Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 240 : Pertarungan Sengit


__ADS_3

Evangelista mengawali kehidupannya dengan ketidak keberuntungan. Semenjak bayi dia ditinggalkan di hutan oleh orang tuanya, kemudian diasuh oleh para pencuri dan ketika berumur 10 tahun dia telah ikut dalam operasi pencurian besar-besaran termasuk membunuh banyak orang.


Namun itu tidaklah lama. Di bawah guyuran hujan dia berdiri di depan puluhan mayat yang bisa dianggap keluarganya sendiri.


Akibat mereka yang telah menargetkan rumah-rumah besar, sebagai imbasnya mereka mengirim banyak kesatria dan pembantaian ini tak bisa dihindari. Darah merah yang bercampur air mengalir melewati celah-celah kakinya.


Untuk sekali lagi dia kehilangan tempat berharga baginya.


Dia menengadah ke arah langit dan membiarkan hujan membasahi wajahnya, sesuatu terlintas di benaknya, siapa yang harus disalahkan? Kenapa aku hidup seperti ini? Apa salahku? Dan jawaban itu muncul seketika.


"Ah benar, karena mereka lemah mereka mati, jadi itu kesalahan karena lemah, orang kuat dapat memerintah orang yang lemah, itulah aturan dari dunia ini."


Saat itulah Evangelista telah tumbuh secara menyimpang, dia hidup secara berpindah-pindah tempat dari satu negara ke negara lainnya sebagai mata-mata lalu menjual rahasia mereka ke pihak ketiga, begitulah kehidupannya yang mana setiap langkahnya hanya meninggalkan sebuah kebencian sampai akhirnya Vanitas menemukannya saat dia akan dieksekusi di depan umum.


"Bagaimana jika kau ikut denganku menjadi bawahanku, kau akan mendapatkan uang banyak dan hidup untuk melayani orang kuat sepertiku."

__ADS_1


Evangelista menerima tawaran tersebut, bagaimanpun Vanitas baru saja menghancurkan satu kota untuk dirinya.


"Apa yang kau rencanakan?"


"Bukan hal serius, aku hanya ingin mengambil kekuasaan di gereja Harmonia, dan karena itu aku membutuhkan banyak bantuan dari orang-orang sepertimu."


Senyuman Vanitas saat itu hanya senyuman iblis.


Inoe melompat di udara tanpa melupakan untuk memberikan tebasan, begitu juga Evangelista hingga mereka saling berbenturan di sana, gerakan mereka sangat sulit diikuti dengan mata telanjang meski demikian ada sesekali mereka saling melambat.


Penggunaan pedang Inoe sedikit unik alih-alih memegangnya seperti biasa dia memegang gagang pedang terbalik ke bawah, itu menciptakan gerakan lebih cepat serta lebih indah dibandingkan teknik pedang yang ditunjukan lawannya meskipun keduanya tetaplah sama-sama kuat.


Benar, dia tak hanya menangkis, melainkan menghancurkannya menjadi serpihan kecil kemudian menyarungkan kembali pedangnya ke dalam sarungnya dan berkata.


"Ichi no kata, Irisan Bunga Sakura."

__ADS_1


Dia mengayunkannya dari bawah dan sebuah tebasan yang terdiri dari ribuan kelopak bunga sakura meluncur ke arah Evangelista yang membenturkannya dengan seluruh pedang yang dikeluarkannya dari lingkaran sihir miliknya.


Riel dan Karina yang mengawasi tidak bisa berkata apapun melihat pemandangan pertarungan yang luar biasa.


"Dari dulu aku berfikir bahwa Evangelista sangatlah kuat, dia menahan irisan bunga sakura hanya dengan teknik biasa, nah Karina apa kau tahu bagaimana magic creator milik Evangelista?"


"Tidak, aku tidak pernah melihatnya, Evangelista orang yang lebih dulu bergabung dengan kesatria suci paling tidak magic creatornya sama seperti Risela Lockhart."


"Aah, magic creator itu.... milik Risela benar-benar mengerikan, bukan hanya musuhnya dia mengurung seluruh dunia dalam dimensi berbeda."


"Karena itulah dia tidak pernah menggunakannya kecuali dibutuhkan, dan yang pertama kali dia lakukan saat melawan ratu iblis Anna hingga memutar balikkan kekalahan ras manusia menjadikan kemenangan."


"Bukannya itu artinya dewi Harmonia sangat menyukai Risela."


"Dia pahlawan jadi tidak aneh kan."

__ADS_1


"Aku juga ingin disukai, Souma tolong sukai aku."


"Sukamu ke arah yang berbeda."


__ADS_2