Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 78 : Semakin Banyak Orang Di Toko Ini


__ADS_3

Souma duduk di depan jendela selagi memandangi butiran salju putih yang turun di baliknya.


Ini adalah pagi biasa di tokonya yang biasanya dimana dia dengan senang mengirim teh hangat ke dalam tubuhnya.


"Ya ampun, Souma sampai kapan kau duduk di sana... kita kehabisan obat penyembuh loh, kerajaan meminta kita mengirim banyak untuk mereka," suara itu berasal dari Undine yang berdiri di belakangnya.


"Bilang saja kalau bahan persediannya habis."


"Aku tidak bisa bilang begitu saat putri Celestrial di sini mendengarkan."


"Tak usah pikirkan aku, aku akan pura-pura tidak mendengarnya."


Souma terkadang lupa bahwa ada anggota kerajaan di sini, membohongi raja harusnya bukan pilihan untuknya.


Risela dan Anna duduk di samping Souma dan mereka meminum yang sama tanpa beban.


Tako berada di atas meja juga, di mana itu tempat favoritnya.


"Kalian berdua juga."


"Tenanglah Undine, mau bagaimana lagi di luar cukup dingin, aku tidak berpikir akan ada pelanggan datang.. benarkan Anna."


"Sepertinya begitu, untuk pengiriman obat masih ada waktu untuk membuatnya nanti," jawab Anna pada Risela.


"Kalian benar-benar terpengaruh Souma, kalian berubah menjadi kucing rumahan."


"Siapa yang kucing rumahan?"


Tak lama kemudian dari kamar mandi sosok gadis elf muncul dengan keluhan.


"Souma, kita kehabisan tisu.. di mana aku bisa mendapatkannya."


"Ada di dalam lemari itu."

__ADS_1


"Oh, baiklah," sahut gadis tersebut yang merupakan penyihir rembulan.


Toko biasa ini menjadi lebih ramai dari yang di ingat Souma. Tidak berlebih jika Souma telah terlibat dengan sesuatu Harem atau sebagainya.


Terlepas dari itu Souma mengalami perubahan besar di hidupnya.


Celestrial meletakkan piring makanan untuk mereka hingga semua orang bisa mencium aroma yang cukup enak dari sana. Undine dan penyihir bulan turut mengambil tempat mereka.


"Ini."


Satu suapan membuat wajah gembira di wajah mereka.


"Celestrial benar-benar pandai membuat makanan, apa ini?" tanya Souma menunjukkan ketertarikannya.


"Itu nasi goreng seperti biasa hanya saja aku menambah jamur di dalamnya."


Itu adalah bahan yang sebelumnya dipetiknya bersama Anna. Hanya saat menjelang musim dingin saja jamur ini tumbuh karena itu ini sebuah makanan yang bisa dinikmati satu kali dalam satu tahun.


Souma terus menunjukkan ketertarikannya sementara yang lain telah menjulurkan piring kosong pada Celestrial.


"Oi, kalian makan cepat, aku masih belum menghabiskan porsiku."


"Fufu itu salahmu sendiri Souma, jika kau kehabisan maka jangan salahkan kami," Risela menegaskan hal itu dan semua orang mengangguk di waktu bersamaan.


Mereka bukan wanita biasa, itulah kesan Souma untuk semuanya.


"Celestrial duduklah, kau juga harus makan."


"Kalau begitu, aku juga."


"Aku memintamu duduk tapi bukan berarti di pangkuanku juga kali."


Dan semua orang bertepuk tangan untuk keberanian Celestrial.

__ADS_1


"Ma, ma, biarkan Celestrial duduk di sana.. anggap saja ini bayarannya untuk selalu membuat makanan enak bagi kita."


"Aku juga setuju."


"Aku tidak keberatan, atau sejujurnya cepatlah menikah sana," tambah penyihir rembulan.


"Menikah itu terlalu cepat."


Souma hanya menunjukan wajah ketidak senangannya. Dibanding peperangan yang terjadi di negara ini, dia malah merasakan peperangan yang aneh di tempat ini.


Selepas makan semua orang kembali ke aktivitas mereka, ini telah melewati siang hari namun tidak ada tanda-tanda pelanggan yang akan muncul.


Itu wajar karena badai salju tak ada hentinya.


"Ini berbahaya, aku akan keluar."


Anna menunjukkan kebingungan atas pernyataan Souma.


"Souma mau pergi ke mana?"


"Apa kau ingat seorang wanita yang sering datang kemari?"


"Aku ingat."


"Putrinya sedang sakit.. ia harus meminum obat secara rutin."


"Aku akan siapkan obatnya."


Souma mengangguk kecil sebelum mengenakan pakaian yang lebih tebal untuknya.


"Kalau begitu aku pergi."


"Tolong berhati-hatilah."

__ADS_1


Souma hanya membiarkan perkataan itu berlalu di belakang punggungnya.


__ADS_2