat jadi ia menyepakati permintaanku dan dalam sekejap aku telah berada di dunia lain yang jelas memiliki perbedaan dari negaraku sebelumnya, itu memiliki gaya arsitektur di negara Eropa dengan deretan bangunan sempurna yang tidak perlu dipertanyakan lagi soal seberapa bangunan itu kokoh.
Aku akan menjadi kuat dengan caraku sendiri.
Tepat di depan wajahku mayat-mayat berserakan, darah keluar dari potongan tubuh mereka dan bagaimana mengatakannya adalah itu pemandangan seperti sebuah neraka.
"Haha bahkan pahlawan seperti kalian tidak bisa mengalahkanku, aku yang terkuat aku adalah raja iblis."
Itu adalah pengalaman menyakitkan di duniaku yang pertama, kepalaku dihancurkan dan entah kenapa aku kembali berada di wilayah dewi kembali.
"Sungguh mengejutkan ternyata Souma dibunuh di dunia pertama, apa kau baik-baik saja?"
Aku mencengkeram kerah baju dewi dengan wajah kesakitan.
"Tenanglah Souma, jangan berniat menghamiliku oke!"
__ADS_1
"Bagaimana keadaan mereka?" aku berteriak ke arahnya, itu bukan sesuatu yang sopan untuk dilakukan tapi rasa kekhawatiranku tidak bisa kuhentikan.
Berbeda denganku sang dewi memiliki ekpresi jauh lebih suram.
"Kamu mati karena melindungi mereka dan sekarang apa yang kau telah lakukan membawa lebih banyak nyawa untuk mati."
Aku melepaskan tanganku dengan lemas sementara sang dewi berjalan ke depan selagi menyilangkan tangannya lalu berbalik ke arahku. Aku tidak tahu apa dewi di depanku kecewa melihat ekpentasi terhadapku yang hancur begitu saja atau berduka atas kejadian yang menimpaku.
Aku siap jika dia mencaci maki diriku atau memilih untuk membuangku namun sesuatu yang dia lakukan berada diluar pemikiranku dia memelukku dengan erat dan menempatkan wajahku di dadanya.
Aku yakin dia menggunakan wujud sesungguhnya namun aku tidak bisa melihatnya sama sekali.
"Jangan seperti itu, aku bukan dewi yang kejam yang akan melakukan hal yang kau pikirkan.. atau sejujurnya jika kau gagal aku akan terus menghidupkanmu, namun jika orang yang mati aku tidak bisa melakukan apapun lagi, kau bisa menyerah dan mulai hidup di satu dunia dengan damai.. kamu ingin menjadi kuat dimana mampu melindungi semua orang yang berharga untukmu namun sejujurnya hal seperti itu tidak akan bisa kau lakukan."
"Aku pasti akan menyelamatkan mereka.. paling tidak satu dunia saja."
__ADS_1