
Di dalam ruangan itu Souma telah bertemu sang dewi dalam wujud gadis kecil, selama ini dia bertanya-tanya kenapa dewi selalu bertemu dengannya dengan penampilan seperti ini.
Saat dia mengatakannya jawabannya cukup mengejutkan.
"Bukannya kau menyukai gadis loli, aku ingin tampil sebaik mungkin di depanmu."
"Aku bukan orang seperti itu."
"Tapi kau menyukai gadis kecil kan."
"Dalam arti berbeda mereka terlihat imut."
"Baik, baik, aku mengerti, cepat lepas bajumu... kau baru saja ditusuk oleh senjata suci."
"Jadi dewi pelakunya," teriak Souma.
"Jangan mengatakannya seperti aku penjahatnya di sini, tadinya aku memberikan senjata itu pada bangsa Viking namun sepertinya mereka tidak menggunakannya dengan baik untuk menyelamatkan dunia."
Banyak informasi yang diterima oleh Souma, tapi dia memilih untuk mengesampingkannya.
Sang dewi menempatkan tangannya di tubuh Souma dan lalu cahaya menyembuhkannya dalam sekejap mata.
"Itu lebih baik."
Souma kembali memakai pakaiannya lagi sementara sang dewi duduk di atas ranjang. Dia menyilangkan kakinya serta meletakan jarinya di bibir.
Wanita dewasa yang berpenampilan seperti loli adalah hal yang jelas untuk dilihat darinya.
"Ngomong-ngomong dewi apa aku boleh menanyakan satu hal?"
__ADS_1
"Tanya banyak juga tidak masalah," balasnya santai.
"Apa Noreen telah bereinkarnasi ke suatu dunia?"
"Aku sudah tahu Souma akan menanyakan hal itu setelah mendapatkan hatinya kembali, dan jawabannya benar.. hanya saja sepertinya hidupnya juga sedikit sulit."
"Sulit?"
"Hm.. dia terkurung di sebuah bangunan yang sulit ditembus siapapun dan tertidur di dalamnya."
"Kenapa bisa? Apa aku bisa menyelamatkannya dan membawanya ke dunia ini?"
"Tentu saja bisa, seperti yang kukatakan aku akan mengabulkan satu permintaanmu saat menyelamatkan dunia ini."
"Itu terlalu lama."
Sang dewi tersenyum tipis.
"Apa itu?"
"Bertarunglah dengan Vanitas, dia mengurung Dewi Harmonia di katedral miliknya dan menggunakan kekuatannya."
Souma jelas terkejut.
"Apa hal itu bisa dilakukan?" adalah pertanyaan yang wajar untuk dikatakan di saat seperti ini.
"Kau bisa mendengar keseluruhan ceritanya pada Harmonia secara langsung, jika Souma bisa melakukannya aku akan meminta izin pada Dewi Eris untukmu bisa pergi ke dunia itu soalnya dialah yang bertanggung jawab untuk dunia tersebut walaupun dia tidak terlibat seutuhnya di dalamnya."
Souma diam untuk memikirkannya.
__ADS_1
"Maksudmu Dewi Eris yang dadanya besar, yang pernah berkunjung ke tokoku."
"Sudah kuduga kau akan mengingat bagian itu, yah sebenarnya dialah yang harus menjadi ratu para dewi bukannya aku.. tapi dia memilih untuk hidup di dunia fana bersama Shiji."
Sosok pria dengan mantel hitam juga sekilas muncul di dalam benak Souma.
Sang dewi melanjutkan.
"Dulu sekali alam dewi dalam situasi darurat di mana Dewi Kegelapan Pandora menyerang ke sana bahkan dia juga menghancurkan Horologium, Eris mengambil peran penting termasuk Shiji untuk menyelamatkan seluruh dunia yang sebelumnya membeku."
"Kelihatannya itu bukan perjuangan mudah."
"Seperti itulah."
"Lalu apa Pandora sudah mati?"
"Tidak, Shiji berhasil mengalahkannya namun dia menggunakan teknik reinkarnasi untuk dirinya sendiri dan hidup dengan dua kepribadian di tubuhnya namun berkat itu dia memilih jalan berbeda, jika kau pergi ke dunia dimana Noreen berada kau akan bisa menemukannya. Eris mengirimnya juga ke sana."
Souma mendesah pelan, dia tahu jika dia pergi ke dunia itu masalah akan datang tapi ia juga tidak bisa mengabaikan keberadaan Noreen, paling tidak dia ingin menyelamatkannya sekarang.
"Aku hanya harus mengalahkan Vanitas."
"Benar, saat kau pergi ke dunia itu aku akan menggunakan Horologium untuk menghentikan dunia ini."
Horologium adalah sebuah jam raksasa yang mengatur waktu seluruh alam semesta.
"Apa hal itu bisa dilakukan?"
"Aku memberikan pengecualian, Souma telah banyak menyelamatkan dunia dan bekerja dengan baik, jika aku tidak bisa melakukannya aku berarti orang yang tidak tahu terima kasih. Kupikir kau bisa juga berpetualang dengan Eris dan Shiji nanti, banyak hal yang bisa kau pelajari dari mereka yang lebih dulu menyelamatkan dunia sebelummu."
__ADS_1
Dunia Souma dan Shiji jelas memiliki perbedaan, Shiji memilih jalan dimana perjalanannya penuh warna sementara Souma memilih jalan penuh pembantaian.
"Aku tidak yakin itu ide bagus," jawab singkat Souma dan dewi melambaikan tangannya dan menghilang selagi berkata 'Begitu.'