Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 198 : Monolog Fram


__ADS_3

Sejak bayi aku hidup dengan keadaan aneh, tangan kiriku tidak memiliki daging serta kulit kecuali hanya tangan tengkorak, kedua orang tua kandungku meninggalkanku di sebuah panti asuhan yang dijalankan oleh para suster dan sekarang ini adalah rumahku yang baru.


Tentu di sini aku hidup sendirian dimana setiap anak akan menjauhiku dan hanya beberapa suster yang mau mendekatiku.


"Lihat bukannya kau sangat anggun dengan pakaian ini."


"Aku tidak suka, boleh aku mengenakan pakaian biasanya."


"Tapi."


"Tak masalah."


Salah satu ibu asuh tampak kecewa tapi aku senang pakaian yang menutup seluruh tubuhku dan menyembunyikan lengan serta wajahku.


Suatu hari saat aku menyembunyikan diriku dari anak yang lain seorang anak laki-laki muncul di depanku. Dia terkesan baik jadi tidak aneh dia berusaha bertanya padaku.


"Yo apa yang sedang kau lakukan?"


"Raifudus, menjauhlah dariku."


"Aku sedikit penasaran kenapa kau selalu menghindari yang lainnya?"


Aku menunjukan tanganku agar dia bisa menjauh secepatnya namun, itu berbeda dari yang kuharapkan.

__ADS_1


"Keren, tanganmu tengkorak, kudengar siapapun yang lahir dari keadaan seperti itu berarti kau akan jadi penyihir."


"Apanya yang keren, ini seperti tangan monster."


Aku tanpa sadar berteriak padanya meski begitu anak laki-laki itu tersenyum selagi menggosok hidungnya dengan wajah polos.


"Kau bukan monster, hanya saja kau sedikit special dari semuanya. Aku yakin jika kau dewasa tanganmu akan kembali normal."


Itu adalah perkataan yang memberikanku sebuah harapan, awalnya aku pikir dia asal bicara namun kenyataannya Raifudus memang benar adanya dia tertarik dengan sihir atau hal lainnya dan banyak membaca pengetahuan yang tidak pernah diketahui oleh orang lain, dibandingkan semua orang dia adalah orang yang berpengetahuan luas.


"Lihat ini, bangsa Viking sangatlah hebat. Mereka tinggal di belahan dunia lainnya dan hidup di atas kapal bersama klannya... ketika dewasa aku akan pergi dari sini dan menemukannya."


"Apa kau serius?"


Kami entah kenapa menjadi akrab sebagai teman hingga beberapa tahun kemudian tanganku kembali sedia kala seperti apa yang dikatakan Raifudus.


Raifudus ikut senang dan beberapa tahun kemudian kami berpisah, di malam itu dia mengemasi pakaiannya dan meninggalkan panti asuhan dengan secarik kertas yang dia tinggalkan untuk semua orang.


Setiap orang sudah tahu akan hal ini jadi mereka membiarkannya begitu saja dan melepaskannya dengan lapang dada. Aku sempat berusaha menghentikannya namun aku memutuskan menyerah hingga akhirnya beberapa tahun berlalu.


Aku hidup sebagai mestinya orang lain dan di suatu hari tertentu aku memiliki seorang yang kusukai dan seorang anak, karena terjadi sebuah insiden perburuan penyihir kami meninggalkan panti asuhan dan tinggal menyendiri jauh dari siapapun meski begitu semua hal yang berharga telah diambil setelahnya.


Orang yang mengenalku dari panti asuhan mengatakan bahwa aku sebagai penyihir.

__ADS_1


Kedua orang yang kucintai telah meninggal karena terbakar anehnya walau aku terbakar itu tidak pernah membunuhku, daging dan tulangku telah hancur dan hanya menyisakan tulang berulang.


"Rasakan itu penyihir."


"Mati saja kau."


Aku membenci semuanya, aku benci semuanya. Jika mereka berfikir bahwa penyihir iblis maka akan kutunjukan semuanya.


Aku menyelimuti diriku dengan jubah lalu berjalan menembus api. Semua orang berdiri terdiam dengan wajah memucat sementara aku terselimuti daging dan kulit kembali.


"Bagaimana bisa?"


Aku membunuh orang yang memberitahukanku sebagai penyihir lebih dulu dengan menarik jantungnya ke luar lalu menghancurkannya, dia adalah pria yang pernah menyatakan perasaannya padaku namun aku menolaknya.


"Tunggu, a-apa yang kau lakukan?"


Aku mengambil sebuah pistol ke tanganku dan berkata selagi menodongkan ke kepalaku.


"Akan kuperlihatkan apa itu neraka, Bonjour."


Seluruh kepala mereka meledak menghasilkan darah yang menyembur ke udara bersamaan cairan otak serta daging yang bertebaran.


"Akan kuhancurkan semuanya dengan menciptakan penyihir yang penuh kegilaan, itulah janjiku."

__ADS_1


__ADS_2