Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 234 : Dimensi Pedang


__ADS_3

Ketika tatapannya diarahkan secara menyeluruh dia menemukan satu orang yang benar-benar disebut dengan kuat.


Lilith melompat ke bawah sementara pria yang telah selesai membunuh itu mengarahkan pandangan padanya, seluruh pedang yang muncul di seluruh tubuhnya kembali ditarik ke dalam seperti sebuah ilusi. Dia bernama Alexis salah satu dari 12 kesatria suci yang cukup kuat dimana memiliki kemampuan memunculkan pedang dari tubuhnya.


"Sepertinya kemampuanmu yang paling menarik," ucap Lilith bersemangat sementara Alexis tertawa.


"Hawa membunuh yang cukup tinggi."


Pasukan Alexis yang berdiri di belakangnya juga bisa merasakan hal itu, di depan mereka dikenal sebagai naga dan juga disebut sebagai mesin pembunuh, kendati demikian tidak ada jalan untuk mundur kecuali bertarung sampai akhir.


Sebelumnya menjadi pihak membunuh dan sekarang menjadi orang yang dibunuh adalah aturan dari perang. Yang akan selalu berdiri adalah orang yang benar-benar kuat yang tidak akan mengalami keduanya.


"Kalian serang dia," mengikuti perkataan Alexis mereka semua menerjang ke depan, masing-masing membawa pedang yang mampu menembakan sihir cahaya yang secara sengaja Lilith biarkan mengenainya hingga menciptakan ledakan di tubuhnya.


Asap mengepul, meski begitu Lilith berdiri tanpa goyah, kini gilirannya yang bergerak cepat untuk bisa menyerang mereka bahkan sebelum mereka menyadari bahwa tubuh mereka telah tertembus tangannya hingga jumlah korban terus bertambah setiap detiknya.


Yang tersisa sekarang hanya Alexis, dia tak ingin jadi korban yang dibantai maka dia mengawali dirinya dengan serangan kuat, kedua tangannya mengeluarkan pedang yang secara bergiliran diayunkan pada Lilith yang menghindarinya.

__ADS_1


Beberapa tebasan menggores tubuh Lilith, dia berbalik untuk menyerangnya dan sekitar beberapa pedang menyeruak di tempat saat Lilith akan memukulnya hingga dia melompat mundur.


Dari jarak jauh dia menyerangnya dengan semburan api. Terdengar sebuah suara yang menggumamkan sesuatu.


"Magic Creator, Lintas Dunia, Pedang Keadilan."


Tubuh Lilith ditarik ke sebuah dimensi berbeda dimana seluruh pijakan hanyalah pedang raksasa yang ditaruh secara terbalik.


Tidak hanya satu melainkan banyak dan salah satunya berdiri sosok Alexis dengan dua pedang di tangannya.


"Di tempat ini kau tidak akan bisa bergerak bebas, bahkan saat kau memutuskan terbang seluruh pedang akan menyerangmu secara otomatis."


Alexis dan Lilith melompat diwaktu bersamaan, di udara mereka saling membenturkan serangan sebelum mendarat kembali dan mengulanginya beberapa kali.


Tebasan cakar melukai tubuh Alexis bahkan saat dia memunculkan seluruh pedang di tubuhnya, jika melawan orang lain siapapun akan ragu mendaratkan pukulannya namun Lilith lebih ekstrim dari itu.


Walau tubuhnya robek ataupun terluka mereka akan segera disembuhkan melalui regenerasi berbanding terbalik dengan Alexis, dia hanya mayat hidup yang sudah mati sejak lama tubuhnya tidak akan bisa disembuhkan.

__ADS_1


Alexis melompat di udara dengan dua pedang yang dijatuhkan dari atas. Konsep dimensi ini jika seseorang terbang maka pedang secara otomatis akan mengejarnya, Lilith diam-diam ingin mencoba seberapa hal itu bisa melukainya.


Dia memunculkan sayap untuk menghindar tebasan tersebut, Alexis memasang wajah senang dan seperti apa yang dia katakan, seluruh pedang mengejar Lilith di udara, ujung pedang itu memanjang seolah menjadi pedang elastis yang meluak-liuk di udara mengikuti pergerakan musuhnya, tepat saat Lilith terpojok seluruh pedang dari segala arah siap menusuk tubuhnya. Lilith hanya diam untuk menyelimuti tubuhnya dengan energi sihir.


Selanjutnya yang terjadi seluruh pedang tersebut telah hancur berkeping-keping bagaikan serpihan kaca.


"Mustahil?"


"Kurasa hanya sejauh ini."


Lilith melesat terbang melewati Alexis, bersamaan itu kepalanya telah terpenggal ke udara.


Lilith bisa keluar dari dimensi, di saat yang sama Stella dan Undine jatuh dari udara, ia menangkap keduanya.


Mereka telah bertempur melawan pohon tanpa henti.


"Ugh, terima kasih Lilith, kami benar-benar lelah sekarang karena terjebak di dimensi aneh," ucap Undine yang mendapatkan anggukan kecil Stella yang terlalu lelah untuk berbicara.

__ADS_1


"Kurasa lebih baik aku membawa kalian ke toko."


Keduanya dibawa layaknya seekor anak kucing.


__ADS_2