Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 236 : Naga Dari Festival Naga


__ADS_3

Pasukan musuh kini semakin dipukul mundur, Souma dan Heart adalah sebagian orang yang mengambil peran penting meski begitu yang benar-benar melakukannya adalah 300 pelayan milik Souma.


Mereka membawa pedang pendek di tangan mereka lalu membunuh musuh layaknya seperti sebuah gelombang kematian.


"Orang yang datang dengan permusuhan pada kota ini akan dibunuh tanpa syarat."


Begitulah mereka menunjukan emosi mereka, para petualang yang sempat terpojok mulai bisa menarik nafas lega. Beberapa pelayan bahkan ahli dalam menggunakan sihir penyembuhan.


"Kami tertolong, apa kalian dari kediaman rumah pak tua Jean?"


"Itu benar, tapi sekarang kami semua melayani tuan Souma."


"Souma? Maksudmu penjual obat di toko sederhana itu."


"Benar. Walau tuan kami telihat seperti itu, beliau orang yang hebat, beliau juga yang membuat wilayah ini yang tadinya desa berubah menjadi kota sebesar ini."


"Begitu."


"Kurasa Anda sudah sembuh."


"Terima kasih banyak."


"Kalau bisa silahkan mundur sekarang, biar kami yang mengambil alih."


"Baik."


Mereka seperti angin segar bagi orang-orang yang perlu bantuan.

__ADS_1


Heart yang melihatnya tampak bersemangat.


"Souma memiliki pelayan sebanyak ini, aku tidak tahu bagaimana mereka membagi orang untuk melayanimu."


"Itu pasti sesuatu yang membuatnya sakit kepala harus mengingat nama mereka semua," potong Lugunica dan seperti yang dia katakan itu memang benar.


Souma menebas dua orang yang melompat padanya, di belakangnya muncul satu orang yang menyelinap namun dengan baik Heart tebas lewat pedangnya sebelum akhirnya sesuatu baru saja muncul dari atas langit dan dijatuhkan ke bawah.


Itu sebuah gerbang raksasa yang perlahan mulai terbuka.


"Gerbang Geonova?" ucap Lugunica lalu menambahkan.


"Gerbang itu ada saat festival naga terjadi, jika aku benar maka makhluk yang akan keluar itu adalah..."


Sebuah kepala naga berukuran dua lantai bangunan muncul dari dalam sana, naga itu tidak memiliki daging ataupun kulit semuanya murni hanya tengkorak.


"Jadi karena inilah saat festival naga tidak ada tubuh naga yang ditemukan."


"Sebagian aku sendiri yang membunuh mereka."


"Berapa jumlahnya."


"Tiga ribu ekor."


"Kita memang harus segera menghancurkan gerbangnya," menanggapi perkataan Souma, mereka bergegas melompat ke sana.


Naga akan terus bermunculan setiap menitnya sampai jumlahnya sebanyak apa yang dikatakan Lugunica.

__ADS_1


Sebelum bisa sampai, sebuah bayangan menghentikan mereka di atas rumah.


"Aku tidak akan membiarkannya begitu saja, kalian semua harus mati di sini."


Yang berdiri di sana adalah orang yang disebut sebagai Javelin, dia sebelumnya yang telah membawa gerbang ini bersama Erza.


Dari bayangan keduanya, sebuah tangan terjulur untuk mencekik leher Souma ataupun Heart tapi hanya sesaat sebelum bayangan itu hancur dengan cukup mudah melalui sihir Souma.


"Apa yang barusan kau lakukan?"


"Aku menggunakan sihir suci untuk melenyapkan."


"Orang sepertimu sungguh aneh."


Dari atas kepala keduanya tampak sebuah bayangan telah tercipta. Dari bayangan itu berjatuhan seluruh puing-puing reruntuhan bangunan dari kota-kota yang rusak parah.


Souma ataupun Heart melompat ke sana-kemari untuk menghindarinya, bahkan keduanya tidak tahu kapan hujan reruntuhan ini akan selesai.


Dia merangkul Heart kemudian menghilang dan muncul di belakang Javelin yang segera bereaksi menjauh.


Selagi keduanya tidak berada di bawah bayangan tersebut hal itu bukan hal sulit dihindari.


Souma menurunkan Heart dan berkata padanya.


"Maaf Heart bisa kau yang pergi dan menghancurkan gerbangnya, aku ingin menghadapinya seorang diri."


"Souma sepertinya serius, kalau begitu baiklah."

__ADS_1


Heart segera melompat menjauh meninggalkan keduanya yang saling berhadapan satu sama lain.


__ADS_2