Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 235 : Penguasa Waktu


__ADS_3

"Inferno," satu perkataan dari Souma telah melahap beberapa orang berpakaian putih dalam sekali terpaan.


Setelah mengalahkan kekaisaran dia harus melawan Vanitas, dua masalah dalam waktu singkat sesuatu yang langka yang pernah dilakukannya.


Lugunica dalam bentuk pedang tak hentinya berteriak riang.


"Hancurkan mereka, melenyapkan dan bakar semuanya."


"Bisakah kau berhenti berteriak seperti itu gadis aneh."


"Diamlah, kau ini karakter figuran aku ini tokoh utamanya sekarang."


"Kau."


Souma hanya menghela nafas bagaimana Pandora dari dunia lain bertengkar dengan sebuah pedang, di sisi lain seorang baru masuk ke tengah pertarungan. Dia adalah Hector yang telah dihidupkan kembali sebagai mayat hidup.


"Fufu aku beruntung, ada dua cukup kuat di sini..."


Hector menerjang ke depan tanpa tahu siapa yang sebenarnya dia lawan.


"Di balik helmnya dia seekor naga, sebelumnya akulah yang membunuhnya."


"Jadi benar, kau Lugunica... kau berubah jadi pedang haha ini jelas balas dendam yang manis."


"Aku ketahuan, kekuatannya dapat menghentikan waktu."


Pandora jelas orang yang sangat tertarik dengan kemampuan yang serupa, dia berjalan ke depan selagi mengarahkan pedangnya.


"Change."

__ADS_1


Pedang itu berubah menjadi senapan lalu menembak kaki Hector hingga dia terhenti di tempatnya, Souma merasa bahwa senapan ini terlihat mirip dengan apa yang digunakan oleh Fram.


"Kau menggunakan kemampuan menarik, bagaimana jika kita lihat seberapa kuat pengendalian waktumu."


Kedua mata Pandora berubah menjadi jam dengan 12 angka romawi.


"Mata itu?"


"Aku mendapatkan kekuatan ini lagi dari dewi, kurasa dia pensiun dari posisinya sebelumnya."


"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan."


Hector yang kembali bangkit kini langsung berhadapan dengan Pandora setelah menghentikan waktu, kesalahan sebelumnya kenapa dia mati karena dia terlalu berlama-lama dengan musuhnya, agar tidak terjadi lagi dia langsung mengirimkan cakar naga namun, di luar dugaan Pandora menahannya dengan satu tangan.


"Penghentian waktuku bisa dibatalkan?"


Souma juga tidak terpengaruh dan hanya diam menonton dari samping.


"Apa?"


"Berbeda darimu, aku bisa menentukan siapa saja yang mampu bergerak di tempat ini, aku bilang tempat ini maksudnya seluruh kota."


Souma menyadari bahwa 300 pelayannya yang sedang bertarung masih bergerak, dia jelas melakukannya untuk menunjukkan seperti apa dia berkuasa dalam waktu.


"Bagaimana bisa, kau perlu mencocokan waktu saat aku menggunakan kemampuanku."


"Di atas kepala kita ada jam raksasa, selama itu ada di sana setiap orang yang menggunakan pengendalian waktu maka akan ditelan kemampuanku secara otomatis, sekarang matilah."


Pandora mengarahkan moncong senjatanya kemudian meledakan kepala Hector tanpa kesulitan.

__ADS_1


Waktu kembali pulih dan Lugunica telah sadar dari pengaruhnya.


"Apa yang terjadi? Kenapa Hector mati?"


"Mari cari korban selanjutnya."


"Pandora kamu berbicara seperti penjahat loh."


"Jangan tiba-tiba muncul, sudah kubilang kau tetap di dalam tubuhku."


"Tapi aku juga ingin membantu hueeeh."


"Ah, ah, aku mengerti, jangan menangis... giliranmu yang bertarung."


"Yattaa."


Souma masih tidak bisa terbiasa dengan seorang yang berbicara sendiri dan bertingkah aneh, Pandora, bukan Heart dengan semangat mengangkat senjata yang sudah kembali menjadi pedang dengan semangat.


"Souma mari kita kalahkan sisanya oooh..."


Souma hanya menanggapinya dengan mata bermasalah.


"Souma sayang, kau harus berteriak oooh juga, lihat lakukan seperti aku."


"Oooh."


"Lebih semangat lagi."


Lugunica terkena critical damage dan diam sesaat sebelum menanggapinya.

__ADS_1


"Bagaimana mengatakannya? Tapi aku suka dia yang seperti ini."


"Kita pergi ke sana <3"


__ADS_2