Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 307 : Hasil Dari Kesepakatan


__ADS_3

Di ruangan pertemuan kedua, semua orang hanya bisa mendatangi proposal yang diberikan oleh Souma tentang berapa harga obat yang dipasarkan di benua barat serta perlakuan khusus bagi pasien mereka yang sangat membutuhkan terlepas dari status mereka.


Miyura masih terkejut bahwa dirinya kalah namun dia tidak mengeluh dan menerima apapun keputusan yang sebelumnya dia buat, yang terpenting dari dirinya ia masih bisa berguna untuk orang lain khususnya dalam pengobatan.


Dalam waktu dekat ia berharap untuk bisa keluar dari organisasi yang sekarang dia masuki, dia yakin anggota lainnya akan senang mendengarnya.


Ketika di ruangan itu hanya ada Janet dan Souma, Miyura menjelaskan semua rencana yang akan dilakukan kekaisaran ini.


Seperti yang diduga, mereka akan memulai peperangan, Kaisar sangat membenci manusia, saat tanah kelahirannya hancur oleh Festival Naga dia mencuri batu Relife lalu membawa penduduk yang mengikutinya pergi ke benua barat.


Awalnya dia berniat membuat Anna bertarung dengan manusia namun semua itu segera berubah, kekalahan Anna serta keadaan wilayah iblis yang telah sedia kala tanpa batu Relife membuat iblis dan manusia tidak perlu terlibat pertarungan hingga membuat Kaisar marah.


Tentu semua itu juga ada berkat campur tangan Souma.


Dia merusak negeri yang dibangunnya sendiri untuk menggerakkan pasukan agar mau menyerang wilayah manusia, semua itu adalah gambaran dari semuanya.


Janet mengajukan sebuah pertanyaan.


"Kenapa dia sangat membenci manusia? Bahkan berperan sebagai orang ketiga untuk membuat Anna bertarung dengan manusia."


"Dari yang kudengar itu karena orang tuanya dibunuh oleh manusia."

__ADS_1


Souma menyadari ada hal janggal tentang semua itu, seorang manusia tidak mungkin bisa membunuh iblis tingkat atas dengan mudahnya bukan.


Seperti mengetahui apa yang dipikirkan Souma, Miyura melanjutkan.


"Aku sudah meminta seseorang menyelidikinya, mungkin ini hanya kabar angin namun yang membunuh orang tuanya adalah penyihir senja."


Lugunica dalam bentuk pedang angkat bicara.


"Aku sudah tidak merasa aneh lagi jika dia yang melakukannya terlebih dia sebelumnya juga membantu Anna saat dia memulai agresi militer."


Kegilaan dari penyihir senja adalah melihat bagaimana setiap orang saling membunuh, dia ahli dalam segala tipu daya.


"Jika dugaanku benar, itu bukan sesuatu yang akan berjalan dengan baik," ucap Souma demikian.


Meski ia berniat langsung ke ibukota, ada sebuah rencana yang sedang dibangun semua orang.


Souma tidak ingin secara sembarangan masuk ke medan perang tanpa memikirkan pasukan pemberontak serta ras viking di belakangnya.


Yang bisa dia katakan pada Miyura hanya sebuah perkataan kosong.


"Jika ada harapan aku akan menyelamatkan kaisar."

__ADS_1


"Terima kasih banyak, apa kalian ingin menginap di kediamanku dulu?"


Undangan itu ditolak baik oleh Souma, ia masih memiliki pekerjaan khusus untuk toko keduanya yang dijalankan Kozou, melatih anak-anak itu untuk semakin berkembang adalah tanggung jawabnya.


Janet memiliki pemikiran sama. Dalam perjalanan pulang dia menyempatkan diri untuk bertanya.


"Batu Relife kelihatannya sangat berharga, selain mengembalikan Lugunica ke tubuh aslinya apa yang akan kau lakukan lagi Souma?"


"Kurasa aku akan menghidupkan semua penyihir."


"Maksudmu orang-orang dari kota itu."


"Hm... kedua penjaga makam itu sudah menjaga roh mereka dengan baik di Lost Sanctuary, aku ingin membebaskan mereka juga dari tugasnya."


"Itu terdengar seperti sebuah kisah dongeng tapi aku akan menuliskannya di bukuku, apa tidak masalah."


"Lakukan saja sesukamu, pastikan untuk tidak menulis namaku di sana."


"Yattaa.."


Janet berteriak penuh kegembiraan.

__ADS_1


__ADS_2