
Mereka berdua berhasil keluar dari hutan dan menemukan sebuah desa yang berada di pinggirannya. Tidak banyak rumah yang tersedia meski begitu mereka bisa meminjam kadang kuda tak terpakai untuk tidur malam ini.
Souma membaringkan tubuhnya di atas jerami begitu juga Historia di sebelahnya, tidak biasanya tidak ada godaan, dan Souma melirik ke arah Historia yang sudah tertidur pulas dengan remah-remah roti di mulutnya.
Orang ini karena terlalu banyak makan dia langsung tidur pulas, Souma mengeluarkan selimut untuk menutupi tubuhnya.
Ras malaikat memiliki kedudukan tinggi dan terkadang beberapa dari mereka bekerja sebagai pelayan dewi, Souma berfikir semuanya tidak akan berjalan dengan mudah.
Pagi berikutnya Souma berterima kasih pada sosok yang mau meminjamkan kandang kudanya dan sekali lagi berjalan beriringan bersama Historia.
"Tidurku sangat nyenyak, bagaimana denganmu Souma. Ugh... sepertinya kau tidak tidur."
Souma akhirnya mengerti seberapa muaknya dia dengan perasaan gelisah tidur dengan seorang gadis.
Setelah memastikan rute selanjutnya, mereka kembali menembus hutan... selama tiga hari mereka habiskan dengan bersantai dan akhirnya sampai di sebuah lahan hijau tanpa apapun.
"Jangan bilang ini adalah wilayah ras malaikat tapi aku tidak melihat apapun di sini."
"Perhatikan baik-baik."
Historia melirik ke segala arah dan seperti yang dikatakannya dia tidak menemukan apapun, Souma berjalan lebih dulu dan tiba-tiba saja dia berjalan di udara.
"Bagaimana Souma melakukannya? Amazing."
"Cobalah maju."
__ADS_1
Historia melakukan seperti apa yang dikatakan Souma hingga akhirnya dia mengerti apa yang tengah terjadi di sini.
Dia tidak berjalan di udara melainkan menaiki tangga yang tidak terlihat.
"Ya ampun, ini mengejutkan."
"Saat di atas sana jangan berani melakukan hal bodoh seperti menyentuh para malaikat."
"Aku tahu."
Souma berjalan dengan santai diikuti Historia, semakin mereka naik maka semakin jauh jarak antara keduanya dari permukaan tanah.
Historia sempat terpeleset untunglah Souma dengan santai menangkap pergelangan tangannya.
"Tak masalah, aku akan membiarkanmu jalan duluan."
"Um."
Mereka berada di ketinggian maka dari itu oksigen di tempat ini makin tipis, bagi orang yang tidak terbiasa tidak aneh mereka menjadi sedikit pusing.
Ujung tangga adalah sebuah pulau terapung yang dihuni banyak rumah, jika melihat ke sekelilingnya maka pulau yang lainnya melayang dengan jumlah banyak.
"Wow, jadi ini wilayah ras malaikat," tingkah laku Historia seperti layaknya gadis kecil yang polos.
Sama seperti kota lainnya, kota di ras malaikat tidak jauh berbeda hanya saja penduduknya seutuhnya mengenakan pakaian serba putih dengan sayap di punggung mereka. Melihat kedatangan Souma dan Historia membuat mereka semua waspada. Seorang anak kecil berlarian di dekat Souma saat dia terjatuh Souma berlutut di dekatnya lalu memberikan potion penyembuh untuk mengobati lukanya.
__ADS_1
"Lain kali berhati-hati."
"Terima kasih."
"Souma aku pikir kita tidak diterima baik di sini."
"Kenapa kau berfikiran begitu?"
"Mereka semua mengarahkan tombak ke arah kita."
"Kalian makhluk permukaan bukan, jangan bergerak dan angkat tanganmu."
"Aku lebih senang jika disebut sebagai manusia."
"Tunggu kalian jangan sakiti mereka berdua."
"Nona Salatiga."
Dari kerumunan penjaga tampak seorang wanita berambut putih berjalan menerobos, ia memiliki empat sayap putih lebih banyak dua sayap dibandingkan di sekitarnya, mengenakan gaun putih long dress dengan penutup kain mata serta membawa timbangan di tangannya.
"Sayapnya lebih banyak Souma."
"Semakin banyak sayapnya itu artinya malaikat tersebut memiliki jabatan lebih tinggi, dari yang kudengar yang paling tinggi memiliki enam sayap."
"Begitu."
__ADS_1