Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 345 : Kabut


__ADS_3

Souma membuat tanah di sekeliling mereka naik ke atas menjadikannya semacam tebing tinggi, sementara kabut yang mereka lihat telah menyelimuti seluruh area melahapnya bagaikan sebuah lautan luas.


"Kabut ini cukup merepotkan, Rosalin bisa kamu yang mengurusnya?"


"Tentu, Black Hole."


Rosalin menciptakan empat bola hitam yang masing-masing dari mereka menghisap kabut tersebut ke dalamnya.


"Sampai kabutnya menghilang, kita bisa tetap diam di sini."


Souma sedikit terkejut ternyata Eris bisa serius seperti ini jika dia mau, Souma kembali memperhatikan kabut di bawahnya, mereka seolah hidup dan mencoba menyergap makhluk apapun yang bernafas, jika melihat semuanya besok pagi kemungkinan besar semua kabut akan terhisap sepenuhnya.


Ariana bangkit untuk bertanya pada Souma.


"Apa yang membuatmu datang kemari dan juga kenapa kau menyelamatkan kami?"


"Alasan datang kemari kami mempunyai urusan yang sama yang ingin dilakukan Fram."


"Menara Babel."


"Dan alasan menyelamatkan kalian, aku tidak punya alasan untuk itu."


Sudah kewajiban setiap orang membantu orang yang dalam kesusahan. Tidak heran jika beberapa orang tidak memiliki maksud tertentu saat mereka melakukannya.


"Omong kosong, jika kau menyelamatkan kami, kami bisa membunuh kalian."


"Apa menurutmu kami orang-orang yang mudah dibunuh."

__ADS_1


Ariana melihat sekilas, bahkan dirinya bisa yakin hanya sekejap mata bahwa semua orang ini benar-benar monster.


Ia hanya membuang wajah.


"Kuperingatkan jika kalian macam-macam dengan Fram kami tidak akan menahan diri walau taruhannya nyawa kami."


"Aku mengerti, sepertinya kalian semua menyayanginya."


Ariana duduk seolah tidak mau menjelaskan apapun hingga digantikan rekannya yang lain bernama Rui, ia terlihat seperti siswi SMA yang polos walaupun kepribadiannya berbeda dengan duduk bersila.


"Kami telah diselamatkan olehnya karena itulah kami lebih menghormatinya, jika pun kami hanya dianggap sebagai alat, bagi kami selagi keberadaan kami diterima itu lebih baik, Ariana sebelumnya akan dijual ke tempat bangsawan, aku sering di-bully di akademi dan Marvelas hendak dihukum mati karena dituduh membunuh majikannya sendiri, semua masalah kami selesai karena ada Fram yang membantu kami."


Souma tahu bagaimana Fram akan bertindak.


Yaitu mencabut masalah dengan sebuah kematian.


Lugina menunjuk ke arah sisi berbeda dari bola milik Rosalin.


"Ada sesuatu yang datang kemari?"


"Kabut ini berasal dari makhluk, makhluk itu pasti sudah menyadari kita," kata Marvelas, dia tidak dalam kondisi siap bertarung jadi saat dia bangkit dia kembali terduduk.


Souma hendak menarik katananya namun berhenti ketika dia melihat Lugina di sampingnya telah membuka mulutnya lalu menembakan semburan api yang melebihi ukuran naga.


Menghindari serangan tersebut, sesosok ikan paus melompat ke udara sebelum kembali masuk dalam kabut.


"Jika yang barusan tidak dikalahkan, kabut ini kemungkinan besar akan tetap ada dan jika masuk ke dalam kabut akan sulit melihatnya sekaligus terkena racunnya," ucap Rosalin mengarahkan pandangan ke arah Eris yang bersiap-siap untuk duduk di kursi dan meja yang entah sejak kapan dia munculkan.

__ADS_1


"Kenapa kalian melihatku, aku ingin minum teh."


Rosalin menarik pipi Eris.


"Karena inilah suami kita tidak ingin membawamu ke dalam peperangan."


"Shiji juga tidak membawamu karena merepotkan."


"Siapa yang merepotkan?"


"Kamu selalu mengajaknya ke penginapan."


Mereka saling menarik pipi, sedangkan Lugina sebaik mungkin untuk melerai perkelahian ini.


"Kau ingin membuatku terus menghisap kabutnya."


"Dua hari, tiga hari tak apa kan."


"Itu sangat lama."


Souma memilih melakukannya sendirian dan langsung melompat turun, setelah beberapa menit dia kembali lagi dengan kepala paus di tangannya.


"Sudah beres."


"Eh, kamu tidak membawa tubuhnya juga.. dia ikan, pasti rasanya enak juga."


Dan Souma kembali masuk ke dalam kabut hanya untuk memenuhi harapan Eris.

__ADS_1


__ADS_2