
Setelah pernikahan hari-hari Souma berjalan seperti biasanya, dulu dia menjaga toko ini sendirian dan sekarang toko ini telah berkembang sedemikian rupa dengan banyak pembeli yang terus bergantian seiring waktu.
Jika ada seseorang mencari pekerjaan di dunia ini maka kebanyakan mereka akan lebih memilih untuk menjadi petualang, bagaimanapun di tempat ini telah berdiri
sebuah menara yang bisa memberikan penghasilan bagi siapapun, dan tempat itu dinamakan The Tower Of Goddess yang diciptakan Souma yang mana kini telah mencapai lantai 100.000.
Itu bukan jumlah lantai yang kau bisa temukan di dunia manapun, kecuali hanya ada di sini dan seorang yang membuatnya tentu saja Souma yang hanya menjadi seorang pedagang obat.
Toko telah diperluas dan semua orang yang bekerja di sini, paling tidak bisa menciptakan sebuah potion kelas atas.
Pagi itu Noreen mengumpulkan semua orang untuk membahas sesuatu.
"Kita harus memiliki seragam imut untuk menjalankan toko ini, karena itulah mari buat design kita sendiri."
Souma tidak keberatan, lagipula akan bagus jika mereka memakai pakaian seragam. Mereka saling memberikan ide tentang sebuah rancangan gaun dan berakhir dengan gaun berenda, dengan perpaduan warna hijau putih serta bando yang sering digunakan pelayan.
Karena pakaiannya tidak aneh-aneh Souma mengijinkannya.
Jika dilihat sekilas itu mirip seperti gaun pelayan yang telah ditingkatkan.
Lilith tampak sangat menyukainya dan Beatrix di sebelahnya berbicara omong kosong.
"Gaun ini pasti memberikan kekuatan luar biasa pada penggunanya, aku merasakan kekuatanku mengalir deras, aku yakin dengan ini semua orang akan terpesona pada kita."
"Betul kan."
Undine yang mengenakan jubah penyihirnya berkata.
"Tempat ini jauh lebih menyenangkan sekarang."
"Begitulah, apa kau tidak ingin bekerja di sini lagi?" tanya Souma.
"Aku ingin kembali menjadi petualang lagipula aku sudah membuat party dengan seseorang."
__ADS_1
Souma menatap Undine dengan berlinang air mata.
"Jangan menganggapku sebagai penyendiri!" teriaknya lalu melanjutkan.
"Yah... paling tidak ada dua orang yang mengajakku bergabung."
"Apa mereka akan baik-baik saja jika bergabung denganmu?"
"Ngajak gelut Souma."
"Aku tidak berani melawan penyihir nomor satu di kota ini."
"Akhirnya kau mengakui kejeniusanku, Ayaka dan Himawari mungkin sudah menungguku sampai nanti."
"Aah."
Souma memikirkan kedua nama tersebut jika tidak salah mereka berdua adalah pahlawan yang dipanggil oleh pihak kekaisaran, jika demikian Souma rasa mereka mungkin akan jadi kelompok terkuat di kota ini.
Giliran Anna yang mendekat ke arah Souma.
"Symponia masih marah tentang manusia tapi seiring waktu mungkin dia akan terbiasa dan memilih tinggal di sini juga"
"Itu akan melegakan, kalau begitu aku akan mulai membuat potion."
"Iya."
Beberapa hari kemudian Celestrial dan Noreen saling berpelukan setelah memakai seragam bekerjanya yang imut, untuk Celestrial sendiri dia hanya bekerja dua jam setiap hari bagaimanapun dia mempunyai urusan kerajaan yang harus diurusnya.
"Kamu terlihat cantik, aku ingin memelukmu."
"Hentikan, kamu terlalu menempel padaku."
"Jadi bagaimana tentang seragam kami sekarang."
__ADS_1
Noreen mengalihkan pertanyaan itu pada Souma yang sedikit memerah.
"Ugh.. kalian sangat imut."
Mereka jelas terlihat sangat bahagia.
Toko dibuka dan antrian petualang mulai masuk secara bergantian.
"Tolong potion penyembuhnya."
"Silahkan."
"Aku pesan salep dan juga beberapa parfum."
"Baik."
"Scarlett-san aku beli sabun cuci piring... benda itu sangat berguna untuk kafeku yang belakangan ini sangat ramai hoho."
"Baik, akan disediakan."
"Asetasius tolong menikah denganku."
"Maaf, aku tidak tertarik."
Souma hanya tersenyum masam menanggapinya, entah sejak kapan semuanya terasa berubah.
Dia mengambil beberapa sabun batangan yang telah dikemas dalam sebuah kotak cukup besar.
"Kalau begitu aku yang akan mengirim ini."
"Baik, cepat kembali Souma," teriak Risela.
"Aah."
__ADS_1
Dan Souma meninggalkan keramaian di belakangnya.