
Sejak dulu ras iblis dan manusia telah bermusuhan, di dunia manapun hal itu terjadi entah manusia yang memulainya ataupun sebaliknya hal itu kemungkinan besar terjadi, namun masalah sebenarnya tak hanya berada di sana, hal yang sesungguhnya menjadi pemikiran ras iblis sejak lama adalah soal penyembuhan.
Jika manusia sakit terkadang saat pengobatan tidak bekerja mereka akan menggunakan sihir suci sebagai pengganti untuk penyakit yang tidak disembuhkan, namun hal itu tidak berpengaruh pada ras iblis, mereka tidak bisa menggunakan sihir seperti itu hingga pada akhirnya setengah populasi ras iblis dinyatakan mati dan kini para iblis sedang mencoba untuk mengembangkan obat-obatan di negaranya.
Negara yang dimaksud tidak lain adalah negara yang dikunjungi Souma dan Janet sekarang.
"Tolong 10 satenya paman."
"Untuk wanita secantikmu, aku kasih lebih dua."
Enaknya jadi wanita cantik kemanapun mereka pergi, mereka selalu mendapatkan gratisan, apa yang dipikirkan Souma sekarang.
"Souma jangan iri, kau bisa makan punyaku."
"Tidak, aku tidak ingin makan bekasmu."
"Kalau di wilayah manusia itu disebut ciuman tidak langsung, aah, aku ingin tahu bagaimana ciuman?"
"Apa kepribadianmu berubah dari naga suci jadi naga mesum."
"Biarin, terserah aku."
Mereka saling bertukar candaan saat menyusuri jalanan utama, kota ini diisi oleh bangunan putih yang dibuat dari tanah lihat, semuanya menyerupai bentuk persegi dengan jendela yang ditutup dengan papan tipis yang disanggah kayu tertentu, jika dilihat sekilas mungkin terlihat mirip seperti bangunan yang berada di padang gurun atau sebagainya.
__ADS_1
Souma mencoba untuk bertanya.
"Aku ingin bertanya soal kota ini, dan juga apa bangunannya selalu seperti ini?"
"Kalian pasti berasal dari luar kota bukan, kota ini sejak lama sudah seperti ini... kami membuat semua bangunannya sederhana agar tidak memerlukan biaya mahal disaat wabah terjadi kami bisa pindah sesuka hati."
"Wabah?"
"Ya ampun, sebenarnya kalian berdua dari mana... wabah ini disebut Instan Death."
Jelas kelompok Souma tidak tahu wabah seperti apa itu.
"Ketika seseorang terjangkit mereka akan kehilangan kesadarannya kemudian mengamuk dan akhirnya membunuh iblis lainnya lalu memakannya, wabah seperti inilah yang terjadi di kekaisaran Hellza... yah, paling tidak jika terjadi di kota tertentu waktunya satu tahun sampai wabah itu menghilang dan kota bisa ditinggali lagi."
"Belum ada yang memiliki penawarannya namun karena wabah itu, banyak perdagangan logistik dihentikan dan orang-orang hanya bisa bertahan hidup dengan menghemat dan mencari sumber daya alam sekitar."
Penghentian logistik bertujuan untuk menutup penyebaran wabah dari satu kota ke kota lainnya, jika dilihat sekilas maka mereka masih belum tahu seperti apa sumber wabah itu terjadi.
"Kalian benar-benar menghemat?" potong Janet yang mana membuat pria tua itu berbisik pada mereka.
"Bukan hanya wabah saja. Sejujurnya uang yang kami tabung digunakan untuk membeli obat jika sakit, harga obat di kekaisaran ini sangat mahal. Selain wabah Instan Death penyakit yang lain juga mudah menyerang kami. Karena itulah kami hanya mencoba berjaga-jaga."
Souma dan Janet berjalan sedikit jauh dan saat mereka melewati jembatan mereka bisa melihat aliran sungai berwarna-warni serta mengeluarkan aroma menyengat.
__ADS_1
"Apa ini racun?" teriak Janet yang dibalas oleh Souma, hal seperti ini tidak terlalu dikenal oleh manusia di dunia ini namun berbeda dengan Souma yang sudah pergi ke banyak dunia.
"Ini berasal dari limbah pabrik tekstil, pewarna seperti ini digunakan untuk mewarnai kain-kain tertentu."
"Jadi begitu, apa cara kerjanya seperti ini, dibuang ke sungai?"
"Tidak, seharusnya limbah seperti ini di tempatkan dulu di ruangan tertentu untuk diolah jadi bersih sebelum di buang ke sungai."
"Jadi begitu."
Suara lain terdengar dari keduanya, itu berasal dari anak laki-laki mengenakan mantel serta topi terbuat dari semangka.
"Haha, kalian pasti baru datang kemari... aku sarankan kalian segera pergi, kota ini benar-benar sudah tercemar dan juga penduduknya rentan terkena penyakit jika kalian masih ingin sehat cepat pergilah."
Souma jelas tidak menghiraukannya.
"Hey, anak kecil... kota ini dikelilingi tembok seharusnya tidak ada sungai di tempat ini bukan."
"Apa maksudmu tentu saja harus ada sungai, tidak ada air di bagian perbatasan kekaisaran, semua kota hanya menggunakan sungai ini untuk memenuhi kebutuhan mandi, minum dan mencuci, awalnya sungai ini jernih sayang sekali sekarang jadi seperti itu."
"Apa tidak ada yang mengeceknya?" tanya Janet.
"Beberapa kali ada sih tapi percuma saja ketika ada penyelidikan orang-orang atas akan menyuap mereka dan bilang bahwa sungainya masih baik-baik saja pada atasan mereka."
__ADS_1
Itu mengejutkan Souma, ternyata kejadian yang sering terjadi di dunia manusia terjadi juga di ras iblis.