Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 62 : Para Pasukan Yang Terluka


__ADS_3

Selepas menguburkan Denis, Souma menaruh bunga di nisannya sebelum bangkit berdiri.


Dia menggigit ujung bibirnya selagi mengepalkan tangannya.


"...Aku juga benci ras vampir."


Risela yang telah mengumpulkan setiap mayat berjalan pada Souma selagi satu tangannya berada di gagang pedang di pinggangnya.


"Souma waktunya pergi."


"Aah."


"Kau yakin kita akan membawa mayat mereka, sulit untuk mengangkatnya ke desa."


"Aku akan menyimpan mereka di sihir penyimpananku, walau terkesan seperti memperlakukan mereka sebagai benda tapi itu lebih baik untuk dilakukan."


"Apa dengan ini pilar yang tersisa akan mengincar kita."


"Tentu saja, saat itu terjadi aku mengandalkanmu Risela."


"Eh, kau tidak bertarung lagi?"


"Hah? Kenapa aku harus bertarung, aku ini hanya tukang obat."


"Semua orang jelas tidak akan mempercayainya lagi."


"Ini karena gara-gara kalian melibatkanku dengan hal merepotkan, kau harus membayarnya nanti dengan bekerja dua kali lipat."


"Mungkinkah aku akan dipekerjakan siang dan malam dan hanya diberi makanan roti sisa dan air seadanya... aku menantikannya."


"Memangnya aku ini apa."


Undine dari kejauhan melambaikan tangannya sementara pria yang terluka di sebelahnya telah pulih dari seutuhnya, di guild Souma hanya menjelaskan semuanya pada mereka lalu kembali ke tokonya sampai dia melihat sesuatu yang mengejutkan.

__ADS_1


Banyak orang di sana yang telah berkumpul dan masing-masing mereka diperban oleh kain putih.


"Ada apa ini?" tanya Risela pada Anna yang baru selesai merawat luka salah satu pria sangar dengan mengikatkan perban di seluruh wajahnya.


"Oi, dia tidak bisa bernapas," ucap Souma datar.


"Wajahnya menakutkan jadi aku menutupinya."


"Anna sayang... wajahnya memang sangar, jelek, hidup lagi, tapi dia juga manusia," tambah Risela.


"Kau yang bukan manusia," teriak Souma membantu pria malang itu.


"Yah, aku kira aku akan mati setelah jauh-jauh datang ke sini, terima kasih banyak, itu... dewa Alchemist."


"Aku hanya tukang obat, panggil Souma."


"Baik."


"Jadi apa kalian bertarung dengan sesuatu hingga parah seperti ini?" tanya Souma.


"Sebenarnya kami sedang berpatroli di kota sebelah, saat kami lewat hutan kami menemukan sesuatu yang mengejutkan."


"Mungkinkah kalian bertemu serigala itu."


"Serigala? Maksudmu seperti hewan buas atau sebagainya... bukan, kami tidak sengaja melihat seseorang sedang mandi di sungai lalu tiba-tiba dia menembakan sihir hingga melukai kami."


"Seperti apa orangnya?"


"Gadis kecil, bertelinga elf dan juga memiliki rambut perak panjang."


"Kau, itu penyihir rembulan kan?"


"Apa? Penyihir rembulan... syukurlah kami tidak dibantai."

__ADS_1


"Yah, sepertinya begitu... lalu bagaimana keadaan medan perang sekarang?"


"Aku tidak terlalu mengingatnya tapi saat kami memeriksa lokasi musuh hanya lubang besar yang kami bisa temukan."


"Penyihir rembulan yang melakukannya, dia memang membantu kita tapi dia tidak ingin bekerja dengan siapapun."


"Jadi rumor itu benar."


Souma mengerenyitkan alisnya seolah merasakan firasat buruk dari perkataan tersebut.


"Rumor apa tepatnya?"


"Semua penduduk kerajaan bilang bahwa tuan Lawyer yang telah membujuk penyihir rembulan dengan kekuatannya hingga dia mampu bekerja sama dengan kita, dari dulu tuan Lawyer sangat hebat aku sangat mengaguminya."


Sementara pria itu berkata selagi mengepalkan tinju di udara dengan tatapan berbinar, Souma disebelahnya hanya tersenyum masam. Dialah yang sebenarnya telah membujuk penyihir rembulan sayangnya dia tidak bisa mengatakannya.


"Kalian terlalu melihat tinggi orang itu," kata Souma datar.


Di ruangan istana Lawyer menutup mulutnya karena bersin.


"Ada apa komandan."


"Sepertinya aku merasakan angin kegelapan yang datang tertuju pada kerajaan kita."


"Sesuai yang diharapkan dari Komandan, aku sama sekali tidak mengerti perkataan anda."


"Kalau kau mengerti kau sudah jadi komandan sejak lama."


"Aku akan terus mengikutimu sampai akhir hidupku komandan."


"Baguslah kalau begitu, ngomong-ngomong tolong bantu aku membuat laporan."


"Laksanakan."

__ADS_1


__ADS_2