Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 266 : Tujuan Berikutnya


__ADS_3

Lugunica menghela nafas panjang.


"Dia benar-benar dihabisi."


Itu adalah sebuah ruangan cukup luas dimana di dindingnya tampak Oriana telah tertusuk sebuah tombak di tubuhnya. Tidak ada pergerakan darinya yang menandakan dia telah mati.


Paling tidak semua orang berpikir demikian. Namun, saat Souma sengaja menusuk perutnya dengan jarinya dia bereaksi.


"Hentikan, itu geli."


"Whoaaa, dia masih hidup... apa ini yang namanya bangkit dari kematian?" teriak Lugunica.


"Sebelum menjawabnya bisa bantu aku, posisiku benar-benar sulit."


Souma menarik tombak yang menancap itu lalu membuangnya hingga Oriana turun ke bawah selagi terbatuk-batuk.


"Aku sangat berterima kasih."


"Jadi bagaimana dia bisa hidup?"


"Biar aku saja yang menjawabnya, ia membuat jantungnya berhenti dengan sengaja setelah membelokan tombaknya agar tidak terkena organ vitalnya."


"Apa ada sihir semacam itu?"


"Lebih tepatnya obat-obatan, dia seorang ahli alkimia."


Oriana mengambil botol kecil dari pakaiannya dan saat dia meminumnya tubuhnya telah terobati sedia kala.


"Aku mengeluarkan banyak darah, aku merasa pusing."


"Biar aku bantu."


Souma membantunya berdiri dan menopangnya berjalan.


"Terima kasih."

__ADS_1


Tubuhnya memang lemah tapi hal ini jauh lebih baik dibandingkan dengan dia mati. Obat yang dapat menghentikan jantung untuk sesaat bukanlah sesuatu yang mudah dibuat, wanita ini jelas termasuk jenius.


Mengabaikan hal itu Souma dan Oriana akhirnya keluar dari bangunan, dan menemukan banyak orang telah berkumpul di depan mereka. Dengan teriakan suka cita mereka melemparkan pujian serta sambutan hangat.


"Sepertinya kau sangat disukai di sini."


"Jangan bercanda, tepuk tangan itu untukmu bukan untukku."


Souma hanya tersenyum kecil sebagai balasan, dengan kematian Asferow tempat yang lainnya juga telah dibebaskan, para iblis yang tersisa telah dibunuh dan kerajaan ini telah kembali sedia kala.


Saat Souma mengatakan itu, Heart yang sedang berdiri di depannya tersenyum jahil.


"Kesepakatan yang kubuat untukmu adalah menyelamatkan dunia ini, bukan mengalahkan Asferow jadi sayang sekali Souma kau masih harus terlibat sedikit lebih lama denganku."


Itu terdengar licik tapi Souma jelas tidak keberatan.


"Jika kau mengatakan itu apa boleh buat?"


"Di luar dugaan kamu tidak protes, aku yakin gadis bernama Noreen itu sangat berarti untukmu."


Souma mengalihkan pandangannya dan itu membuat sifat jahil Heart muncul ke permukaan.


"Aku pikir aku dan dengannya memiliki nasib sama."


"Haha benar sekali, kalian berdua memang terlibat dengan wanita bermasalah.. mau bagaimana lagi wanita lebih nafsuan dibandingkan pria."


"Jadi begitu, pantas saja aku juga jadi nafsuan pada Souma."


"Sepesies naga diam saja."


Sebuah suara malu-malu memotong obrolan mereka bertiga, itu berasal dari seorang wanita dengan pakaian kesatria kavaleri serta mengenakan wig panjang.


Wajah Souma memucat dan wanita itu memukul bahunya.


"Jika kau punya masalah katakan saja padaku."

__ADS_1


Walau terlihat feminim dia masih saja kasar.


"Kau biasanya terlihat seperti preman tapi sekarang kau mirip seorang dari keluarga bangsawan ternama."


Heart berdiri di belakang wanita itu selagi meletakkan tangan di bahunya.


"Dia memang seorang bangsawan, yah... ini penampilan sesungguhnya dari seorang bernama Feostina van Nova."


"Sudah kukatakan panggil aku Dorothy."


Sementara Dorothy malu-malu, Souma melanjutkan.


"Jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"


"Kita akan menggulingkan kerajaan ini dan mengangkat Feostina jadi ratunya."


"Ugh... kau serius ingin melakukan itu?"


Souma bisa merasakan perutnya sakit ketika membayangkan masalah yang akan muncul dengan sebuah pernyataan itu. Untuk Dorothy sendiri juga tampak tak percaya.


"Tunggu, aku tidak ingat ada rencana seperti ini?"


"Apa? Bukannya kau membenci orang-orang dari kerajaan ini, maka kau hanya perlu menjatuhkan mereka dan mengganti mereka dengan orang-orang yang kau pilih."


Souma dan Lugunica bertepuk tangan atas ide spontan milik Heart. Walau idenya gila dan tak masuk akal, karena wajahnya imut semua orang pasti akan mendukungnya.


"Aku memang jenius."


"Kalian seharusnya mencoba menghentikannya," protes Dorothy.


"Aku hanya orang suruhan."


"Aku juga."


"Kau itu hanya pedang, orang suruhan sepertimu pasti rugi," jawab lemas Dorothy.

__ADS_1


"Jangan samakan aku dengan pedang biasa, aku juga berperan penting di sini yaitu untuk membuat lelucon agar lucu... aku seharusnya yang mendapatkan upah paling banyak, melawak itu sangat sulit."


"Kenapa kau harus melakukan itu?"


__ADS_2