
Tanpa menunggu lama Jack melangkah maju, dia seorang pembunuh bayaran yang tergabung dari organisasi bernama sayap kebebasan maka dari itu hal membunuh bukanlah sesuatu yang sulit baginya.
Setiap tubuh, kekuatan serta pikirannya telah terlatih di batas tertentu, bahkan jika dia diminta untuk membunuh seorang komandan kesatria di negara tertentu itu bukanlah hal yang menyulitkan. Suatu hari ada orang-orang yang memintanya untuk bergabung di organisasi dan di saat yang sama pula mereka mendapatkan tugas untuk menghancurkan kerajaan kecil bernama Diamond dari empat kerajaan lainnya.
Dia tidak pernah memikirkan apapun.
Pada dasarnya sayap kebebasan dibuat oleh penyihir senja, bahkan ketika sesama anggotanya mengeluh karena tidak bisa melihat penyihir, dia sama sekali tidak peduli.
Asal dia bisa membunuh hal itu lebih dari cukup.
Ada sensasi yang membuatnya bahagia saat melihat darah serta saat seseorang merasa kesakitan ia akan tersenyum dengan lebar, demi menjaga kenangan menyimpang itu dia mulai mengumpulkan kepala orang-orang yang dibunuhnya tak terkecuali pria atau wanita asal mereka kuat itu layak dipertahankan.
Souma memblokir setiap serangan yang dibangun oleh Jack melalui sabitnya, terlepas dari penampilannya dia menyerangnya cukup baik.
Tidak ada celah untuk serangan balik dan tidak ada celah pula untuk menghindar, semuanya murni harus diterima oleh katana Souma.
"Bagaimana, ini kekuatan yang menarik bukan, dengan kekuatanku aku tidak perlu menunggu lawanku menyerang balik, meski kau bisa memblokir seranganku kau tetap manusia kau akan segera kelelahan dan mati."
"Yah bukannya kau juga manusia awalnya."
__ADS_1
Dentrang.
Tebasan itu membuat keduanya mundur.
"Aku sudah bukan manusia, aku ini dewa seorang dewa kematian, jika aku menghendaki seseorang mati maka itu akan terjadi."
"Dewa, kau terlalu memandang tinggi dirimu.. mereka (dewa) akan jijik padamu."
"Sialan kau."
Jack menciptakan bola-bola hitam di sekitarnya dengan jumlah cukup banyak yang dia lesatkan pada musuhnya, di belakang Souma ada Astrea jadi tidak mungkin untuk menghindarinya begitu saja jika ia melakukannya sudah dipastikan serangan itu akan mengenainya.
Souma menebas setiap bola yang mendekatinya, ketika mereka terbelah dua, bola itu bersinar dan kemudian meledak dahsyat.
Saat asap debu menghilang Souma berdiri tanpa terluka, dia terlihat baik-baik saja bahkan tidak ada sedikitpun luka gores yang dia terimanya.
"Mustahil, tidak ada yang bisa lolos dari serangan barusan."
"Sudah kubilang kau terlalu meninggikan dirimu."
__ADS_1
Souma menggunakan sihir teleportasi untuk muncul di depan Jack yang belum siap, dia mencengkeram wajahnya dengan tangan lain lalu menghantamkannya ke tanah hingga seluruh material berhamburan ke udara.
"Lihat, kau bahkan tidak bisa mengatasi satu manusia sepertiku."
Melemparkannya ke depan, Jack menerobos puluhan rumah dan dalam sekejap Souma telah muncul di belakangnya kemudian memutar tubuhnya dengan sebuah tendangan yang mampu membuat Jack terkirim ke arah lain.
"Guakh."
"Aku pikir kau dewa, tapi tubuhmu cukup lunak."
"Mustahil, aku bisa dipojokkan seperti ini... aku yang telah membunuh banyak manusia, tidak mungkin bisa."
"Aku tidak tahu denganmu tapi kurasa manusia yang kau bunuh pasti lemah."
"Sialan, aku akan..."
Dengan sekali tebasan diagonal, tubuh Jack maupun sabitnya terbelah dua bagian dan selanjutnya hancur menjadi debu.
Sarung pedang yang ditinggalkannya, terbang ke arah Souma dan dengan santai ia masukan kembali senjatanya seolah tak terjadi apapun, dia menatap bangunan bekas pertarungannya dan melihat lubang besar di sana.
__ADS_1
"Sepertinya aku berlebihan."
Itu pertarungan singkat tanpa ada keringat sedikipun baginya.