Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 206 : Menuju Pertarungan Akhir


__ADS_3

Selepas mendengar penjelasan dari dua penyihir, Souma telah kembali ke wilayah kekaisaran dimana dia menemukan bahwa dua pelayan telah menyambutnya dengan anggun.


Yang satu adalah Lilith yang menaikkan klinan roknya selagi membungkuk rendah dan satu lagi adalah gadis kecil dengan penutup mata.


"Siapa anak ini?"


Jelas Souma akan bertanya demikian, dia mengenakan pakaian mirip Lilith dan juga bertingkah sepertinya.


"Namanya Beatrix, ia asistenku mulai sekarang tuan, maaf terlambat melaporkannya dan tanpa menanyakan lebih dulu, aku siap dihukum di atas ranjang karena tindakanku."


Mengabaikannya adalah pilihan tepat.


Wajah gadis itu tampak akan menangis jadi Souma menarik pipi Lilith.


"Tuan, apa ini bentuk kasih sayangmu."


"Aku sedang menghukummu, kau tidak perlu menculik anak kecil lalu mempekerjakannya sebagai maid."


"Tapi ia cocok mengenakannya dan juga dia anggota kesatria meja bundar."


"Meski begitu lain kali jangan lakukan lagi."


"Aku mengerti."


Souma mendesah pelan lalu melepaskan tangannya.


"Kau pasti ketakutan... aku tidak ingin mempekerjakan gadis kecil jadi kau bisa pergi dari sini."


"Itu sulit bagiku, karena tempat ini hancur aku sudah tidak punya rumah, karena sudah sejauh ini tolong pekerjaan aku saja."


"Jika kau tidak masalah aku tidak keberatan."

__ADS_1


Sekarang Souma tidak peduli dengan seberapa banyak orang yang bekerja padanya, pada dasarnya dia telah memiliki 300 pelayan yang harus dibayarnya tidak termasuk karyawan tokonya. Dia yakin itu adalah akhir dari kehidupan santainya selama ini.


Sejauh itu ia hanya akan mendapatkan hari santai di hari liburnya.


Nymph yang babak belur mendekat padanya.


"Souma kau sudah kembali?"


"Apa kau baik-baik saja?"


"Aku tak apa."


"Apa darah iblismu mengamuk, kurasa aku punya obat untuk membuatnya stabil."


Souma memberikan sebotol potion berwarna biru terang, ketika Nymph meminumnya ia bisa merasakan sedikit tubuhnya lebih ringan.


"Kau sudah tahu ini?"


"Aku tertolong."


Souma mendengar suara seseorang berteriak dari atas tembok, namun ia sudah tahu apa yang terjadi jadi membiarkan Historia seperti itu tidak masalah.


"Tuan, wilayah Green Wall dan Yellow Wall telah dijatuhkan, sekarang hanya tinggal Red Wall saja, beberapa orang masih terlibat pertarungan di sana."


"Kalian semua telah bekerja keras, untuk bagian terakhir serahkan padaku. Aku akan mengalahkan Raifudus dengan tanganku sendiri."


Souma menghilang dalam sekejap dan muncul di lorong yang terhubung dengan singgasana, dia berjalan dengan pedang tersarung di tangan kirinya sementara langkah kakinya menggema ke seluruh koridor.


Dia berhenti dan menemukan seorang wanita telah menunggunya, ia memiliki mata merah dengan seragam militer merah muda lengkap dengan topi yang dimiringkan ke samping.


Sebelumnya dia adalah orang yang membunuh raja namun penampilannya sedikit berbeda, yang sama hanyalah bahwa dia memiliki rambut hitam panjang.

__ADS_1


"Kau datang, apa kau datang untuk membunuhku?"


"Awalnya aku berfikir siapa yang bisa menerobos ke kerajaan Diamond dan menyamar jadi pelayan, tenyata kau Evangelista, salah satu kesatria suci gereja Harmonia."


"Aku hanya bertugas sebagai mata-mata ganda dari pihak gereja.. kau tahu pekerjaanku sangat berat, aku harus membunuh Bertovo tapi kurasa kau sudah melakukannya."


"Karena dia bisa menggunakan Magic Creator?"


Evangelista tersenyum.


"Kau sangat jeli, itu adalah berkah yang diturunkan dari dewi Harmonia seharusnya seorang yang dikeluarkan dari gereja harus mati... dia juga telah membunuh para petinggi."


Alasan kenapa Fram sebelumnya bisa melakukannya karena dia juga berasal dari gereja yang sama tempatnya suster dari panti asuhan yang dikelola mereka.


"Bukannya seharusnya Vanitas yang kau selidiki?"


"Apa maksudmu?"


"Bukan apa-apa."


Souma menghela nafas panjang lalu melanjutkan. Vanitas dianggap sebagai uskup agung, apapun yang dia bicarakan tidak akan membuktikan apapun.


"Kenapa kau bisa berubah jadi vampir?"


"Aku pemimpin yang mengiventigasi saat Scarlett menghancurkan lab penelitiannya, ada sedikit darah di sana yang kuminum."


"Begitu, kemampuanmu sangat dibutuhkan, lain kali kuharap kau mau bekerja sama denganku."


"Tawaran yang menarik dari seorang alkemis jenius, yah aku akan memikirkannya nanti tapi kau yakin kau melepaskanku? Aku pembunuh raja Diamond loh."


"Walau aku membunuhmu dia tidak akan kembali. Meskipun kau menolak misinya, pasti akan ada orang lain yang melakukannya."

__ADS_1


Evangelista membetulkan topinya sementara Souma berjalan melewatinya dan selanjutnya ia dihadapkan dengan Raifudus yang duduk di singgasananya.


__ADS_2