Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 108 : Rahasia Dari Festival Naga


__ADS_3

Sebagai permintaan maaf Stelfania mengajak Souma untuk berjalan-jalan sepanjang kota berdua saja, untuk Celestrial dan Anna keduanya memilih untuk segera beristirahat bagaimanapun mereka sudah bekerja cukup baik di toko jadi tidak ada salahnya menghabiskan waktu dalam perawatan si kembar.


Mengikuti Stelfania dari samping dia dengan senang menunjukan setiap rumah penting di kota naga termasuk beberapa properti langka.


"Yang ini pancuran naga satu-satunya di kota naga."


"Owh."


Souma bertepuk tangan bagaimana air itu keluar dari mulut naga dengan meriah, jelas itu pertunjukan air yang mengagumkan.


"Dan di sini adalah pedang legendaris ibu kami Lugunica."


Sebuah pedang tak jauh dari sana menancap baik di lantai. Pedang itu tersarung dengan baik dengan pola ukiran naga serta semuanya berwarna emas.


"Apa tidak ada siapapun yang ingin mengambilnya?" tanya Souma.


"Pedang ini dibuat khusus, kecuali dari ras naga saja yang bisa menggunakannya."


Souma mendekat dan menyentuhkan tangannya menyelusuri lapisan pedang tersebut.


"Tidak masalah jika Souma mau mencobanya."


"Ini adalah ikon kota naga yang penting, aku jelas tidak akan melakukannya."


Stelfania tersenyum lalu melanjutkan.


"Pedang ini dibuat untuk membunuh penyihir bencana yang dulu pernah mengendalikan kami, jika naga yang memegangnya mungkin kami akan dikendalikan dan senjata ini hanya akan berbalik menyerang manusia, penyihir juga tidak bisa menggunakannya."

__ADS_1


"Jika mengamsumsikan itu maka ras lain juga akan bisa membunuh kalian dengan pedang ini."


"Pedang ini tidak bisa dipakai untuk membunuh naga."


Souma akhirnya tahu apa yang diinginkan Lugunica, dia berharap suatu hari akan ada seseorang yang bisa membunuh penyihir bencana tapi masih banyak pertanyaan tentang itu.


Melihat Ekpresi Souma tunjukkan Stelfania tersenyum lalu membawa Souma ke perpustakaan satu-satunya di kota ini, mereka memasukinya dan banyak naga yang sedang membaca buku di sana. Tapi keduanya tak berhenti di ruangan tersebut melainkan menuju pintu yang jauh di belakang. Pintu itu tampak sudah lama tidak digunakan, kendati demikian masih berfungsi dengan baik.


Memasukinya, sebuah lukisan terpampang dengan baik di setiap dinding bersama ornamen lainnya, mengejutkan bahwa di sana tidak memiliki rak apapun kecuali ruangan kosong yang hanya dilapisi berbagai gambar, terlebih itu menggambarkan tetap festival naga yang dilakukan penyihir bencana.


Gambar pertama menceritakan bagaimana penyihir itu tiba di sini dan mengendalikan naga.


Gambar kedua di mana para naga menghancurkan setengah dari dunia ini, banyak orang yang terbakar dan tidak sedikit orang yang mati, dan di atas itu penyihir bencana yang dilukiskan dengan warna merah tertawa gembira.


Beberapa kesatria dan juga orang-orang yang berusaha melindungi tanah mereka dihabisi dengan kejam.


Itu gambaran dari sebuah neraka.


Wilayah ras iblis menjadi tanah tandus dan separuh populasi di dunia ini telah dibantai, Lugunica yang berada jauh di tempat persembunyiannya akhirnya turun untuk menghentikan bencana tersebut.


Gambar ke tiga menunjukkan bagaimana keduanya bertarung habis-habisan selama tiga hari tiga malam, tidak ada yang menang atau kalah keduanya seimbang.


"Dan di saat itulah ibu kami membuat kesepakatan agar kami tidak dikendalikan dan mengumpulkan ketujuh penyihir sage dalam sebuah acara yang disebut sebagai pesta teh penyihir.


"Pesta teh penyihir? Lalu apa yang mereka kesepakati."


"Hanya sebuah perdamaian di mana penyihir tidak boleh ikut campur dengan dunia ini."

__ADS_1


"Dengan kata lain ibu kalian bisa bertarung seimbang dengan ketujuh penyihir."


"Iya... namun ibu kami merasa penyihir tidak akan selalu menempati janjinya jadi ia membuat pedang itu dan suatu hari mungkin akan ada seseorang yang mampu mencegah festival naga terulang kembali."


Itu yang pasti akan dilakukan penyihir, sejauh ini semua orang bisa selamat karena keberadaan Lugunica yang berperan sebagai pengawas tapi sekarang dia sudah tidak ada lagi maka dari itu penyihir akan kembali bergerak.


"Lalu bagaimana dengan penyihir lainnya?"


"Aku tidak tahu, mungkin saja perdamaian itu dibuat hanya untuk kami bisa terbebas dari pengendalian naga tanpa memikirkan ras lainnya."


"Itu masuk akal, Lugunica tidak mungkin bisa menyelamatkan semua orang jadi dia memilih untuk melindungi ras kalian saja."


Di akhir lukisan tampak seorang gadis kecil mengulurkan tangannya ke Lugunica, yang mana menandakan satu hal.


"Penyihir rembulan akan bergerak jika penyihir lain menyerang ras naga namun dia tidak bisa melakukan apapun jika sihir pengendalian diaktifkan," kata Souma yang mendapatkan anggukan kecil.


Pertanyaannya apa yang ditawarkan oleh Lugunica untuk itu?


Dan Stelfania menjawab.


"Cara untuk membagi jiwa menjadi 1000 orang."


Souma kembali di ajak ke dalam ruangan selanjutnya dan di sana, di dalam tempat tersebut, ada sebuah kristal raksasa berwarna bening dan di dalamnya sosok gadis kecil telanjang meringkuk dengan wajah polos.


Rambut peraknya lebih panjang dari seharusnya yang mana melebihi tubuhnya sendiri.


"Kau pasti bercanda?"

__ADS_1


"Di sinilah tubuh asli penyihir rembulan berada."


__ADS_2