Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 249 : Musuh Yang Harus Dilawan


__ADS_3

"Jadi siapa yang kita hadapi?"


Heart diam sejenak karena mulutnya masih penuh dengan makanan, setelah dia menelannya ia baru menjawab pertanyaan Souma.


"Iblis?"


"Maksudmu ras iblis?"


"Bukan Souma sayang... iblis yang kumaksud benar-benar iblis, mungkin sebaiknya aku memberitahukannya dulu. Ras iblis dan demi human yang kita kenal tidak seperti iblis mereka hanyalah ras, kamu paham."


Souma pikir dia mengerti apa yang coba Heart jelaskan.


"Dengan kata lain iblis ini berbeda."


"Tepat sekali, lihat Pandora aku bisa menjelaskannya dengan baik, dia malah bilang aku lumayan...mari aku jelaskan, sebelumnya dunia tidak memiliki hal seperti ras iblis ataupun demi-human semuanya adalah monster yang berevolusi yang keberadaannya ada di dunia bernama Tartarus, suatu hari ada 12 gerbang yang muncul di sana dan masing-masing gerbang terhubung ke dunia berbeda, dulu para dewi meminta setiap gerbang dijaga oleh satu orang penjaga namun sayangnya mereka tidak melakukan tugas mereka dengan baik alhasil seluruh penghuni di sana malah menggunakannya untuk bisa pergi ke dunia lain."


"Apa bumi juga?"


"Tidak, bumi sama sekali tidak terpengaruh... gerbangnya sendiri bisa menahan mereka walaupun tidak ada penjaganya."


Souma diam memikirkannya selagi mendengarkan keseluruhan kejadian yang terjadi, singkatnya semua itu adalah sebuah petualangan yang dilakukan seorang bernama Shiji.

__ADS_1


"Jika nenek moyang demi human serta ras iblis adalah makhluk seperti itu maka, bukannya para monster juga bisa berevolusi jadi menyerupai manusia."


"Benar, tapi itu memerlukan waktu lama, beda lagi dengan monster yang berubah menyerupai demi-human, jika dia menikah maka anaknya akan langsung seperti itu"


Souma jelas merasa baru saja mengetahui rahasia alam semesta.


"Tunggu, itu artinya aku juga.. bagaimana nenek moyangku?" tanya Lugunica.


"Hmm... mungkin ras naga sebelumnya hanya kecebong."


"Hah? Itu tidak mungkin."


"Aku benar-benar terkejut jika sebelumnya naga hanya seekor kecebong, aku bisa membayangkannya."


Seekor naga tidak ingin dipandang remeh oleh ras manapun.


Heart kini mulai menikmati kuenya kemudian beralih ke puding, dia makan lebih banyak dari yang semestinya gadis lakukan. Namun Souma tidak membencinya. Melihat gadis bersemangat seperti seolah mengisi bagian kosong Souma.


Dia pria suram jadi dia tidak membantahnya.


"Pada awalnya semua orang berfikir bahwa gerbang itu hanya mengirim penghuni Tartarus ke satu dunia namun sejujurnya setiap harinya tujuan dunia sangat berbeda karena Itulah kecuali planet bumi dunia yang lain akan jadi seperti ini."

__ADS_1


"Lalu sementara iblis yang akan kita lawan?"


"Mereka berasal dari dunia bawah, mereka memburu manusia dan memakannya... seharusnya mereka tidak bisa melintas ke dunia ini, sepertinya seseorang membantu Asferow untuk melakukannya hingga dia membangun pasukan di dunia ini."


"Siapa Asferow?" tanya Lugunica.


"Salah satu raja iblis dunia bawah yang dikenal sebagai pilar neraka."


"Kedengarannya sangat buruk."


"Begitulah."


Souma bukan pertama kalinya mendengar soal dunia bawah, jika tidak salah dia mengetahuinya saat mengikuti pesta teh para penyihir dan salah satu dari mereka bahkan telah memasang semacam bom untuk menghancurkan pembatasnya.


"Ada apa Souma?"


"Tidak, aku hanya saja berfikir mungkin Asferow bisa datang ke dunia ini karena penyihir di duniaku, mereka juga ada yang mencoba menghancurkan pembatas duniaku dan dunia bawah, hanya menunggu waktu juga sampai duniaku yang sekarang dibanjiri iblis seperti mereka."


"Jelas masalah Souma lebih menyulitkan dibandingkan dunia ini," ucap Heart prihatin.


Karena ini juga, sang dewi menempatkan dunianya sebagai akhir dari tugas Souma.

__ADS_1


__ADS_2