Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 99 : Melanjutkan Acara Pertunangan


__ADS_3

Souma yang terikat dengan rantai hanya bisa pasrah saat tubuhnya diseret ke sana kemari oleh Stella, di lorong mereka berpapasan dengan Sebastian yang sebisa mungkin mencoba untuk tidak tertawa.


"Semoga hari kalian berdua menyenangkan."


Itu pukulan bagi Souma, sementara Stella masih dengan semangat menjelaskan apa pun yang mereka lewati misal soal guci mahal yang mereka dapatkan sebagai hadiah dari raja atau sebatas benda yang jelas untuk Souma tidak memiliki nilai seni apapun.


Dia tinggal di negara bernama Jepang sebuah negara maju yang kental dengan budaya bahkan jika itu lukisan dia merasa bahwa di sana lebih bagus. Sesaat memikirkan hal seperti itu pandangannya terhenti di sebuah lukisan yang terkesan membuatnya mendapatkan perasaan aneh.


"Siapa dia?"


"Itu nenekku... Scarlett Evergarden, ia dikatakan terkena musibah kebakaran di sebuah lab penelitian milik kerajaan."


"Lab penelitian?"


"Harusnya aku tidak mengatakannya, karena merupakan tindakan ilegal lab itu ditutup sentuhnya tapi aku tidak tahu apa yang mereka lakukan di sana."


"Begitu."


Lukisan itu menampilkan wanita berparas cantik dengan rambut merah panjang.


Souma memilih mengabaikannya, dia berfikir mungkin ada poin tertentu yang tidak ingin dikenang oleh Stella.


"Ada apa?"


"Bukan apa-apa, hanya saja aku ingin ke toilet bisakah kau melepaskan rantaiku."


"Akan kutemani."

__ADS_1


"Jangan lakukan itu."


Sementara Souma berusaha sebisa mungkin menjauhkan Stella, ayah dan ibunya muncul untuk menegurnya.


Mereka terlihat seperti sudah menempuh perjalanan panjang atau sejujurnya mereka telah pergi ke istana untuk sebuah undangan bangsawan.


"Stella... tidak baik jika kamu memaksa, masukah kamu melepaskan ikatan tuan Souma."


"Yang dikatakan ibumu benar, tolong perlakuan tuan Souma seperti tamu.. beliau telah menyelamatkan kerajaan kita, kita tidak pantas memperlakukannya seperti itu."


"Ayah dan ibu berubah, biasanya kalian akan bilang cepat buat dia menghamiliku atau sebagainya."


Souma memicingkan mata dengan pernyataan tersebut.


Apa ini keluarga sesat yang mencoba mengikat garis keturunannya dengan orang berpotensi.


Hal itu membuatnya sedikit terpukul.


"Namaku Sandel, aku pemilik kediaman ini dan ini istriku Sernia, aku harap perilaku putriku tidak membuatmu tidak nyaman."


"Putri kami terkadang terlalu bersemangat," Sernia menambahkan dengan sedikit tertawa kecil khas dari tindakan seorang bangsawan.


Souma jelas tahu mereka sedang mencoba mengalihkan topik pembicaraan namun akan aneh jika Souma menarik dirinya untuk pertanyaan bagaimana kalian membesarkan anak agar menjerat pria dengan cara menghamilinya?


Souma memilih menyerah, lalu mencoba beradaptasi dengan sekeliling.


"Ini memang kurang nyaman, saya merasa terbantu jika rantai ini dilepaskan dari tubuh saya."

__ADS_1


"Stella?" panggil lembut ibunya yang mana membuatnya menjatuhkan bahunya dengan lemas.


"Aku mengerti."


Souma bisa menarik nafas lega dengan rantai yang telah dilepaskan dari tubuhnya.


"Kalau begitu aku akan meminta Stella untuk mengantarkanmu ke ruangan khusus tamu agar bisa berisitirahat sebelum perjamuan, kami baru tiba jadi kami juga ingin sedikit beristirahat, mungkin akan sedikit lama jadi aku minta pengertiannya... kami akan mengirimkan pelayan untukmu agar menyiapkan kebutuhan apapun di sini."


"Itu tidak masalah, terima kasih dan soal pertunangan."


"Kita bisa membicarakannya nanti, kalau begitu permisi."


Keduanya melangkah pergi.


Souma terkadang kagum dengan gaya berbicara para bangsawan yang penuh sopan santun. Tentu Souma sedikit membenci kepribadian bangsawan apalagi soal sisi gelap mereka.


Setiap dari mereka selalu memilikinya ucapnya dalam hati.


"Aku ingin ke toilet dulu, di mana tempatnya?"


"Aku akan menemanimu."


"Sepertinya tidak ada pilihan lain, tapi hanya sampai luar pintu."


"Kau perlu seseorang untuk memegangi punyamu jadi aku harus masuk ke dalam."


"Aku bisa melakukannya sendiri."

__ADS_1


Betapa mengerikannya putri bangsawan ini yang mana membuat punggung Souma dialiri rasa dingin.


Dia berada setingkatan dengan pahlawan mesum masokis yang dia kenal.


__ADS_2