
Lugional Extratime masih mempertahankan ekpresi arogannya tanpa meninggalkan sedikit kewaspadaannya, di depannya adalah seorang komandan kesatria, dengan penampilannya sekarang itu sama sekali tidak mencerminkan hal demikian.
Meski begitu.
"Jika orang ini ada di sini maka teman-temannya pasti ada di luar, kemungkinan besar orang bernama Souma juga berada bersamanya."
Dia menggumamkan hal itu sebelum berkata ke arah Raider Callvan yang tidak pernah mengalihkan pandangannya dari cermin.
"Kau lawan orang ini dan sisanya akan menyisir kota ini, kita akan menemukannya lalu membunuhnya di sini... dengan kematiannya kita pasti akan menang dalam berbagai peperangan ke depannya."
Mendapatkan arahan itu semua orang keluar dari ruangan, termasuk salah satu raja lain bernama Derby Irshide.
"Oi, tunggu... kenapa kalian mengabaikanku, aku komandan kesatria loh."
Tidak ada yang menggubris perkataan Law, mereka berjalan melewatinya seolah dia tidak berada di sana. Singkatnya itu pemandangan menyedihkan yang bisa dilihat banyak orang.
Kini hanya mereka berdua yang berada di ruangan itu.
Raider tersenyum selagi memuji wajahnya.
"Betapa indahnya diriku, aku memang selalu tampan, berbanding denganmu yang menyedihkan aku lebih baik dari segala hal."
"Menjijikan sekali," umpatan seperti itu yang dikeluarkan dari Law, dia melirik ke sana kemari dan menemukan sebuah garfu yang dia jadikan sebagai senjata.
__ADS_1
Raider tertawa.
"Kesatria tanpa senjata, memangnya apa yang bisa kau lakukan dengan itu."
Puluhan cermin bermunculan di sekeliling Law, itu menembakan sebuah cahaya yang meledakannya dari segala arah. Dari dalam asap yang mengepul Law melompat ke belakang sambil melemparkan garfu tersebut, garfu melesat dengan kecepatan tinggi menggores pipi Raider, memberikan sedikit goresan dengan noda darah.
"Kau berani sekali melukai wajahku, akan kucabik-kucabik tubuhmu itu," teriaknya.
Raider berlari maju, dia mengepalkan tinjunya untuk mengirim sebuah pukulan pada Law yang masih berada di udara, pukulan itu berhasil ditahan sayangnya tanpa disadari oleh Law sebuah cermin raksasa telah muncul di belakang punggungnya yang mana menelan dirinya ke sebuah ruangan yang dipenuhi dengan cermin-cermin besar.
"Di mana ini?" pertanyaan itu dikirim ke arah Raider yang masuk menyusul dengan sebuah pedang yang dilemparkan ke arah Law.
"Ambillah pedang ini, aku ingin tahu seberapa besar kau bisa bertahan di tempat ini."
"Jangan salahku aku jika kau kalah."
"Haha aku tidak akan kalah di tempat ini, ini adalah duniaku yang kusebut sebagai dunia cermin, setiap orang yang telah masuk hanya akan menjadi mainanku tanpa bisa keluar lagi."
Dari atas langit sebuah cermin besar jatuh di samping Raider yang mengusap pipinya, bagi Law itu menjijikan seperti biasa.
"Nah cermin, siapa orang yang paling mempesona di negeri ini?"
Cermin yang memiliki wajah seperti manusia itu menjawab.
__ADS_1
"Tentu saja Anda tuan, semua pria kecuali Anda hanyalah itik buruk rupa."
"Tepat sekali, aku adalah orang yang memiliki kesempurnaan di dunia ini tidak ada yang bisa mengalahkan ketampananku."
Mendengar orang itu mengklaim dirinya sendiri, Law jelas tidak bisa menahan tawanya.
"Apa ada yang lucu?"
"Maaf saja tapi pandangan kita sangatlah berbeda... dibanding melihat apa yang ada di luar aku lebih tertarik dengan apa yang ada di dalam, penampilan akan berubah saat mereka menjadi tua, tapi hati akan terus seperti itu... hatimu buruk dan sampai kapanpun akan tetap sama."
"Heh, jadi begitu.... kau mirip orang-orang yang kutemui."
Beberapa cermin besar tampak berdiri sejajar di atas Law, dia memeriksanya dan melihat ada orang berada di dalamnya.
"Jangan khawatir mereka semua telah mati, namun sebelum itu aku merusak wajah mereka, bagaimana apa mereka terlihat indah padahal orang-orang ini orang yang baik, kau tahu."
"Kau?"
"Mereka orang yang bisa menyaingiku soal kesempurnaan jadi lebih baik mereka mati saja, karena hanya aku sendiri yang diperbolehkan hidup di dunia ini."
Emosi Law naik ke permukaan hampir tak bisa dibendung lagi.
Seluruh wajah mereka terlihat seolah terbakar dan itu hampir tidak berbentuk lagi kecuali daging serta darah yang sudah mengering.
__ADS_1