Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 151 : Kembali Ke Toko Biasanya


__ADS_3

Selama tiga hari pesta dirayakan di seluruh wilayah ras iblis, tak terkecuali di istana sendiri.


"Tak disangka mereka bisa sebahagia ini," suara itu datang dari Scarlett yang bersandar menghadap Souma yang meminum jus di tangannya.


"Inilah yang mereka tunggu jadi wajar saja."


"Jadi apa Anna tetap bekerja di tokomu?"


"Dia bilang akan terus mengawasi wilayahnya dari tokoku."


"Souma benar-benar dicintai kau tahu."


"Sampai kapan kau mengenakan topeng itu."


"Aku akan melepaskannya saat kita kembali, memakai topeng seperti ini aku terlihat seperti seorang misterius yang sedang menyamar."


"Kau ini."


Lilith mengangguk kecil saat Anna berjalan mendatangi ketiganya.


"Souma mau berdansa."


"Kurasa tak masalah."


Keduanya melangkah ke depan lalu memasang tarian untuk pasangan.


"Walau sepertinya terbalik karena wanita yang memintanya ini bukan pemandangan yang buruk."

__ADS_1


"Aku juga setuju, aku sedikit cemburu. Tuan sekarang banyak berubah."


Pesta itu mengakhiri kunjungan mereka di wilayah ras iblis.


Beberapa hari berikutnya di kediaman Souma sekaligus toko obat-obatan semua orang berkumpul untuk kembali merayakan kembalinya Anna.


Ada Celestrial, Risela, Lilith, Undine, Asetasius, Scarlett dan juga Anna sendiri yang dengan senang meletakan Tako di atas kepalanya.


"Kalau begitu untuk kembalinya lagi penjaga toko berdada besar kita, bersulang."


"Bersulang."


"Tunggu, kenapa kau memanggilku seperti itu."


Souma hanya mengikuti teriakan Risela, sementara Anna yang dimaksud tampak memerah membuat kecurigaan di antara semua orang.


"Ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi di wilayah ras iblis."


"Selamat datang di toko dewa Alchemist, apa ada yang bisa saya bantu?"


Itu adalah hari biasa di suasana seperti biasanya dan di toko biasanya, Souma memperhatikan pegawainya sambil meracik beberapa potion di tangannya.


Tak lama Undine mengambil beberapa potion yang dibuat Souma untuk nantinya diletakkan di rak agar semua karyawan dengan mudah mengambilnya.


"Undine kau yakin akan terus bekerja di sini, bukannya kau tidak ingin melepaskan gelarmu sebagai petualang."


"Aku masih menjadi petualang koq, tapi kurasa aku lebih senang bersama kalian di sini dibandingkan berpetualang sendirian."

__ADS_1


Nama Undine cukup terkenal di kerajaan bahkan beberapa petualang lain enggan untuk bergabung dengannya karena sifatnya yang bisa melemparkan ledakan pada kawan sendiri.


Souma jelas tidak memikirkan hal itu dan memperlakukan Undine sama rata dengan yang lainnya.


"Souma kita ada permintaan khusus."


"Permintaan khusus?" atas pernyataan Risela Souma memiringkan kepalanya heran. Mau bagaimana lagi permintaan ini datang dari beberapa petualangan wanita.


"Jangan bilang kalian ingin membeli ramuan yang biasanya aku jual kepada para wanita elf, tidak, tidak demi keseimbangan dunia, aku jelas tidak bisa memberikannya."


Jika semua wanita memakainya mereka semua akan jadi Milf dan itu akan berakhir dengan Souma yang akan diserang oleh penyuka dada kecil.


Menurut rumornya sampai sekarang dua kubu penyuka dada kecil dan besar masih berdebat satu sama lain. Bahkan beberapa hari yang lalu kubu penyuka loli dan kubu penyuka Onee-san terlibat perang karena obat yang dibuat Souma untuk Undine.


Kota ini memang unik.


Salah satu perwakilan membalas.


"Kami tidak punya masalah seperti itu, hanya saja sejujurnya kami ingin punya ramuan yang membuat kami tidak bau di menara meski berada di sana berhari-hari lamanya."


Menara yang dimaksud adalah The Tower Of Goddess yang dibuat Souma untuk para petualang.


"Heh, begitu."


"Di dungeon selalu banyak orang jadi kami tidak bisa mandi begitu saja, akan lebih baik jika ada ramuan seperti itu."


Menurut Souma mereka cukup imut bahkan ketika melawan monster mereka ingin tetap menjaga aroma tubuh mereka.

__ADS_1


"Tolong tunggu sebentar, biar aku buatkan."


Ekpresi mereka terlihat bahagia.


__ADS_2