Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 157 : Pertama Kalinya Datang


__ADS_3

"Ada apa dengan ekpresimu itu, apa kau jatuh cinta padaku? Mungkinkah kau mulai tumbuh dan mulai mengetahui pesona wanita dewasa."


Astrea mengirim perkataan cukup menggoda di sana sementara Souma masih berekspresi datar.


"Sejujurnya aku tidak mengerti."


"Ya ampun kau ini sudah masuk ke usia dimana meniduri banyak wanita sebagai kegiatan sehari-hari, jangan khawatir Onee-san akan mengajari banyak hal."


Souma bisa mengingat masa-masa kelamnya saat wanita di sampingnya tanpa ragu menggunakan teknik gulat padanya, mungkin itulah yang akan dia lakukan.


~gemetaran.


"Apa kamu tidak suka, sungguh apa kau ini seorang pria biarkan aku melihatnya."


"Penjaga, penjaga, aku dilecehkan apa tidak ada penjaga di sini."


"Kau bertingkah seperti gadis perawan... benar juga, para pelayanmu sepertinya sedikit kesusahan dan sedih, paling tidak sempatkan untuk mengunjungi semuanya di mansion."


"Aku mengerti."


Dengan kepergian Astrea maka Souma mengunjungi mansion di mana sebanyak 100 pelayan menyambutnya di gerbang masuk dengan Naysia sebagai pusatnya.


"Selamat datang tuan."


"Selamat datang," x99


Mereka membungkuk sekali dengan sikap elegan.


"Kalian sangat rapih."


"Sudah jelas tuan, kami akan sebisa mungkin memanjakan Anda lagipula kami sedih karena Anda baru datang kemari."


"Aku minta maaf, aku sangat sibuk dan kurasa aku hanya bisa tinggal di sini sampai pagi."


"Itu juga sudah cukup, jangan ragu untuk mengundang saya ke tempat tidur Anda malam nanti."


Souma berfikir.


Apa itu yang pelayan lakukan.

__ADS_1


Dia.


~gemetaran.


Mungkin dia akan menerima serangan gulat tingkat atas.


"Eh?"


"Kalau begitu apa tuan mau makan dulu, mandi atau aku?"


"Sepertinya mandi."


"Kalau begitu saya akan membiarkan 50 pelayan merawat Anda dan sisanya akan di dapur."


"Maksudnya?"


Mansion ini telah dirombak agar bisa dihuni 300 pelayan bahkan 500 pelayan jika Souma menginginkannya. Jadi dibanding bangunan apapun tempat ini terlalu luas, ada taman di dalam mansion serta pemandian air panas yang mewah.


Ini adalah situasi yang kebanyakan pria inginkan.


"Aku tidak menyangka akan seperti ini."


"Tunggu aku bisa mandi sendiri."


Ia diseret oleh 50 pelayan yang tidak ragu melepaskan pakaiannya dan secara berganti memanjakan Souma dengan kelembutan.


"Kalau begitu tuan aku akan menggosok bagian depan anda."


Para pelayan membuat antrian panjang yang mana membuat Souma mematung, jika dia terus dimandikan oleh pelayan, itu sama dengan ia telah mandi 50 kali.


Itu jelas situasi aneh.


Pada akhirnya Souma memutuskan untuk berpindah peran dan secara bergantian menggosok punggung para pelayan. Kulit putih mereka serta seberapa berkembang bagian tubuh mereka sesuatu yang indah untuk diperhatikan tapi Souma hanya menatapnya datar.


Bahkan ia juga tidak melewatkan bagian dada mereka dan juga bagian sensitif lainnya.


"Sungguh sebenarnya apa yang kulakukan ini?"


Souma kehilangan kehidupannya meskipun para pelayan tampak bahagia karenanya, dan masih menggodanya bahkan setelah mereka meredamkan dirinya di kolam.

__ADS_1


Bagi para pelayan yang memiliki mata berwarna merah mereka adalah vampir, sisanya pelayan pada umumnya.


Souma duduk di meja panjang yang telah disediakan pelayan yang mengurus bagian dapur, di saat yang sama 200 pelayan yang lain yang masing-masing ditempatkan di guild pedagang serta guild petualang tiba.


Atas permintaan Souma mereka diperbolehkan duduk di meja yang sama dan jika kau melihatnya itu malah mirip seperti ruangan makan bagi para tentara militer.


Naysia bahkan harus menggunakan pengeras suara untuk memberikan arahan.


"Hari ini adalah hari special karena tuan datang kemari jadi kita harus menyambutnya dengan meriah, karenanya mari bersulang."


"Bersulang."


"Tuan bagaimana makanannya?"


"Ini sangat enak."


Dan Naysia mengumumkan hal itu hingga suara kegembiraan pecah.


Souma berfikir para pekerja yang sudah tua akan mengundurkan diri nantinya karena itu jumlah mereka pasti akan berkurang ke depannya, namun anggapan itu dibantah oleh Naysia.


"Sebenarnya tuan, kami berniat melayanimu selama hidup kami karena itu kami semua akan berubah menjadi vampir ke depannya secara bertahap."


"Bagaimana tanggapan Scarlett?"


"Ia tidak keberatan."


Dengan kata lain Souma akan terus berada di situasi ini selamanya lagipula dia juga abadi.


Jika mengamsumsikan hal itu maka karyawannya juga pasti akan melakukan hal sama nantinya.


Itu jelas mengerikan.


Selepas makan 300 pelayan mulai berjajar kembali untuk menerima elusan di kepala mereka sebagai tanda terima kasih.


Hanya ada tiga kata yang Souma pikirkan sekarang.


Aku ingin pulang.


"Tuan, aku datang untuk pekerjaan malamku, tuan... halo, sepertinya tuan Souma sudah tidur."

__ADS_1


Beberapa pelayan harus merasa kecewa di depan kamar Souma pada malam harinya.


__ADS_2