
Pemandangan naga di langit menjadi satu-satunya pemandangan yang bisa dilihat oleh Law. Dia telah meminta semua orang untuk bertahan namun sejujurnya bagi dirinya sendiri hal itu sangatlah mustahil.
Lupakan soal kemenangan bisa hidup tanpa terbantai adalah sesuatu yang pantas disyukuri.
Law sebelum menjadi komandan dia pernah melihat sendiri bagaimana para naga ini menghancurkan setengah dunia lewat nafas api mereka tentu saat itu skalanya lebih besar dari yang terjadi di sini, dan naga yang dikendalikan seluruh naga Crimson yang berjumlah empat ekor.
Dia masih ingat siapa yang memimpin saat itu, dia adalah salah satu penyihir sage yang bahkan namanya tidak boleh disebutkan.
Sebuah perwujudan dari kekejian, kekejaman serta pertunjukan yang dipenuhi kegilaan.
Tanpa sadar Law menggigit ujung mulutnya membuatnya mengalirkan darah dari sana, Laura muncul untuk memastikan apa yang terjadi di sana.
"Komandan?"
"Tidak ada jalan lain selain menghadapinya, saat mereka mendarat di tanah pastikan untuk membuat mereka tidak terbang lagi."
__ADS_1
"Dimengerti."
Ratusan naga tersebut mulai turun ke bawah untuk menghancurkan dengan cara yang mereka bisa lakukan, beberapa menembakan api, mencengkeram bangunan dan juga mengibas-ngibaskan sayap untuk menciptakan angin yang mana membuat kerusakan yang cukup signifikan.
Laura berlari ke depan untuk mengincar satu naga di depannya yang hendak mengirimkan cakarnya, Laura menghindari serangan tersebut setipis kertas kemudian mengayunkan pedangnya secara horizontal, saat naga tersebut tumbang dia menikamkan ujung pedangnya layaknya sebuah tombak yang mana merobek baju besi yang dikenakan si penunggang sebelum mengenai jantungnya dengan sentuhan kematian tak terelakkan.
Law cukup terpesona bagaimana Laura bertarung namun, jelas saat ini bukan waktunya untuk melakukannya.
Dia berteriak menciptakan kebisingan di antara para prajurit agar mengangkat pedangnya dan kemudian meminta mereka menyerang ke depan. Walau terasa mustahil paling tidak mereka telah mencoba terbaik untuk melawan.
Mereka termasuk pahlawan jadi tidak ada yang harus dikhawatirkan dengan keduanya, di samping itu Law lebih merasa penasaran dengan apa yang akan dilakukan Souma, orang itu mungkin memiliki kekuatan melebihi penyihir tapi sejak dia mengenalnya dia selalu menyembunyikan kekuatannya.
Apa dia akan menunjukan semuanya dalam pertarungan ini adalah pertanyaan yang tersirat di hatinya.
Law sekali lagi melihat ke atas, ada satu naga besar yang terbang di sana tanpa melakukan apapun, itu jelas menunjukkan bahwa dia sebenarnya pemimpin dari semua ini
__ADS_1
Di saat yang sama seseorang terlihat melompat ke arahnya menjadikan lingkaran sihir menjadi sebuah pijakan untuknya, bagi Law sendiri ini pertama kalinya ada orang yang menggunakan sihir seperti itu.
Orang itu memang penuh kejutan.
Lima ekor naga menyelinap di antara bangunan tinggi selagi menatap Law sebagai mangsa buruannya.
Para penunggang di atasnya tertawa penuh kemenangan.
"Habisi dia."
Dua diantara mereka menembakan bola api dan Law menghindarinya dengan gerakan zig-zag, di depannya dua naga lain datang menghalangi, seolah menari di udara Law melesat tanpa kedala setelah memberikan luka sayatan dalam sebelum melompat ke dua yang lain, dia tidak menyerang naganya melainkan penunggangnya.
Pedangnya menembus kepala salah satunya memenggal kepala yang lain sebelum mengakhiri mereka dalam keputusasaan.
Walau penunggangnya telah mati, naga tersebut masih menyerang dan pada akhirnya Law terpaksa membunuh mereka semua.
__ADS_1
"Festival naga benar-benar merepotkan."